Prakata Direktur

Seiring dengan perkembangan perekonomian Indonesia yang semangkin baik ternyata bahwa perkembangan angka pertumbuhan pariwisata selalu diatas pertumbuhan ekonomi nasional, ini berarti bahwa dunia pariwisata Indonesia terus berkembang pesat. Prospek kerja di bidang Perhotelan terbuka sangat luas yang dibuktikan dengan permintaan tenaga kerja perhotelan kepada AKPAR Pertiwi yang lebih besar dari jumlah lulusan yang tersedia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu (Kompas.com) mengatakan bahwa pertumbuhan pariwisata Indonesia selalu di atas ekonomi Indonesia dan melebihi perkembangan pariwisata dunia. Pariwisata Indonesia akan berkembang dengan pesat karena akan menjadi salah satu tujuan utama, hal ini dapat dilihat peta perlembangan wisata dunia sejak tahun 1999 yang sudah mulai bergeser, apabila di tahun 1950, 15 tujuan wisata utama di dunia terkonsentrasi di Eropa Barat dan Amerika Utara, pada tahun 1999 jumlah ini menurun menjadi 62%, sisanya menyebar diberbagai belahan dunia terutama Asia Timur , Eropah Timur, dan Amerika Latin. Diantaranya di kawasan Asia Timur dan Pasifik, kedatangan wisatawan tercatat 122 juta diantaranya yang tertinggi diraih oleh Cina sebesar 31,29 juta dengan perolehan devisa USD 16,231 miliar. sedangkan terendah dari sepuluh besar adalah Jepang dengan kedatangan wisatawan 4,757 juta dan memperoleh devisa USD. 3,374 miliar. Indonesia merupakan negara dengan urutan kedelapan yang dikunjungi oleh 5,064 juta dengan perolehan devisa USD. 5,7 miliar (pada tahun 2000). Pemerintah Indonesia tampak telah serius untuk memajukan bidang pariwisata  dengan adanya  Undang-undang No. 25 Tahun 2000 tentang Program Perencanaan Pariwisata Nasional.

Dengan Visi: “Menjadi Negara tujuan pariwisata berkelas dunia“, yang dijabarkan melalui Renstra Kementerian Pariwisata yang akan mengembangan Destinasi Pengembangan Pariwisata (DPN) sebanyak 50 lokasi di 33 propinsi diseluruh Indonesia  serta 222 daerah  Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN), yang mencakup wisata alam, wisata budaya dan wisata buatan manusia. Dari rencana strategis pemerintah dengan rencana pencapaian devisa sebesar USD 17 Milliar pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa akan adanya perkembangan yang sangat signifikan terhadap kebutuhan sumber daya manusia di bidang pariwisata pada umumnya dan bidang perhotelan khususnya.

Keberadaan Akademi Pariwisata  Pertiwi  adalah sangat tepat  dalam rangka mencetak sumber daya manusia yang profesional dalam kepariwisataan khususnya bidang perhotelan  untuk memenuhi kebutuhan perkembangan pariwisata nasional. AKPAR Pertiwi yang didirikan pada tahun 1999 oleh Yayasan Pendidikan Pertiwi Global (YPPG) yang mempunyai visi jauh kedepan. AKPAR adalah salah satu  dari 3 perguruan tinggi  yang dikelola Yayasan Pendidikan Pertiwi, dua perguruan tinggi lain yang lebih dahulu didirikan adalah Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi (STBA Pertiwi) pada tahun 1970 dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pertiwi ( STIE Pertiwi) pada tahun 1997.

Walaupun usia AKPAR Pertiwi relatif masih muda namun telah menghasilkan lulusan yang cukup banyak dan selalu cepat bekerja tersebar di berbagai perusahaan swasta maupun instansi pemerintah. Dari data permintaan lulusan AKPAR Pertiwi  menunjukan bahwa lulusan AKPAR Pertiwi semuanya diserap di dunia kerja kurang dari satu tahun bahkan  lebih dari itu kami tidak bisa memenuhi permintaan dari para pengguna lulusan yang begitu banyak kepada AKPAR Pertiwi.

Mari bergabung dan berkarya bersama Akademi Pariwisata Pertiwi (AKPAR Pertiwi) untuk meraih peluang emas yang sangat luas di bidang Perhotelan dan Kapal Pesiar.

Jakarta, 12 Juni 2012

 

Mardjoko,S.Kom.,MM

Direktur 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *