KKN-PKM AKPAR Pertiwi Bangun MCK Di Pelosok Bukit!

Kegiatan KKN-PKM AKPAR Pertiwi yang dilaksanakan oleh Kelompok IV bersama dengan Dosen Pendamping, yakni Bapak Muhammad Heykal S.ST., M.Par dan Ibu Frisiska dari Program Studi D4 MICE yang dilaksanakan pada 11-13 Juni 2021 di Curug Asoy, Sentul, Bogor, telah selesai diselenggarakan.

Tiga ragam kegiatan yang diberikan, yakni pertama pembangunan sarana dan pra-sarana, berupa MCK, penunjuk arah dan gerbang selamat datang sudah selesai. Pun sama dengan yang kedua, yakni memberikan produk digital berupa google
maps, akun instagram, tiktok, email dan juga website unutk Curug Asoy, juga tuntas dilaksanakan. Serta yang paling akhir, adalah memberikan pelatihan kepada remaja disana, agar bisa mengelola konten digital tersebut agar bisa menjadi alat promosi sehingga Curug Asoy menjadi favorit destinasi wisata disana, lagi-lagi tuntas dieksekusi. Sehingga, secara keseluruhan, program KKN-PKM AKPAR Pertiwi pun, tuntas dilaksanakan dari awal persiapan hingga akhir dan berjalan sukses dan lancar.

 

 

Potensi Curug Asoy
Kawasan Sentul, Bogor memang banyak menyediakan wisata baik itu wisata alam ataupun wisata buatan, namun siapa sangka ternyata masih ada wisata yang menarik perhatian kita namu sayang lokasinya masih tersembunyi.

Wisata-wisata yang masih tersembunyi ini tentunya masih sangat asri dan alami, dan juga belum banyak sampah di wisata tersebut. Jalan untuk menuju ke wisata tersebut juga tentunya masih sangat alam, dan tentunya cenderung sulit untuk dilewati. Tapi hal ini tentu menjadi hal yang menarik karena menantang. Salah satu wisata alam di kawasan Sentul, Bogor yang menarik perhatian, namun masih tersembunyi ini adalah Curug Asoy dan Leuwi Putri.

Curug Asoy dan Leuwi Putri bisa dikatakan sebagai surga tersembunyi. Mengapa tidak? Airnya sangat bersih. Suara hewan masih sering dijumpai dan tak kalah pentingnya adalah hamparan bukit, sawah dan pepohonan sangat indah. Selain itu, jalur menuju ke lokasi juga sangat menantang bagi yang suka jalur pendakian.

Namun ternyata keindahan tersebut tidak bisa dinikmati sepenuhnya oleh wisatawan, ada beberapa faktor diantaranya, Curug Asoy tidak ada di google maps, tidak punya akun media sosial. Tambah lagi, sarana dan prasarana dasar, seperti akses jalan, dalam keadaan rusak, tanah merah dan juga licin. Dan, MCK pun tidak ada! Berdasarkan itulah mahasiswa AKPAR Pertiwi Kelompok IV memilih Curug Asoy sebagai destinasi KKN-PKM ini.

Kerjasama dengan Warga
Kegiatan KKN-PKM Akpar Pertiwi ini sangat luar biasa. Bagaimana tidak? Mahasiswa bekerja sama dengan warga sekitar sana untuk meningkatkan fasilitas di Curug Asoy dan Leuwi Putri. Dengan jumlah anggota peserta KKN yang hanya 11 orang dan ditambah dengan 2 Dosen Pembimbing, apakah bisa meningkatkan fasilitas di sebuah destinasi wisata? Tentu Bisa! (Jawab mahasiswa bersemangat).

Koordinasi dibuat oleh mahasiswa, mereka sepakat untuk melakukan survey dan juga melakukan audiensi dengan RT, RW dan pengurus Curug Asoy tentang program KKN-PKM ini. Mereka menyampaikan bahwa ingin berkolaborasi dengan warga, dengan mengerahkan tenang, pikiran, waktu bahkan materi utuk menambah sedikit fasilitas dan promosi Curug Asoy.

Akhirnya rancangan kegiatan dimulai, dibagi dengan 3 hari, sejak Jumat, mahasiswa dibagi ke beberapa tim, ada bagian yang pembangunan sarana fisik, seperti plang nama jalan, papan nama selamat datang datang sampai pembangunan MCK. Mahasiswa belajar seperti kuli bangunan, belanja kematrial, menghitung bahan baku dan juga belajar membuat MCK dengna baja ringan tersebut. Mahasiswa lainnya membuat akun email, IG, google maps dan juga website. Di dampingi oleh para dosen, mahasiswa semangat bekerja dan warga pun juga semangat dalam bekerja.

Selama 3 hari di Curug Asoy, mahasiswa memilih untuk tinggal di tenda, mereka tidak ingin pulang, selain jarak rumah yang jauh, mereka juga memilih untuk menyimpan tenaga agar tidak kelelahan. Padahal tinggal di tengah gunung sangat berbahaya, tidak ada listrik, jauh dari keramaian, WC yang sulit bahkan persedian makanan yang sangat tipis. Tambah lagi hari itu, ternyata tenda yang didirikan juga basah hingga ke dalam, karena hujan yang begitu teras. Akhirnya mahasiswa pun berpindah seperti ke dalam sebuah pos, yang diisi 11 orang!

Hari pertama behasil dilalui, kedua dan hingga ketiga. Pembangunan seluruh fasilitas menyelesaikan 75%. Memang tidak sempurna, karena ada banyka kendala yang dihadapi, seperti tenanga ahli yang kurang, anggaran yang melesat dan juga cuaca hujan yang menggangu ritme pekerjaan. Namun alhamdulillah semua bisa terlewati.

Selamat Tinggal Curug Asoy
3 hari kegiatan KKN telah dilalui dan waktu yang telah ditetapkan telah berakhir. Kesedihan para mahasiswa dirasakan dan mulai melanda bagi kelompok IV maupun warga di Curug Asoy. Disana membuat mahasiswa belajar untuk saling bekerja sama satu sama lain, saling menjaga, dan saling menolong. Segala kesusahan yang terjadi, ternyata menjadi sangat indah, ketika mahasiswa melihat keberhasilan program KKN-PKM. Warga sangat senang dan sangat terbantukan dengan adanya program ini. Curug Asoy sudah kami anggap kampung halaman kami yang suatu saat akan kami kunjungi. Keramahan, kekeluargaan, gotong-royong, ramah tamah akan selalu menjadi memori yang selalu kami rindukan dan tidak akan pernah kami lupakan.

Terimakasih untuk Curug Asoy dan warga telah memberikan mahasiwa banyak pengalaman yang sangat berharga. Meskipun dalam waktu yang singkat, pengalaman ini, tidak akan pernah di dapat dimanapun, pengalaman hidup yang luar biasa yang akan menjadi bekal untuk masa depan mahasiswa. Happy holiday guys.

Ditunggu di Curug Asoy!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *