Jurnal Vol.1 No.2 Januari 2008

Jurnal Pesona Volume 1, No.2 – Januari 2008
ISSN: 2086-9037
 
PENGARUH MOTIVASI DAN APATHY TERHADAP FEEDBACK SEEKING ORIENTATION DAN KEPUASAN KERJA DI INDUSTRI JASA PERHOTELAN
 
Tiurida Lily Anita
Dosen Akademi Pariwisata Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
Hotel, as a home away from home place, which has a perishable product with the complex activity from their employees, certainly should have a potential character to keep sustainable in the service industry. To keep it sustainable, the management should have a good relationship with their employees and customers. In this research, a good relationship with the employee can be created by a good motivation, less apathy, and it has an effect with the feedback. This condition can be seen by the employee’s satisfaction. The management can drive a conducive working condition to help generate a good service climate. The research was undertake in a hotel service industry in North Jakarta. The Purpose of this study was to evaluate the Effect of Employees’ motivation and apathy of feedback-seeking orientation and their job satisfaction.
 
Keywords: motivation, apathy, and job satisfaction
 
Abstrak
Hotel, sebagai rumah jauh dari rumah tempat tinggal, yang memiliki produk perishable dengan kegiatan yang kompleks dari karyawan mereka, tentu harus memiliki karakter potensial untuk menjaga berkelanjutan dalam industri jasa. Untuk tetap berkelanjutan, manajemen harus memiliki hubungan yang baik dengan karyawan dan pelanggan. Dalam penelitian ini, hubungan yang baik dengan karyawan dapat dibuat dengan motivasi yang baik, kurang apatis, dan memiliki efek dengan umpan balik. Kondisi ini dapat dilihat dari kepuasan karyawan. Manajemen dapat mendorong kondisi kerja yang kondusif untuk membantu menghasilkan iklim pelayanan yang baik. Penelitian ini melakukan di industri jasa perhotelan di Jakarta Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi Pengaruh motivasi dan apatis orientasi umpan-balik dan kepuasan kerja karyawan.
 
Kata kunci: motivasi, apatis, dan kepuasan kerja
 
 
 
 
 
ANALISA SEGMENTASI KONSUMEN “COMPLAINER” DAN “NON COMPLAINER” BERDASARKAN KARAKTERISTIK KONSUMEN PADA INDUSTRI PENERBANGAN INDONESIA
 
Taufik M Guntur 
Dosen Tetap Akademi Pariwisata Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
The background of this research, knowing that there are a lot of airlines industries in Indonesia especially in Jakarta makes airlines managers must strive to know how to please costumers. Many Dissatisfied clients/passengers prefer to take their complaints or concern to service from the airlines. Its very important to understand where are a service if failing and to improve service quality. The objectives of this research is service complainers and non-complainers on the basis of five personality characteristic (perceived control, Machiavellianism, self efficacy, self-monitoring) and attitude toward complaining. The design of this research applies to Domestic Airlines and the questionare were spreaded away to 200 respondents / passengers from 7 Domestic Airlines in Indonesia, Especially in Jakarta. The result of this research indicate that attitude toward complaining, perceived control and self monitoring were significant discriminating variables between complainers and non-complainers. Other variables tested such as self efficacy and Machiavellianism were not significant.
 
Keywords: characteristic and consumen
 
Abstrak
Latar belakang penelitian ini, mengetahui bahwa ada banyak industri penerbangan di Indonesia khususnya di Jakarta membuat manajer penerbangan harus berusaha untuk mengetahui bagaimana untuk menyenangkan pelanggan. Banyak klien / penumpang yang tidak puas memilih untuk mengambil keluhan atau kekhawatiran mereka untuk layanan dari maskapai penerbangan. Yang sangat penting untuk memahami di mana layanan jika gagal dan untuk meningkatkan kualitas layanan. Tujuan dari penelitian ini adalah pengeluh layanan dan non-pengeluh atas dasar lima karakteristik kepribadian (keluhan, kepribadian dan pemantauan diri) dan sikap terhadap mengeluh. Rancangan penelitian ini berlaku untuk penerbangan domestik dan kuesioner tersebut disebarkan pergi ke 200 responden / penumpang dari 7 Maskapai Domestik di Indonesia, Terutama di Jakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap terhadap keluhan, persepsi pengendalian dan pemantauan diri adalah variabel membedakan signifikan antara pengeluh dan non-pengeluh. Variabel lain seperti diuji efikasi diri dan kepribadian tidak signifikan.
 
