Informasi selesai kegiatan, foto akhir acara, kesan dan pesan, dll

Re-Akreditasi Akpar Pertiwi Kerja Besar – Kerja Bareng

Tanggal 27-29 September 2018 lalu adalah hari yang menentukan bagi Akpar Pertiwi. Bagaimana tidak? Pada tanggal tersebut, Re-Akreditasi Program Studi D3 Perhotelan dilaksanakan setelah 5 tahun lalu. BAN-PT menjadwalkan asesor untuk melakukan visitasi ke kampus Akpar Pertiwi guna melihat keadaan sebenarnya dalam dinamika kehidupan akademik dan kemahasiswaan. Kegiatan visitasi re-akreditasi itu sendiri merupakan proses yang kedua setelah borang 3A dan 3B diterima oleh BAN-PT yang saat ini sudah dilaksanakan secara online melalui SAPTO.

 

Asesor yang ditunjuk oleh BAN-PT tentu merupakan asesor professional yang memiliki keilmuan dan juga berpengalaman yakni, yakni Maftucha, Dipl.Hot., SE., M.Par. dari Sekolah Tinggi Pariwisata Satya Widya dan Bapak Aceng Gima Sugiama, Dr. SE.,MP dari Politeknik Negeri Bandung.

 

Dalam proses pelaksanaan akreditasi, struktural Akpar Pertiwi bekerja secara full team dibawah supervisi dari Mr. Arif selaku Vice President Yayasan Pendidikan Pertiwi Global yang juga menjabat sebagai Kepala SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) selama 1 tahun belakangan. Dibawah arahan beliau, tim Akpar Pertiwi bekerja mempersiapkan lampiran satu per satu mulai dari Standar 1 hingga Standar 7.

 

Selain itu, pengecekan fisik gedung dan peralatan juga menjadi salah satu point penilaian. Oleh karenanya, seluruh dosen praktek terkait turut terlibat dan aktif, seperti Mr. Rochanda sebagai kepala Lab. F&B, Mr. Santo sebagai Kepala Lab. Front Office & Housekeeping, Ms. Saleha sebagai Kepala Lab. Pastry, Mr. Slamet sebagai Kepala Lab. Bar dan Mr. Zarkasih sebagai Kepala seluruh Lab. Dosen tersebut bertugas menyiapkan dan mendekorasi Lab agar terlihat rapih, bersih dan nyaman dibantu oleh mahasiswa semester 3.

 

Rangkaian acara visitasi terbagi beberapa bagian, yakni pengecekan dokumen borang 3A dan 3B dengan bukti lampiran, lalu wawancara dengan beberapa narasumber, seperti dosen, mahasiswa dan alumni, tinjauan fisik ke fasilitas, seperti ruang komputer, perpustakaan, ruang kelas, ruang dosen hingga ruang struktural Akpar Pertiwi. Dan tentunya pengecekan standar peralatan yang dimiliki oleh setiap lab yang ada. Selain itu, Pak Gima juga bertemu dengan Pembina YYPG, yakni Bapak Suharsono dan meninjau pembangunan lab Akpar Pertiwi yang baru. Dalam setiap kunjungannya, asesor selalu memberikan arahan dan bimbingan yang membangun dan bermanfaat tentunya.

Kegiatan visitasi berakhir dengan penyerahan bukti berupa berita acara visitasi re-akreditasi dan penyerahan dokumen pelengkap yang ditandatangani oleh Asesor, Direktur Akpar Pertiwi, Ibu Rina dan Kepala Program Studi, Ibu Farrah. Setelah penandatanganan berita acara tersebut, visitasi re-akreditasi ditutup dengan ramah tamah dan berfoto bersama.

Terkahir, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Asesor, Bapak Gima dan Ibu Maftucha serta kepada seluruh pihak yang terkait dalam visitasi re-akreditas Akpar Pertiwi. Semoga kebaikan Bapak dan Ibu dibalas dengan kesehatan, rezeki yang berlimpah serta kedamaian batin. Bravo!

Open House AKPAR Pertiwi – 4 Agustus 2018

Kampus Pertiwi Cililitan yang menaungi tiga institusi berbeda yaitu STBA, STIE, dan Akpar Pertiwi telah menyelenggarakan ajang Open House pada tanggal 4 Agustus 2018. Agenda open house ini diselenggarakan untuk memberikan informasi lengkap dan secara langsung bagi para calon mahasiswa baru yang ingin mengetahui lebih tentang Kampus Pertiwi.

Agenda dimulai dengan pengenalan singkat ketiga institusi melalui sebuah video profil dari ketiga institusi. Lalu setelah para peserta open house melihat video profil, para peserta menyaksikan sedikit peragaan dan sambutan dari mahasiswa dan mahasiswi ketiga institusi berserta perwakilan senat yang telah hadir. Para peserta open house tampak antusias ketika para mahasiswa memperagakan percakapan bahasa Inggris dan demo keahlian dari para mahasiswa dan perwakilan senat ketiga institusi.

Agenda dilanjutkan dengan sambutan dari para perwakilan ketiga institusi yang diwakilkan oleh Ibu Rina Ekawati, S.E., M.M dari Akpar Pertiwi, Ibu Wulansari, S.Pd., M.Hum dari STBA Pertiwi dan Bapak Agung dari STIE Pertiwi. Beliau memberikan sedikit gambar dari institusi yang ada di Kampus Pertiwi Cililitan.

Agenda selanjutnya, yaitu para calon mahasiswa/I baru dan masyarakat yang hadir dalam open house tersebut dipersilahkan memasuki ruangan kelas untuk mengikuti acara selanjutnya yaitu wawancara dan presentasi yang dibawakan oleh masing-masing institusi secara lebih lengkap.

Open House Kampus Pertiwi Cililitan akan kembali digelar pada Sabtu, 25 Agustus 2018 pukul 09 Pagi sampai jam 12 Siang. Open House kembali digelar guna memberikan informasi mengenai ketiga institusi dari Yayasan Pendidikan Pertiwi Global. Sampai bertemu di Open House selanjutnya!

Mini Workshop “Loving Your Career and Working With Passion” Bersama Akpar Pertiwi

Bertempat di Kampus Akpar Pertiwi, Cililitan Jakarta Selatan, Komunitas Bacadulu.news untuk kesekian kalinya kembali mengadakan event dengan tajuk “ Loving Your Career and Working With Passion“.

Kali ini, komunitas bacadulu.news menghadirkan 3 pembicara yaitu Noviyanti Setiyaningsih MBA, CCPS selaku Director dari Alpha Integra Indonesia, Amelia Ratna Kencana Ningrum, selaku owner dari Gendhis Batik serta Wempy, MBA selaku Country Manager Dialight yang juga Certified Professional Coach.

Direktur Akpar Pertiwi, Rina Ekawati

Acara ini dibuka oleh Direktur dari Akpar Pertiwi yaitu Ibu Rina Ekawati, S.E.,
M.M., M.MPar dan dimulai dengan pembicara sesi pertama yaitu Noviyanti Setiyaningsih yang memulai bahasannya dengan memperkenalkan industri usahanya kepada mahasiswa, lalu di lanjutkan dengan pembahasan pentingnya integritas dalam karir.

Noviyanti Setiyaningsih menerangkan bahwa integritas harus mulai dibangun sedini mungkin. “Integritas adalah mata uang yang berlaku universal dan wajib dimiliki semua orang jika ingin sukses dalam karir ataupun bisnis.” ujarnya.

Lalu sesi kedua diisi oleh pembicara yang merupakan pengusaha batik terkenal yang dengan brandnya yaitu “Gendhis Batik” yaitu Amelia Ratna Kencana Ningrum. Amelia  menceritakan bagaimana awal mula ia memulai bisnis batiknya dan menceritakan pengalaman menjadi pengusaha batik.

Tak kalah menarik di sesi ketiga, Wempy MBA, memberikan sesi penjelasan dengan materi MBTI (Myers-Briggs Type Indicator). MBTI adalah psikotes yang dirancang untuk mengukur preferensi psikologis seseorang dalam melihat dunia dan membuat keputusan.

Wempy, MBA (tengah)

Psikotes ini bertujuan untuk menentukan karir apa yang sesuai dengan kepribadian individu masing-masing. Pada sesi ini Wempy memberikan materi test MBTI kepada Mahasiswa untuk diisi dan memberikan daftar pekerjaan yang cocok sesuai dengan hasil dari MBTI test.

Setelah berakhir sesi ketiga, mahasiswa yang diberikan kesempatan untuk bertanya dengan para pembicara. Acara ditutup dengan pembagian sourvenir yang telah dipersiapkan oleh panitia.

Kegiatan Khas Wirausaha: Kunjungan ke Dokter Es Doger

 

Kunjungan ini sebagai bagian dari mata kuliah Kewirausahaan, mahasiswa secara langsung mendatangi usaha kecil menengah, Dokter Doger yang beralamat di Jln. Permata 5 No. 9A RT 07 RW 14 Perumahan Mustika Karang Satria Tambun Utara. Kunjungan  ini di laksanakan pada hari Kamis, 26 Juli 2018.

Acara di mulai dari sambutan perwakilan Akpar Pertiwi oleh Bapak Rosandi Ardi Nugraha, M.Si,M.MPar selaku Dosen Kewirausahaan, menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan, setelah itu dilanjutkan dengan sambutan sekaligus presentasi dari Owner Dokter Doger Bapak Andi Royatna.

Dalam pemaparannya, diceritakan pengalaman beliau merintis usahanya, mulai dari awal berdiri ingga saat ini. Para mahasiswa sangat antusias mendengarkan paparan dan pengalaman suka dan dukanya merintis bisnis kuliner yang sangat potensial ini.setelah presentasi dari Pak Andi Royanta.

Para mahasiswa di persilahkan untuk mengajukan pertanyaan kemudian mahasiswa melihat secara langsung proses pembuatan Dokter Doger, mulai dari menyerut es, mencampur adonan, sampai menyajikan dan mencicipi. Ayo wirausaha. Bersama Akpar Pertiwi Kita Bisa.

PROGRAM STUDI BARU DI AKPAR PERTIWI, PROGRAM STUDI KEKINIAN, D4 MANAJEMEN ACARA

Hallo Guys…

Sudah pada lulus SMA yaaaa? Kereeeen. Selamat yaaaaa. Sekarang waktunya melanjutkan Pendidikan lagi nih. Btw… Sudah dapat kampus belum? Atau jangan-jangan, malah masih bingung mau kuliah di jurusan apa. Hehehe… Jangan bingung. Datang saja ke Kampus Akpar Pertiwi, kampus kekinian yang kece dan hits banget tentunya.

Devi & friends sedang melakukan kunjungan ke Trans 7

Di Akpar Pertiwi, sekarang ada program studi baru nih, Namanya D4 Manajemen Acara atau D4 Event Management. Jurusan ini cocok banget buat kamu yang seneng banget dengan dunia event, seneng jalan-jalan, sampai yang punya keinginan untuk bekerja di dunia entertainment. Asikk kan?

Mahasiswa Akpar sedang menikmati snorkeling di Pulau Tidung

Para dosen yang ngajar, keren-keren pastinya, praktisi atau CEO yang bekerja langsung di industri event. So, sharing pengalaman dan dinamika perkuliahannya, pasti seru banget kan? Pelajarannya juga kekinian banget lho, ada mata kuliah manajemen festival dan carnaval, manajemen hiburan (musik), animasi video dan broadcasting sampai ada juga mata kuliah produksi dan administrasi tender. Gimana? Seru banget pastinya.

Keceriaan dosen & mahasiswa Akpar Pertiwi

Perkuliahannya juga sangat dinamis Guys. Ada 3 pilihan jam kuliah yang bisa dipilih. Pertama, kelas regular (Senin-Kamis, Pukul 09.00-14.30), kedua, kelas malam (Senin-Kamis 18.00-21.30) dan yang ketiga, ada juga kelas karyawan (Jumat, Pukul 18.00-21.30 dan Sabtu, Pukul 09.00-16.00).

 

So… Ayo Guys.

Daftarin diri kamu sekarang…

Semakin kamu cepet daftar, semakin kita kasih diskon khusus yaaa.

Ditunggu yaa Guys. See You …

 

Akpar Pertiwi Goes To Jogya 2018

FIELD TRIP

AKPAR PERTIWI GOES TO JOGYA 2018

KITA SATU KELUARGA

 

Beberapa waktu yang lalu, Mahasiswa Semester 4 Akpar Pertiwi, mengadakan Field Trip dengan tujuan destinasi wisata ke Jogyakarta. Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 5-8 Maret 2018 dan diikuti oleh 46 mahasiswa dengan 5 orang sebagai dosen pembimbing.

Destinasi pertama yang dituju adalah Candi Borobudur, sebuah heritage yang merupakan warisan budaya dari Indonesia berkelas dunia. Tingginya anak tangga menuju puncak tertinggi dari Candi Borobudur, tidak melemahkan semangat dan keceriaan mahasiswa. Mereka berfoto, bercengkrama sekaligus menikmati suasana pagi yang hangat.

Selepas dari Candi Borobudur, destinasi selanjutnya adalah Candi Prambanan. Suasana di candi ini sangat panas, maklum, mahasiswa dan rombongan memang tiba tepat pukul 12.00. Tap, lagi-lagi, panasnya terik matahari terus membuat mahasiswa semakin bergairah menikmati indahnya Candi Prambanan. Dilokasi ini pula, mahasiswa berfoto bersama dengan membawa teks bertuliskan “Field Trip Akpar Pertiwi Goes To Jogya, Kita Satu Keluarga”.

Sehabis main panas-panasan, sudah saatnya untuk menuju Hotel Lynn. Hotel bintang 3 dengan fasilitas yang berada di tengah kota Jogya. Tak disangka, mahasiswa Akpar Pertiwi disambut dengan meriah oleh General Manager Hotel Lynn, diberikan welcome drink hingga sajian kopi terbaik untuk para dosen pembimbing.

Di sore hari, mahasiswa sudah bersiap dan tampil kece untuk Table Manner. Pihak Lynn Hotel begitu siap dan sempurna dalam mempersiapkan Table Manner ini, mulai dari handbook, making bed, demo F&B product, tour the hotel hingga acara intinya, yakni Table Manner itu sendiri.

Tepat pada pukul 22.00, kegiatan Table Manner berakhir. Agenda selanjutnya adalah tidur. Tapi, apalah daya. Ternyata mahasiswa ingin menikmati suasana Malioboro pada malam hari. Akhirnya dengan segala pertimbangan, para dosen memberikan keleluasaan bagi mahasiawa untuk menikmati malam hari di Jogya. Yeeeaayayyy, begitu teriaknya.

Di hari ke 2, mahasiswa Akpar Pertiwi menuju daerah Bantul, dengan destinasi wisata Goa Pindul dan Rafting. Menikmati stalaktit dan bebatuan yang indah di dalam goa dengan menggunakan ban yang besar.  Suasana di dalam goa yang gelap, banyak kelelewar menambah seru perjalanan wisata kali ini.

Puas dengan bermain di bawah Goa Pindul, rombongan menuju Sungai untuk bermain Jogya. Tak disangka, teryata hujan deras tiba. Kondisi air semakin tinggi dan deras. Tapi lagi-lagi, mahasiswa malah semakin bersemangat. Memacu adrenalin katanya.

Pada malam hari, rombongan mahasiswa menuju Taman Lampion. Dengan efek lampion, beraneka ragam hewan, kendaraan dan bunga, tampil indah dan mempesona. Tak ayal, ini menjadi spot yang tepat untuk…. Selfie!

Keesokan harinya, sebelum pulang, ada waktu bebas. Waktu itu digunakan untuk seluruh rombongan untuk ber….be…..lan…..ja. Maklum, Jogya itu murah-murah. Rombongan dosen berbelanja di Pasar Beringharjo dan Pusat KaosJogya. Membeli tas, batik, kaos hingga souvernirs untuk oleh-oleh. Dan memang, murraaaaaah. Dapat banyak deh.

Tepat pukul 11.00, rombongan check out dari Hotel Lynn untuk menuju Jakarta. Akpar Pertiwi mengucapkan terima kasih atas segala pelayanan yang diberikan oleh Lynn Hotel. Sungguh indah kenangan di Jogya, karena Jogya, memang istimewa.

[WD_FB id=”1″]

AUDIENSI MAHASISWA AKPAR PERTIWI DENGAN KOMISI X DPR RI

Peranan Komisi X DPR RI Dalam Memajukan Pariwisata Indonesia

Shock! Itulah satu kata yang mungkin terlintas dari benak mahasiswa semester 3, baik pagi maupun malam, ketika mendapatkan jawaban dari DPR RI Komisi X tentang niatannya audiensi yang direspon positif. Bagaimana tidak, surat yang dilayangkan pada hari Kamis, 18 Januari 2018, mendapatkan balasan langsung pada keesokan harinya, Jumat, 19 Januari 2018. Isinya adalah, Mahasiswa Akpar Pertiwi diterima dan akan ditemui langusng oleh Wakil Ketua Komisi X. Luar Biasa! Tentu ini adalah hak yang istimewa. DPR RI dengan segala agenda jadwalnya yang pada merayap, tentu merespon surat dengan cepat aalah suatu hal yang luar biasa. Oleh karenanya, dalam kunjungan ini, mahasiswa Akpar Pertiwi tidak akan melewatkannya begitu saja. Dan ini terbukti dari persiapan yang dilakukan.

Berangkat pada pukul 08.00 pagi dari Kampus Cililitan dengan menggunakan kendaraan oniline, mahasiswa begitu antusias. Dengan menggunakan seragam yang rapih dan penampinan yang kece, mahasiswa Akpar Pertiwi terlihat seperti calon anggota DPR RI di masa depan. Setibanya di Gedung DPR RI, mahasiswa menuju Gedung Nusantara I, ke lantai 3, dan disambut oleh Fraksi PKS Komisi X. Disana, sudah ada Pak Rosandi dan Bu Susi selalu dosen dari Akpar Pertiwi yang juga tenaga ahli Komisi X.

Acara dimulai dengan sambutan dari PLT Direktur Akpar Pertiwi dan disambung oleh Wadir III Bidang Kemahasiswaan, yakni Bpk. Muhammad Heykal. Sebagi selingan, mahasiswa juga menyanyikan yel-yel ala Akpar Pertiwi. Setelah itu, kemudian pemaparan dari Bapak Andi Sholahuddin, mantan Anggota DPR 2004-2009 yang saat ini menjabat Tenaga Ahli Komisi X. Lalu pembicara 2 yang juga bertindak sebagai moderator adalah Bapak Firmansyah yang menjabat sebagi tenaga ahli Komisi X yang juga merupakan dosen di Unpad.

Dalam pemaparannya, keduanya menyampaikan tentang bagaimana Indonesia merupakan negara yang indah, kaya budaya dan luas, tetapi pengelolaan pariwisatanya, masih belum optimal. Padahal saat ini, pariwisata sudah menjadi penyumbang desivi ke 4 terbesar dibawah minyak bumi, batu bara dan sawit. Bahkan sudah menjadi yang ke 2 di tahun 2018 ini. Namun sejumlah permasalahan masih saja ditemui, seperti akses, penginapan hingga kebersihan. Sejumlah pertanyaan pun banyak disampaikan oleh mahasiswa, seperti dari Aldi yang bertanya tentang, mengapa dan bagaimana prospek untuk wisata halal di Indonesia.

Selepas makan siang, Wakil Ketua Komisi X pun tiba, yakni Bapak Dr. Adul Fikri Faqih MM. Beliau menyambuat dan memberikan pemaparan terkait hubungan antara pendidikan di perguruan tinggi dengan pariwisata Indonesia. Sebagai wakil Ketua DPR RI Komisi X, tentu data yang disajikan sangat menarik dan membuka pikiran para mahasiswa. Tak terasa, selama 1 jam beliau memberikan pemaparan, maka berakhir sesi audiensi ini. Acara terakhir dilakukan dengan penukaran cinderamata serta foto Bersama.

Selepas shalat Dzuhur, mahasiswa diajak menuju museum DPR dan Gedung Rapat Paripurna. Walaupun sempat terkendala adanya gempa yang menggunjang Banten sehingga berdampak ke Jakarta, namun acara masih tetap bisa dilaksanakan. Di museum, mahasiswa didampingi oleh Kepala Museum, yakni Bapak Teddy. Beliau memberikan penjelasan terkait sejarah pendirian gedung DPR dan sejarah kemerdekaan RI dari sisi organisasi yang menjadi cikal bakal DPR RI. Banyak foto yang terpampang disana yang tidak dimengerti, namun setelah dijelaskan, barulah para mahasiswa bisa mengerti. Di dalam museum, para mahasiswa bebas mengamil foto dan video, yang tidak boleh adalah memegangnya. Puas berada di museum, para mahasiswa diajak oleh Pak Teddy menuju ruangan Rapat Paripurna. Disinilah tempat dimana president Indonesia dilantik. Gedung yang memiiki nilai sejarah yang luar biasa bagi bangsa Indonesia.

Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 15.30, sudah sore dan saatnya pulang. Tapi sebelum pulang, selfie dulu. Dahhhh… 😀

Akpar Pertiwi – Field Trip To Pulau Tidung

Sebagai bentuk keberhasilan dalam menyelenggarakan kegiatan Pertiwi Food Festival 2017 yang berlangsung pada bulan Mei 2017 lalu, seluruh panitia yang berasal dari Mahasiswa Semester IV, baik pagi maupun malam, yang berjumlah 42 orang, melakukan kegaitan liburan bersama ke salah satu di Kepulauan Seribu, yakni Pulau Tidung. Kegiatan ini diberi nama Field Trip to Tidung Island yang diselenggarakan 15-16 Juli 2017. Adapun sebagai pendamping, Wadir III Bidang Kemahasiswaan Akpar Pertiwi, yakni Bapak Muhammad Heykal S.ST., M.Par didampingi oleh Bapak Jodi, sebagai salah satu dosen favorit di Akpar Pertiwi, ikut menemani para mahasiswa.

Sebagai Ketua Panitia, terpilihlah Muhammad Idris Leo Pahardi dan diwaliki oleh Fatur Rahman yang berasal dari kelas yang sama, yakni kelas pagi. Keduanya dan dibantu oleh panitia yang lain mempersiapkan segala sesuatunya demi kelancaran dan keberhasilan acara Field Trip tersebut, mulai dari peralatan yang harus dibawa, briefing ketika snorkeling, pembagian kamar, hingga acara malam keakraban.

Dengan persiapan selama kurang lebih 2 bulan, akhirnya waktu yang ditunggu pun tiba. Perjalanan dimulai dari Kampus, semua mahasiswa berkumpul pada pukul 04.00 pagi. Lalu pergi menuju Pelabuhan Muara Angke sehabis Shalat Subuh menggunakan kendaraan dari Bus TNI AL. Tepat pada pukul 05.45 tiba di Pelabuhan Muara Angke dan ternyata keadaan disana, sudah sangat amat ramai sekali. Banyak nelayan dan juga wisatawan lokal dengan berkelompok-kelompok.

Pukul 06.00 pagi, loket pun dibuka, salah satu perwakilan membeli tiket. Tak lama kemudian, tiket di dapat dan menaiki Kapal Laut. Semuanya diwajibkan untuk menggunakan rompi air untuk keselamatan. Dalam 1 kapal, terdapat 225 penumpang dan terisi penuh. Perjalanan menuju Pulau Tidung memakan waktu hingga 2,5 jam. Perjalanan agak terlambat dari jadwal, dikarenakan ada inspeksi dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengenai keselamatan dan kelayakan kapal. Walhasil, pukul 08.30 WIB, Kapal baru diizinkan berangkat. Seluruh mahasiswa mengambil posisi yang nyaman, ada yang di dalam sambal tiduran dan ada yang di pinggir kapal. Selama diperjalanan, ada mahasiswa yang tidur, melamun, bernyanyi hingga bercanda riang dengan wisatawan yang lain. Dan tak lupa, berfoto-foto juga agenda yang tak mungkin dilupakan.

Tak terasa, Kapal pun tiba di Pulau Tidung. Tour Guide yang akan menemani selama berada di Pulau Tidung, sudah siap menyambut kedatangan mahasiswa. Tour guide mengarahkan menuju penginapan sejauh 200 meter. Perjalanan di laut memang membuat mahasiswa lemas hingga membuatnya lapar, maka makan siang yang sudah siap di penginapan, pun langsung dilahap tanpa aba-aba. Hehehehe….

Agenda pada siang itu adalah agenda yang paling ditunggu, yakni snorkling. Bermain dengan ikan yang cantik serta menikmati terumbu karang, tentu pengalaman pertama yang tak akan terlupakan. Dengan dibantu oleh 4 orang tour guide professional yang bisa menyelam, para mahasiswa terlihat bersemangat. Walaupun sebelumnya ada yang khawatir karena tak bisa berenang. Snorkling dilakukan diantara Pulau Tidung dengan Pulau Payung. Laut yang jernih, gelombang yang tenang, cuaca yang cerah, membuat 3 jam snorkling jadi tak terasa.

Sehabis snorkling, destinasi selanjutnya adalah Jembatan Cinta. Sebuah destinasi yang sangat ikonik disana. Konon katanya, apabila kita berani untuk meloncat dari jembatan cinta ke laut, maka kita akan dipertemukan dengan jodoh. Ciiiieeeeee…. Karenanya, mahasiswa yang jomblo, langsung meloncat dengan modal nekat. Padahal ketinggian jembatan dengan air laut, bisa mencapai 4 meter. Demi jodoh katanya. Hehehe….Yang tak berani, ada yang bermain banana boat, bermain pasir dan makan bakso dipinggir pantai. Tak terasa, matahari pun sudah terbenam, saatnya kembali ke penginapan dan persiapan acara malam keakraban.

Tepat pada pukul 20.00 WIB, setelah melaksanakan ibadah shalat Isya berjamaah, seluruh mahasiswa berkumpul menuju pesisir pantai. Disana akan dilakukan kegaitan barbeque, bermain games, tuker kado hingga penerbangan lampion. Sambil menikmati angina yang sejuk, ditambah desiran ombak, kegiatan berjalan dengan meriah. Games pilih jujur atau lakukan membuat suasana meriah dan riuh. Tukar kado dilakukan dengan berbagai hadiah yang unik, ada yang mendapatkan topi, kaca mata bahkan ada pula yang memberikan sandal. Terakhir, acara ditutup dengan penerbangan lampion setelah dituliskan harapan di dalamnya.

Keesokan harinya, seluruh mahasiswa menikmati sunset di pinggir pantai. Sambil menikmati makan pagi dan berolahraga tentunya, sambal mencari oleh-oleh juga. Suasana dengan warga dan wisatawan sekitar juga penuh keakraban. Sekembalinya menikmati suasana pagi, akhirnya tiba waktunya untuk bersiap-siap pulang. Liburan ini memang hanya sebentar, tetapi tetap saja once in a life time!

My dad leased the restaurant

My dad leased the restaurant at the Coast Inn in the late 1950s. People’s recollection of when the Boom Boom Room became fully gay is wrong. The idea that it started 50 years ago isn’t true. ”It’s actually fitting [to be back on the wing],” he said. ”My first game for a World Cup team was on the wing against Japan back in 2007. It’s kind of nice that I get that opportunity again for my second World Cup here in New Zealand similar circumstances and the same number..

Cheap NBA Snapbacks Involve participants actively. Give speeches that are customized, not canned. Do this, and your audiences will honor you with applause and invitations to return.. Industrial policy. What follows is MH summary of Secretary Clinton and Mr. President. Living in a studio apartment without a parking space or proper airconditioning can cost as much as a four bedroom house with a pool in the sticks. Even moving to a city’s outer suburbs means spending a lot more for a lot less space, whether you’re renting or buying. This can hurt a bit if you think about it for too long.. Cheap NBA Snapbacks

Cheap Snapbacks There are many styles of hats, including flex fit hats, fitted hats, reversible hats or even cuffed knit beanies. This gives you a great selection to choose when you are looking to make a purchase. There are different materials used to make basketball hats. Cheap Snapbacks

cheap Football Snapback To generalise in this way is not helpful,” Kezelmansaid.As Dr Kelezman points out: “The challenge for those reporting or speaking about child abuse in the public arena is how to increase community awareness while minimising the risks of re traumatisation for those affected and secondary traumatisation for members of the community.”The need to put things up online ASAP seems to sometimes take precent over the need supreme hats to report ethically and fairly.Pointing out people with “damaged backgrounds” as possible sex offenders demeanors and trivializes the trauma they have suffered. There is enough protection out there, from police and corrections, to ensure people who are correctly identified as pedophiles remain isolated from children. We do not need online news sites creating hysteria and judging people based on a few characteristics. cheap Football Snapback

replica snapbacks The women were from poor backgrounds, spoke little English and were lured with promises of a better life. As part of the contract, the women would owe a debt ranging from $40,000 to $60,000 and would be “owned” by the organization until that debt was repaid.The women were often encouraged to have breast implants to make them more appealing to potential clients. The cost of the surgery was added to their debt replica snapbacks.

Semarak Ramadhan Akpar Pertiwi

Akpar Pertiwi akan mengadakan kegiatan SEMARAK (Semangat Mahasiswa Rayakan Keberkahan) RAMADHAN 1437. Aneka acara akan disajikan, seperti Kajian Islami, Motivasi dr Pembina/Ketua YPPG, Dzikir Bersama, Pembacaan Shalawat hingga aneka hiburan (standup, musik dan games) dan tak lupa berbuka puasa bersama. Kegiatan ini akan diselenggarakan pada Selasa, 14 Juni pukul 16.00.
Acara berupa:
1. santunan kepada santri dari yayasan miftahul jannah dan yayasan ahsanu amala sebanyak 60 santri.
2. Penyerahan barang/baju/jilbab bekas layak pakai ke yg membutuhkan.
3. Penyerahan sembako