Jurnal Vol.4 No.2 Juli 2011

Jurnal Pesona Volume 4, No.2 – Juli 2011
ISSN: 2086-9037
 
MOTIVASI PENGUNJUNG UNTUK BERKUNJUNG KE TAMAN MARGASATWA RAGUNAN DI JAKARTA
 
Honi Chiquita
Universitas Sahid
 
Abstract
Ragunan Park is the object and natural tourist attraction that is engaged in the conservation of fauna that has a unique and distinct advantage compared to other attractions. This research aims to determine the motivation of tourists to visit the Wildlife Areas ragunan Jakarta. As for some of their motivations for visiting the park Ragunan anyone want a hobby, there is a reason the price of admission is very affordable, because pcndidikan reasons, but not least also mcnyatakan that Ragunan Park kebersihanya less attention, the facilities are not quite complete. Based on the results of field research shows the majority of visitors that visit is for recreation by (70%), observation of (18%), for research by (8%), and for the conservation of (4%). But most of them feel less towards environmental cleanliness contained garbage that littered the area around the cages of animals, and also the smell of manure is not good. So that tourists will be reluctant to make a return. For it with their demands to satisfy the needs of tourists who can be expected from the pcngelola Park Ragunan can improve the environment in the area Ragunan Park to keep it clean and make tourists comfortable and want to visit again in the future.
 
Key words: motivation and Ragunan wildlife Park
 
Abstrak
Taman Margasatwa Ragunan merupakan obyek dan daya tarik wisata alam yang bergerak di bidang konservasi fauna yang mempunyai keunikan dan keunggulan tersendiri dibandingkan dengan obyek wisata lainnya. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui motivasi wisatawan untuk berkunjung ke Taman Margasatwa ragunan DKI Jakarta. Adapun beberapa motivasi mereka untuk mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan ada yang ingin menyalurkan hobi, ada yang karena alasan harga tiket masuk yang sangat terjangkau, karena alasan pcndidikan, tapi tidak sedikit juga yang mcnyatakan bahwa Taman Margasatwa Ragunan kurang memperhatikan kebersihanya, fasilitas yang tidak cukup lengkap. Berdasarkan hasil penelitian lapangan menunjukkan mayoritas pengunjung yang berkunjung adalah untuk berekreasi sebesar (70%), observasi sebesar (18%), untuk riset sebesar (8%), dan untuk konservasi sebesar (4%). Namun kebanyakan dari mereka merasa kurang terhadap kebersihan lingkungan yang tcrdapat sampah-sampah yang berserakan disekitar area kandang-kandang hewan, dan juga bau dari kotoran hewan yang tidak sedap. Sehingga membuat wisatawan akan enggan kembali. Untuk itu dengan adanya tuntutan pemenuhan kebutuhan untuk memuaskan wisatawan yang dapat diharapkan dari pihak pcngelola Taman Margasatwa Ragunan dapat memperbaiki keadaan lingkungan di area Taman Margasatwa Ragunan agar selalu bersih dan membuat wisatawan nyaman dan ingin berkunjung kembali di lain waktu.
Kata Kunci: Motivasi dan Taman wisata Ragunan
Jurnal Pesona Volume 4, No.2 – Juli 2011
 
 
 
ANALISA POTENSI PARIWISATA PULAU PRAMUKA DALAM RANGKA PENINGKATAN KEPARIWISATAAN DI SUKU DINAS PARIWISATA KABUPATEN ADMINISTRASI KEPULAUAN SERIBU
 
Riski Pujiruvianto
Universitas Sahid
 
Abstract
Pramuka Island is part of administrative district of Pramuka Island that located between Jakarta bay and Java ocean that most of its territory is an area of 6997.50 km2 of marine waters and has 110 islands. Geographically located between 106 ° 20’00 “E – 106 ° 57’00” E and S ^ O’OO “LS – S ^ OO” LS and has great potential for marine tourism such as the Mangrove Forest, Coral Reef and Seagrass very interesting that under the authority of the District Tourism dept of Pramuka Islands. The problem is how to run the product development strategy dept Seribu Islands Tourism District Administration for the potential in the Pramuka island region. Pramuka Island given potential as a marine tourism object. Methods of data collection by observation Tourism dept to Seribu Islands District Administration, as well as distributing questionnaires / questionnaires about infrastructure, transportation and facility / accommodation listed marine tourism dept of Seribu Islands Tourism District. The magnitude of the potential of marine tourism attractions in the Pramuka Island are not supported with a range of information to the public (potential tourists) and also not supported by facilities /accommodations, transportation, facilities and infrastructure. All of the potential that exists in the Pramuka Island should be utilized as much as possible with a planning strategy that is competitive with existing marine tourism area in Indonesia in particular and also the adjustment of the budget funds available in Government of Seribu Islands regency in Jakarta.
The author suggested to the Government of DKI Seribu Islands District Administration. Especially Jakarta Tourism Sub-Department Administrative District Seribu Islands in order to extend the range of information about the potential of marine tourism attractions in Pramuka Island eg through advertisements in print and electronic media, provide alternative means of transportation. Sea transport can not operate on night so the air becomes an alternative means of transportation. Based on the analysis,authors suggest building a runway at Long Island and the acceleration of infrastructure supporting tourism in the dock and on the island of Muara Angke Scouting itself as one of the terminals on the island as access for tourists to visit in addition to tourist islands, and that the government should review the planning Based on the existing funds available.
 
Keywords: potential and pramuka island
 
Abstrak
Pulau Pramuka merupakan bagian wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu yang terletak diantara teluk Jakarta dan laut Jawa yang sebagian besar wilayahnya merupakan perairan laut seluas 6.997,50 km2 dan memiliki 110 pulau. Secara geografis terletak pada posisi 106°20’00” BT – 106°57’00” BT dan S^O’OO” LS – S^OO” LS dan memiliki potensi wisata bahari yang besar seperti Hutan Mangrove, Terumbu Karang dan Padang Lamun yang sangat menarik yang berada di bawah wewenang Suku Dinas Pariwisata Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Permasalahannya adalah bagaimana strategi pengembangan produk yang dijalankan Suku Dinas Pariwisata Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu terhadap potensi-potensi yang ada di Pulau Pramuka mengingat kawasan Pulau Pramuka sangat potensial sebagai obyek wisata bahari. Metode pengumpulan data dengan cara observasi ke Suku Dinas Pariwisata Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, serta penyebaran angket / kuesioner tentang sarana dan prasarana, transportasi dan fasilitas / akomodasi wisata bahari yang terdaftar di Suku Dinas Pariwisata Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Besarnya potensi daya tank wisata bahari yang ada di Pulau Pramuka tidak didukung dengan jangkauan informasi kepada masyarakat (calon wisatawan) dan juga tidak ditunjang dengan fasilitas / akomodasi, transportasi, sarana dan prasarana yang memadai. Semua potensi yang ada di Pulau Pramuka ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin dengan perencanaan strategi yang kompetitif dengan kawasan wisata bahari yang ada di Indonesia khusuanya dan juga dengan penyesuaian anggaran dana yang tersedia di Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu DKI Jakarta. Penulis menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu DKI Jakarta  khususnya Suku Dinas Pariwisata Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu supaya memeperluas jangkauan informasi tentang potensi daya tank wisata bahari di Pulau Pramuka misalnya melalui iklan di media cetak maupun media elektronik, menyediakan alat transportasi alternatif. Transportasi laut tidak dapat beroperasi pada malam hari sehingga alat transportasi udara menjadi alternatif. Berdasarkan analisis, penulis menyarankan membangun landasan pacu di Pulau Panjang dan  melakukan percepatan sarana dan prasarana pendukung pariwisata di dermaga Muara Angke dan di Pulau Pramuka itu sendiri seperti terminal di salah satu pulau sebagai akses bagi wisatawan untuk mengunjungi selain pulau-pulau wisata, dan agar pemerintah menkaji kembali perencanaan yang ada berdasakan dana yang tersedia.
 
Kata Kunci: potensi dan pulau pramuka
 
 
 
 
PENGARUH INVESTASI DAN TENAGA KERJA TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO DI PROVINSI BALI
 
Emilya Tri Handayani
Universitas Sahid
 
Abstract
Bali province is an area that is quite strategic in making investments that could increase regional revenue. As many provinces attract foreign tourists who definitely need the social and cultural conditions, growth and quality of the population, and the advancement of enabling technologies. This research looks at a diversion of investment and employment to regional gross domestic product from 1995 to 2005. This study uses multiple linear regression analysis using the F test and t test. Therefore the effect of investment on employment, these two variables has a redirector to increase the gross regional domestic product in particular the province of Bali. Average domestic investment in Bali from 1995 to 2005 amounting Rp.886.861, 1 million per year with an average annual growth rate of 5.87 percent. Average FDI amounting Rp.252.041 Bali Province, 8 million per year with an average growth rate of 2.9 per year, while the total domestic and foreign investment by an average of Rp. 1,138,902.9 million per year and an average growth rate of -0.41 percent per year. Average labor bakerja in Bali province from 1995 to 2005 amounted to 1,760,838 people per year with a growth rate of 5.56 percent per year. The average GDP in the province of Bali from 1995 to 2005 amounted to Rp.7.578.973 million per year with a growth rate of 2.36 percent per year. The calculation in Appendix II with SPSS data, obtained by the calculation as follows: =6193588- 0,713 X, + 1,248X2 This equation is switch investment to GDP showed negative Xi of – .713 and diversion X2 Labor to GDP showed positive at 1.248. Test results together (F test) showed a switch between Investment and Employment to GDP with an F sig <a = 5% or 0.05. Partial (t test) showed that the diversion of investment to GDP with a = 5% and the diversion of labor to GDP with a = 5%.
Based on the analysis results obtained correlation coefficient (r) = -0.649 means that the relationship between investment in a very weak GDP and Employment Correlation Coefficient (r) = 0.946 means that the relationship between labor with GDP very closely.
 
Keywords: investment, employment, and gross regional.
 
Abstrak
Propinsi Bali merupakan daerah yang cukup strategis dalam melakukan investasi yang dapat meningkatkan pendapatan regional. Sebagai propinsi yang banyak menarik wisatawan mancanegara pasti memerlukan keadaan sosial dan kebudayaan, pertumbuhan dan kualitas penduduk, dan kemajuan teknologi yang kondusif. Penelitian ini melihat pengalih investasi dan tenaga kerja terhadap produk domestik regional bruto dari tahun 1995 sampai dengan tahun 2005. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan menggunakan uji F dan uji t. Oleh karena itu investasi berpengaruh terhadap penyerpaan tenaga kerja, kedua variabel ini mempunyai penganih untuk meningkatkan produk domestik regional bruto khususnya propinsi Bali. Rata-rata investasi PMDN di Propinsi Bali dari tahun 1995 sampai dengan tahun 2005 sebesar Rp.886.861,1 juta per tahun dengan rata-rata tingkat pertumbuhan 5,87 persen pertahunnya. Rata-rata investasi PMA Propinsi Bali sebesar Rp.252.041,8 juta per tahun dengan rata-rata tingkat pertumbuhan 2.9 per tahunnya, sedangkan total investasi PMDN dan PMA dengan rata-rata sebesar Rp. 1.138.902,9 juta per tahun dan rata-rata tingkat pertumbuhan -0,41 persen per tahun. Rata-rata tenaga kerja yang bekerja di propinsi Bali dari tahun 1995 sampai dengan 2005 sebesar 1.760.838 jiwa per tahun dengan tingkat pertumbuhan sebesar 5,56 persen per tahun. Rata-rata PDRB di propinsi Bali dari tahun 1995 sampai dengan 2005 sebesar Rp.7.578.973 juta per tahun dengan tingkat pertumbuhan sebesar 2,36 persen per tahun. Hasil pernitungan pada Lampiran II dengan data SPSS, diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:Y =6193588- 0,713 X, + 1,248X2 Persamaan ini adalah menunjukkan penganih Investasi terhadap PDRB Xi negatif sebesar – 0,713 dan pengalih Tenaga Kerja terhadap PDRB X2 menunjukkan positif sebesar 1,248. Hasil uji secara bersama-sama (uji F) menunjukkan adanya pengalih antara Investasi dan Tenaga Kerja terhadap PDRB dengan nilai F sig < a = 5% atau 0,05. Secara parsial (uji t) menunjukkan bahwa adanya penganih investasi terhadap PDRB dengan a = 5% dan adanya pengalih tenaga kerja terhadap PDRB dengan a=5%. Berdasarkan hasil analisis di peroleh Koefisien Korelasi (r) = -0,649 artinya keeratan hubungan antara Investasi dengan PDRB sangat lemah dan Koefisien Korelasi Tenaga Kerja ( r) = 0,946 artinya keeratan hubungan antara tenaga kerja dengan PDRB sangat erat.
 
Kata Kunci: investasi, tenaga kerja, dan regional bruto.
 
 
 
 
APLIKASI KOMPUTERISASI PADA DEPARTEMEN HOUSEKEEPING, FOOD, AND BEVERAGE, DAN FRONT OFFICE UNTUK PENGOLAHAN DATA ADMINISTRASI TAMU DI HOTEL NOVOTEL SOLO.
 
 Nanik Kartika
Dosen Tetap Akademi Pariwisata Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
The background of this research is about the management of the hospitality industry in managing and conducting activities of a hotel requires some information that is relevant and credible in determining the policy of the hotel which is considered as a step in making the right decisions in a fast time. The information required is the hotel management information on all activities undertaken by the hotel such as information about the guests, including information about the average of guest whose staying at the hotel, frequency of arrival, the percentage of room occupancy, and guest history, as well as information about the use of the services offered by the hotel, and pay charged to guests. Therefore, in order to meet the information needs in accordance with technological advances, the use of computerized systems need to be applied in the world such as the hospitality business because it will help speed up the work and improve the effectiveness and efficiency. But this does not mean that the principles of manual work is fundamental to the implementation of the work being done in some departments of the hotel to be irrelevant to continue to be studied and assessed in the implementation work. Documenting the administration in hospitality reservation require a precision setting mechanism and arranged so that data can be packaged and well fenced. With rapid technological and convenience offered in it, both agencies are now private and public use of technology in the data processing facility that processed manually converted into a pattern that simplifies the process of computerization and data entering saved searches in the database. The database was created with the aim that more optimal work processes and can be performed accurately and precisely with the bit error rate. In managing this data, the hotel must have a system of processing and data management are good and orderly, which will be useful to smooth the data storage and can provide security to the data. The foregoing can provide facilities for every hotel owners to provide and provide maximum service to residential. Keyword: Computerized, Microsoft Visual Basic 6.0, Novotel Hotel – Solo
 
Key words: computerized, microsoft Visual Basic 6.0, Novotel Hotel – Solo
 
Abstrak
Latar belakang penelitian ini adalah tentang pengelolaan industri perhotelan dalam mengelola dan melaksanakan kegiatan dari sebuah hotel membutuhkan beberapa informasi yang relevan dan kredibel dalam menentukan kebijakan hotel yang dianggap sebagai langkah dalam membuat keputusan yang tepat secara cepat waktu. Informasi yang diperlukan adalah informasi manajemen hotel pada semua kegiatan yang dilakukan oleh hotel seperti informasi tentang tamu, termasuk informasi tentang rata-rata tamu yang tinggal di hotel, frekuensi kedatangan, persentase hunian kamar, dan sejarah tamu, seperti serta informasi tentang penggunaan layanan yang ditawarkan oleh hotel, dan membayar biaya untuk tamu. Oleh karena itu, dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi sesuai dengan kemajuan teknologi, penggunaan sistem komputerisasi perlu diterapkan di dunia seperti bisnis perhotelan karena akan membantu mempercepat pekerjaan dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi. Tapi ini tidak berarti bahwa prinsip-prinsip pekerjaan manual adalah dasar pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan di beberapa departemen hotel menjadi tidak relevan untuk terus dikaji dan dinilai dalam pelaksanaan pekerjaan. Mendokumentasikan administrasi di hospitality pemesanan memerlukan mekanisme pengaturan presisi dan diatur sedemikian rupa sehingga data dapat dikemas dan baik dipagari. Dengan teknologi yang cepat dan kemudahan yang ditawarkan di dalamnya, kedua lembaga kini pribadi dan kepentingan umum teknologi di fasilitas pengolahan data yang diolah secara manual diubah menjadi pola yang menyederhanakan proses komputerisasi dan data memasuki pencarian tersimpan dalam database. Database ini dibuat dengan tujuan agar proses kerja lebih optimal dan dapat dilakukan secara akurat dan tepat dengan tingkat kesalahan bit. Dalam mengelola data ini, hotel harus memiliki sistem pengolahan dan manajemen data yang baik dan teratur, yang akan berguna untuk kelancaran penyimpanan data dan dapat memberikan keamanan data. Hal tersebut dapat menyediakan fasilitas bagi setiap pemilik hotel untuk menyediakan dan memberikan pelayanan yang maksimal untuk perumahan. 
 
Kata kunci: Komputerisasi, Microsoft Visual Basic 6.0, Novotel Hotel – Solo
 
 
?
PENGARUH KNOWLEDGE MANAGEMENT TERHADAP KINERJA KARYAWAN
 
Rina Ekawati
Akademi Tetap Pariwisata Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
At the era of the global competition, knowledge management hopefully could provide sufficiently significant contributions to human resources, particularly among the hospitality world. This research is aimed at measuring the influence of knowledge management on the performance of the employees using case studies on the front office department at the Kartika Plaza Hotel. The outcome of this research reveals that knowledge management indirectly affects the employee’s performance, personal knowledge significantly affects job procedure, and the most dominant element of influencing the employee’s performance is technology.
 
Keywords: knowledge management, working performance, Surabaya Plaza Hotel
 
Abstrak
Pada era persaingan global saat ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang baik bagi sumber daya manusia khususnya pada dunia perhotelan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh manajemen pengetahuan terhadap kinerja karyawan dengan studi kasus pada departemen front office di Kartika Plaza Hotel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara tidak langsung mempengaruhi kinerja karyawan, pengetahuan pribadi secara signifikan terhadap job procedure, dan faktor yang paling dominan mempengaruhi kinerja karyawan adalah teknologi.
 
Kata Kunci: pengetahuan manajemen, prestasi kerja, Hotel Surabaya Plaza
 
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *