Table Manner AKPAR Pertiwi di Hotel Jambu Luwuk Yogyakarta

Table Manner. Dengan memiliki dan menguasai etika makan (table manner) yang baik dan benar, dapat memberikan nilai plus bagi kita. Kita tahu bagaimana cara menggunakan peralatan makan yang benar dan memakan makanan yang benar pula. Hal itulah yang diajarkan pada kegiatan table Manner yang diajarkan di Hotel Jambu Luwuk Yogyakarta. “Acara ini sudah merupakan acara tahunan dan program wajib AKPAR Pertiwi untuk mahasiswa/i semester 3, agar mereka belajar beretika ketika makan atau jadi professional dining. AKPAR Pertiwi mengupayakan mencetak mahasiswa-mahasiswi yang berpotensi, tapi kalau cara makannya gak bener kan juga gak baik,” ujar Eddy Zarkasih selaku Wakil Direktur AKPAR Pertiwi.

Acara yang diadakan di Hotel Jambu Luwuk , Yogyakarta pada 11 Februari 2020 lalu ini juga diberi materi oleh Bapak Sigit selaku Manager Food and Beverage di hotel tersebut. Beberapa contoh table manner yang benar adalah memakai peralatan makan dari luar, mensejajarkan garpu dan pisaunya searah jarum jam setengah 5 ketika usai santap makanan tersebut dan masih banyak lagi.

Selain diajarkan table manner, kita juga ditunjukan kamar-kamar yang ada di Jambu Luwuk dan Fasilitas yang hotel tersebut , mulai dari Deluxe Room, Executive, Junior Suite dan Premiere. “Saya berharap mereka bisa menyerap ilmu yang saya berikan dan mempraktekan dengan benar. Apalagi kalau diundang jamuan makan, kan juga bisa menjadi nilai plus bagi mereka ya biar tidak kikuk,” tambah pria yang disenangi mahasiswa/i-nya tersebut.

Field Trip AKPAR, Februari 9-12, 2020

Pada tanggal 9-12 Februari kemarin, AKPAR Pertiwi mengadakan kegiatan Field Trip ke Provinsi Jawa Tengah – D.I. Yogyakarta. Bisa dibilang acara ini seperti Outing Class nya siswa/i SMA namun kali ini dilakukan oleh mahasiswa/i AKPAR Pertiwi. Kegiatan Field Trip ini diikuti oleh total 51 mahasiswa/i AKPAR. Bukan tanpa alasan, kegiatan ini diadakan dengan memiliki 9 tujuan, yaitu:

1. penerapan ilmu secara langsung yang di terima para mahasiswa selama pendidikan.
2. perluasan pengalaman mahasiswa tentang obyek,atraksi, dan daya tarik wisata melalui pengalaman langsung.
3. peningkatan pengetahuan mahasiswa dalam kaitan produk-produk wisata.
4. memperluas cakrawala berpikir mahasiswa terhadap kehidupan industri pariwisata umum
5. meneliti masalah yang di hadapi dan akan di hadapi oleh mahasiswa dalam industri pariwisata.
6. mengembangkan daya nalar pada mahasiswa terhadap tantangan dan masalah yang di hadapi sesuai dengan profesi nya kelak.
7. meningkatkan kepekaan para mahasiswa terhadap mahasiswa yang telah di hadapi pemerintah maupun pelaku usaha wisata
8. mengembangkan sikap. pengetahuan dan kecakapan mahasiswa dalam mencari solusi terhadap masalah yg di hadapi
9. meningkatkan kreatifitas, daya inovasi, dan improvisasi mahasiswa dalam upaya pengembangan sikap, pengetahuan, keterampilan yang dimiliki.

Dengan tujuan kegiatan seperti itu, tepat di hari minggu, 9 Februari 2020, mahasiswa/i AKPAR berkumpul di Kampus AKPAR pertiwi untuk berangkat menuju tujuan pertama yaitu ke Gardu Pandang Tieng, tempat sejuk nan dingin menjadi penyemangat peserta yang letih merasakan panasnya ibukota. Setelah puas merasakan kesejukan dan kopi plus tempe kemul yang hangat, kami lanjut ke kompleks Candi Arjuna. Di sini, peserta mempelajari tentang budaya Hindu yang tergambar dari bangunan Candi Arjuna tersebut. Tidak mengenal lelah, perjalanan dilanjutkan ke Kawah Sikidang. Kawah yang bagi sebagian orang dipercaya bisa berpindah tempat ini menawarkan keindahan eksotis nan mengagumkan karena pemandangan yang disajikan cukup instagrammable untuk diabadikan. Dieng Plateau Theater dan Telaga Warna adalah dua destinasi terakhir yang dituju pada hari pertama. Setelah menjalani hari pertama yang begitu menyenangkan, para peserta melepas penat dan beristirahat malam di Prima Inn Hotel di Malioboro.

Di hari ke dua, para peserta melanjutkan Field Trip ke Candi Borobudur. Bangunan yang menjadi tujuh keajaiban dunia tersebut memang menjadi destinasi wajib para turis yang mengunjungi Jawa Tengah- D.I. Yogyakarta.Dan tidak lupa ke Lava Tour Merapi. Tempat yang menakjubkan namun memiliki kisah buruk ketika beberapa tahun silam terjadi erupsi. Terakhir, para peserta melakukan kegiatan inti yaitu Table Manner di  Jambuluwuk Hotel. Hari ke tiga, para peserta bersiap checkout dari hotel dan singgah di toko khas oleh oleh di Yogyakarta sebelum berpulang ke Jakarta. Salah satu peserta atas nama Nabhan Rabbani  sangat menyukai trip ini dikarenakan Yogyakarta adalah kota yang selalu membuat rindu akan suasana dan kuliner nya.

Kami berharap bahwa trip ini dapat menunjukan kondisi pariwisata terkini dan dapat dipelajari secara komprehensif oleh para peserta agar dapat di maksimalkan ketika mereka sudah lulus dari AKPAR Pertiwi.

Ibadah dan Perayaan Natal Gabungan Mahasiswa Rohani Kristen STBA – AKPAR – STIE Pertiwi 2019

Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, atas anugerah–Nya, kali ini Panitia Natal dari ROHKRIS STBA – STIE – AKPAR Pertiwi dapat mengadakan Ibadah dan Perayaan Natal Gabungan 2019. Acara yang diadakan pada Sabtu, 11 Januari 2020 yang bertempat di Auditorium Pertiwi Cililitan, Jl. Dewi Sartika Kav.2-3 Cililitan, Jakarta Timur ini telah terlaksana dengan baik dengan melibatkan seluruh mahasiswa Kristen STBA, STIE dan AKPAR Pertiwi baik dari kampus Cililitan maupun beberapa kampus cabang dan kampus-kampus undangan seperti Univeristas Kristen Indonesia, Universitas Binawan dan yang lain-lain. Karena anugerah Tuhan dan dukungan seluruh civitas akademika sehingga Ibadah dan Perayaan Natal Gabungan 2019 ini boleh berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya.

Nama dari kegiatan kali ini adalah “Ibadah dan Perayaan Natal Gabungan Mahasiswa Rohani Kristen STBA – AKPAR – STIE Pertiwi 2019” dengan tema; “CHRIST IN YOU” terambil dari Kolose 1: 27. Tujuan dari diadakannnya kegiatan ini yaitu merenungkan dan menjadi contoh atas kasih Tuhan Yesus yang tinggal di dalam hati dan hidup anak-anak Tuhan ke dalam kehidupan sehari-hari, yang membawa dampak kepada orang lain. Mempererat ikatan kekeluargaan mahasiswa Kristen STBA – STIE – AKPAR Pertiwi Cililitan serta civitas akademika lainnya. Dan membuat hubungan persaudaraan dengan kampus-kampus lain melaui kegiataan Rohani.

Acara dilangsungkan dalam dua sesi, yakni kebaktian dan perayaan. Khusus untuk kebaktian, konsep ibadah yang digunakan ialah Oikumene, yaitu gabungan antara pola ibadah Katolik dan Protestan, dengan pelayan acara kebaktian adalah sebagai berikut:

Pembicara                     : Pdt. Jelita Sihite

Worship Leaders         : Nafdya

Singer                             : Nora Simangunsong dan Megawati Siregar

Penyalaan Lilin            : Pdt. Jelita Sihite, Dra. Revida Engelbertha, M.Hum dan Yulius Lende

Kolektan                        : Alexander Aditya dan Erick Scienta Putra

Pendoa Syafaat            : Pdt. Jelita Sihite

Pemusik                        : Miora, Reza, Teresa dan Steanly

LCD                               : Eglis Mewania

Penyambut Tamu       : Febri Novianty, Pronika Siregar, Ester Noviana

Susunan acara yang terselenggara adalah sebagai berikut:

  1. Kebaktian
  • Kata Sambutan
  • Saat Teduh & Doa Pembuka
  • Pujian Pembuka
  • Pujian Malam Kudus & Penyalaan Lilin
  • Kesaksian Mahasiswa
  • Pujian Firman
  • Khotbah
  • Doa Syafaat
  • Pujian Persembahan & Persembahan
  • Doa Persembahan
  • Doa Berkat
  • Nyanyian Penutup
  • Saat Teduh
  1. Perayaan
  • Makan Malam
  • Games & Door prize
  • Persembahan Pujian dari Mahasiswa

Panitia Natal ROHKRIS STBA – STIE – AKPAR berharap acara ini tidak sekedar perayaan Natal secara rutinitas setiap tahun, tetapi dapat terus menjalin dan mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa Pertiwi dan juga mahasiswa dari kampus lain. Dalam hal kegiatan Rohani maupun kegiatan yang lain.

Gunung Merapi Field Trip with AKPAR Pertiwi

Jawa Tengah, provinsi yang memiliki banyak pesona alam dan wisata yang indah. Mulai dari pemandangan, budaya, dan kulinernya yang khas. Oleh karena itulah, kali ini para mahasiswa/I melakukan kegiatan field trip ke Jawa Tengah, lebih tepatnya ke area wisata Gunung Merapi.
Mahasiswa/i AKPAR Pertiwi melakukan kegiatan field trip ke Gunung Merapi dengan menggunakan jeep yang bisa memuat hingga 5 penumpang sebagai kendaraan utama untuk menuju area obyek wisata dan melihat dari dekat keadaan alam setelah erupsi hebat pada tahun 2010 lalu. Tampak keadaan masyarakat yang perlahan bangkit, begitu juga lokasi dimana bekas semburan lahar dahsyat itu terjadi. Kini tempat tersebut menjadi obyek wisata yang menghidupkan pariwisata di kaki Gunung Merapi.
Dengan berlatarkan pemandangan alam yang dapat dinikmati dengan udara yang sejuk, para peserta memulai perjalanannya sambil menyusuri lautan pasir sisa erupsi dan sensasi jalan bebatuan yang menemani sepanjang jalan. Para peserta diarahkan untuk meninjau salah satu rumah yang tersisa dan telah dijadikan museum yang menjadi saksi bisu dahsyatnya letusan Gunung Merapi.
Melalui perkampungan yang asri, para peserta melanutkan perjalanannya menuju perkampungan warga yang sudah tertimbun tanah dan bebatuan yang mana salah satunya terdapat sebuah batu yang dinamai warga sebagai batu alien.
Perjalanan dilanjutkan dengan berkunjung ke Bunker Kaliadem yang dibangun sebagai tempat perlindungan saat terjadi erupsi dan juga untuk memantau aktifitas Gunung Merapi. Bunker tersebut dibuat dari beton setebal 25 cm dan pintu yang terbuat dari besi. Bunker ini menjadi saksi bisu dimana 2 relawan meninggal karena suhu panas yang mana seorang relawan ditemukan tewas berendam dalam bak mandi, sedangkan lainnya tewas didepan pintu besi dikarenakan adanya material panas dengan suhu 1000 derajat Celcius. Walaupun Kini bunker tersebut sudah dibersihkan dan dicat putih, di depan pintu bunker terdapat prasasti mengisahkan riwayat bunker tersebut.

Audiensi Mahasiswa Semester 3 Akpar Pertiwi dengan Komisi X DPR RI

Komisi X DPR RI Fraksi PKS menerima audiensi Mahasiswa Semester 3 TA 2018/2019 Akademi Pariwisata Pertiwi, yang didampingi oleh 6 orang Dosen mereka. Audiensi ini dimaksudkan guna sharing knowledge terkait kondisi terkini mengenai Pariwisata di Indonesia. Selain itu kegiatan Audiensi ini merupakan salah satu Agenda wajib bagi Mahasiswa Semester 3 di Akpar Pertiwi. Di hadapan para mahasiswa Akpar, Komisi X DPR RI yang diwakili oleh Prof. Agus menyampaikan sejumlah penjelasan terkait pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh para peserta Audiensi, yakni seputar kebijakan-kebijakan yang berkenaan dengan Perkembangan Pariwisata di Indonesia.

Setelah selesai sesi Tanya jawab berakhir, seluruh peserta audiensi dan para dosen, diberi waktu untuk menikmati makan siang yang sudah disediakan oleh Tuan Rumah, dan dilanjutkan dengan sholat berjamaah di Masjid yang cukup besar, yang terletak di dalam area Gedung MPR/DPR RI. Usai makan siang dan sholat berjamaah, kami pun digiring untuk memasuki Museum MPR/DPR RI. Saat masuk ke dalam, pajangan yang pertama dilihat adalah beberapa kursi, meja, podium dan jam dinding yang menurut sejarahnya digunakan dalam sidang.

KNIP pada 7-12 Desember 1949 di Keraton Yogyakarta. Sidang itu membicarakan hasil Konferensi Meja Bundar yang menjadikan Indonesia sebagai negara Republik Indonesia Serikat (RIS). Turut dipajang di antara kursi-kursi itu sebuah mesin tik yang digunakan dalam sidang konstituante di Bandung. Mesin tik jadul itu digunakan oleh sekretaris sidang DPR periode 1956-1959.  Selain itu, jika berjalan lagi ada benda lain yang kali ini dipajang di dalam kotak kaca, yaitu ‘keraf’ atau tempat air minum anggota MPRS tahun 1960-1965 dan pesawat telepon yang digunakan pada sidang umum MPRS 1960-1965 di Gedung Societeit Concordia Bandung (gedung merdeka). Sementara pada dinding-dinding museum ditampilkan foto-foto pimpinan DPR Sementara era 1950-1956, DPR hasil pemilu ke-1 1955-1959, dan seterusnya hingga pimpinan DPR hasil Pemilu 2014.

Setelah puas seolah memasuki lorong waktu, kami beranjak lagi menuju Gedung Kura-kura. Kami kemudian dipandu oleh seorang staff humas, yang menjelaskan dengan panjang lebar menegnai sejarah Gedung Kura-kura ini, juga fungsi dan kegunaan gedung tersebut. pada setiap sesi tentu tak lupa diakhiri dengan foto-foto bersama.

Menelusuri Goa Pindul dan Sungai Oya

Masih dalam rangkaian kegiatan Field Trip Akpar Pertiwi 2019, pada hari pertama (22 Juli 2019) ini temanya basah-basahan, setelah sebelumnya kita main air di Pantai Indrayanti, selanjutnya adalah berbasah-basah dengan duduk di atas ban besar berwarna hitam sambil menikmati cantiknya Goa yg berisikan batuan stalaktit sepanjang 500 meter. Goa yang namanya mulai meroket tahun 2010 ini terletak di Dusun Gelaran, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.

Ada 3 zona yang dilalui oleh para pengunjung. Zona tersebut adalah Zona terang, Zona remang, dan juga Zona gelap. Dimana perjalanan akan dimulai dari Zona Terang. Kemudian memasuki Zona remang. Hingga akhirnya, memasuki Zona gelap yang mengesankan dan mampu membuat jantung kami berdebar serasa mau copot. Tapi tak perlu takut sih, karna para guide masing-masing dibekali lampu sorot untuk pencahayaan ketika masuk di zona gelap. Sebelum menyusuri Goa, kami diminta untuk memakai jaket pelampung, setelah itu diadakan briefing sebentar sebagai pengarahan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Ketika sampai di penghujung Goa Pindul, kami semua turun dari ban untuk menikmati dinginnya air sungai oya dengan sempurna, ada juga yang sengaja lompat dari batu atas ke dalam sungai, dan kami semua berenang sampai ke tepian sungai. Seru? Pastinya doooong..