Kata kunci: karakteristik dan konsumen
 
 
?
PENGARUH PARTICIPATORY LEADERSHIP TERHADAP PATIENT
SATISFACTION MELALUI CLINICAL QUALITY, PROCESS QUALITY, DAN SERVICE VALUE PADA RUMAH SAKIT
 
Setiawan Wibiksono
Universitas Trisakti
 
Abstract
The Background of this research is managers constantly struggle with where to allocate their resources and efforts in managing the complex service delivery system called a hospital. The broadest sense, their decisions and actions focus on important aspects of health care—clinical or tehnical medical care that emphasizes “what” the patients receive and process performance and service value that emphasize “how “health care services are delivered to patients. The objectives of this research is to investigate the effect of leadership, clinical quality, process quality, and service value on patient satisfaction in hospitals The design of this research applies to two hospitals in Jakarta and the questionnaires 1 .ere spreaded away to 80 respondent/employees by using area sampling.  The result of this research conclude that hospital leadership has more influence on process quality than on clinical quality. Other result are discussed, such as thgt hospital managers must be mindful of the fact that process quality is at least as important as clinical quality in predicting patient satisfaction, and service value plays role as an intervening variable between process quality and patient satisfaction.
 
Keywords: leadership, clinical quality, process quality, service value, and patient satisfaction
 
Abstrak
Latar Belakang penelitian ini adalah manajer terus berjuang dengan mana untuk mengalokasikan sumber daya dan upaya dalam mengelola sistem pelayanan kompleks yang disebut rumah sakit. Dalam arti luas, keputusan dan tindakan mereka fokus pada aspek-aspek penting dari perawatan klinis atau teknikal perawatan medis kesehatan yang menekankan “apa” pasien menerima dan kinerja proses dan nilai layanan yang menekankan “bagaimana” layanan kesehatan diberikan kepada pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan, kualitas klinis, kualitas proses, dan nilai pelayanan terhadap kepuasan pasien di rumah sakit. Rancangan penelitian ini berlaku untuk dua rumah sakit di Jakarta dan kuesioner 1. Disebarkan ke 80 responden / karyawan dengan menggunakan area sampling. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan rumah sakit lebih berpengaruh pada kualitas proses dari pada kualitas klinis. Hasil lain yang dibahas, seperti manajer rumah sakit pikiran harus memperhatikan fakta bahwa kualitas proses setidaknya sama pentingnya dengan kualitas klinis dalam memprediksi kepuasan pasien, dan nilai layanan berperan sebagai variabel intervening antara kualitas proses dan kepuasan pasien.
 
Kata kunci: kepemimpinan, kualitas klinis, kualitas proses, nilai pelayanan, dan kepuasan pasien
?
 
PENGARUH RELATIONSHIP DRIVERS (ECONOMIC, SOCIAL AND RESOURCE) TERHADAP QUALITY RELATIONSHIP (KEPUASAN, KEPERCAYAAN DAN KOMITMEN) BERDASARKAN LONG TERM RELATIONSHIP 
VARIABLE INTERVENING
 
Ellyeus Maria Kristiani
Universitas Trisakti
 
Abstract
The background of this research is managers need to determine what marketing strategy is compatible according to condition of each company so that cancreate a long term relationshipand relationship quality which is satisfaction, trust and customer commitment. There are three relationship drivers (act.social and resource) that effect relationship quality. Every company need toinvestigate which is the compatible relationship driver to applied. The objective of this research is to investigate the relationship quality (satisfaction, trust and commitment) by using long term relationship as intervening variable. The design of this research applies to customer of restaurant in Jakarta which is students, lectures and staffs of Trisakti University and questionares were spreaded away to 100 respondents by using purposive sampling. The result of this research conclude that recognition, shared value and corporate brand reputation has more influance on relationship quality in long term relationship.
 
Keywords: relationship drivers and quality relationship.
 
Abstrak
Latar Belakang penelitian ini adalah manajer perlu menentukan apa strategi pemasaran kompatibel sesuai dengan kondisi masing-masing perusahaan sehingga dapat menciptakan hubungan jangka panjang dan kualitas hubungan yang adalah kepuasan, kepercayaan dan komitmen pelanggan. Ada tiga driver hubungan (kegiatan sosial dan sumber daya) yang mempengaruhi kualitas hubungan. Setiap perusahaan harus menyelidiki yaitu hubungan driver yang kompatibel untuk diterapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas hubungan (kepuasan, kepercayaan dan komitmen) dengan menggunakan hubungan jangka panjang sebagai variabel intervening. Rancangan penelitian ini berlaku untuk pelanggan restoran di Jakarta yang mahasiswa, dosen dan staf Universitas Trisakti dan observasi dengan kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden pergi dengan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pengakuan, nilai bersama dan reputasi merek perusahaan memiliki lebih melihat pengaruh pada kualitas hubungan dalam hubungan jangka panjang.
 
Kata kunci: driver hubungan dan kualitas hubungan.
 
 
?
 
ANTECEDENTS DARI WORD OF MOUTH
COMMUNICATION (WOM)
 
Eka Lestari 
Universitas Trisakti
 
Abstract
The background of this research is the increasimg of awareness in health care by Jndnesian people especially in Jakarta makes hospital manager must strive to provide healthcare value as best as they could in order to create satisfied patient. The objectives of this research is to investigate the effect of health care quality and patient sacrifice in hospital on health care value, health care value on emotional satisfaction,  and emotional satisfaction on word of mouth communication.  A theoretical framework was developed to test the relationship among the study Construct The design of this research applies to_ hospitals and the questionnaires were spreaded away to 90 respondents or patients from 3 hospitals and by using purposive sampling. The result of this research conclude that health care quality and patient sacrifice in hospital significantly affect health care value, health care value significantly affect emotional satisfaction and emotional satisfaction significantly affects word of mouth communication
 
Keywords: health care quality, health care value, patient sacrifice, emotional satisfaction, word of mouth communication
 
Abstrak
Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya kesadaran dalam perawatan kesehatan oleh masyarakat Indonesia khususnya di Jakarta membuat pengelola rumah sakit harus berusaha untuk memberikan nilai kesehatan sebaik mereka bisa dalam rangka menciptakan kepuasan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas kesehatan dan pengorbanan pasien di rumah sakit pada nilai kesehatan, nilai kesehatan terhadap kepuasan emosional, dan kepuasan emosional terhadap komunikasi word of mouth. Sebuah kerangka teori dikembangkan untuk menguji hubungan antara studi Buatlah Rancangan penelitian ini berlaku untuk rumah sakit dan kuesioner disebarkan pergi ke 90 responden atau pasien dari 3 rumah sakit dan dengan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas kesehatan dan pengorbanan pasien di rumah sakit secara signifikan mempengaruhi nilai kesehatan, nilai perawatan kesehatan secara signifikan mempengaruhi kepuasan emosional dan kepuasan emosional secara signifikan mempengaruhi komunikasi word of mouth
 
Kata kunci: kualitas perawatan kesehatan, nilai kesehatan, pengorbanan pasien, kepuasan emosional, komunikasi word of mouth.
 
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *