Audiensi Mahasiswa Semester 3 Akpar Pertiwi dengan Komisi X DPR RI

Komisi X DPR RI Fraksi PKS menerima audiensi Mahasiswa Semester 3 TA 2018/2019 Akademi Pariwisata Pertiwi, yang didampingi oleh 6 orang Dosen mereka. Audiensi ini dimaksudkan guna sharing knowledge terkait kondisi terkini mengenai Pariwisata di Indonesia. Selain itu kegiatan Audiensi ini merupakan salah satu Agenda wajib bagi Mahasiswa Semester 3 di Akpar Pertiwi. Di hadapan para mahasiswa Akpar, Komisi X DPR RI yang diwakili oleh Prof. Agus menyampaikan sejumlah penjelasan terkait pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh para peserta Audiensi, yakni seputar kebijakan-kebijakan yang berkenaan dengan Perkembangan Pariwisata di Indonesia.

Setelah selesai sesi Tanya jawab berakhir, seluruh peserta audiensi dan para dosen, diberi waktu untuk menikmati makan siang yang sudah disediakan oleh Tuan Rumah, dan dilanjutkan dengan sholat berjamaah di Masjid yang cukup besar, yang terletak di dalam area Gedung MPR/DPR RI. Usai makan siang dan sholat berjamaah, kami pun digiring untuk memasuki Museum MPR/DPR RI. Saat masuk ke dalam, pajangan yang pertama dilihat adalah beberapa kursi, meja, podium dan jam dinding yang menurut sejarahnya digunakan dalam sidang.

KNIP pada 7-12 Desember 1949 di Keraton Yogyakarta. Sidang itu membicarakan hasil Konferensi Meja Bundar yang menjadikan Indonesia sebagai negara Republik Indonesia Serikat (RIS). Turut dipajang di antara kursi-kursi itu sebuah mesin tik yang digunakan dalam sidang konstituante di Bandung. Mesin tik jadul itu digunakan oleh sekretaris sidang DPR periode 1956-1959.  Selain itu, jika berjalan lagi ada benda lain yang kali ini dipajang di dalam kotak kaca, yaitu ‘keraf’ atau tempat air minum anggota MPRS tahun 1960-1965 dan pesawat telepon yang digunakan pada sidang umum MPRS 1960-1965 di Gedung Societeit Concordia Bandung (gedung merdeka). Sementara pada dinding-dinding museum ditampilkan foto-foto pimpinan DPR Sementara era 1950-1956, DPR hasil pemilu ke-1 1955-1959, dan seterusnya hingga pimpinan DPR hasil Pemilu 2014.

Setelah puas seolah memasuki lorong waktu, kami beranjak lagi menuju Gedung Kura-kura. Kami kemudian dipandu oleh seorang staff humas, yang menjelaskan dengan panjang lebar menegnai sejarah Gedung Kura-kura ini, juga fungsi dan kegunaan gedung tersebut. pada setiap sesi tentu tak lupa diakhiri dengan foto-foto bersama.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *