Akpar Pertiwi – Field Trip To Pulau Tidung

Sebagai bentuk keberhasilan dalam menyelenggarakan kegiatan Pertiwi Food Festival 2017 yang berlangsung pada bulan Mei 2017 lalu, seluruh panitia yang berasal dari Mahasiswa Semester IV, baik pagi maupun malam, yang berjumlah 42 orang, melakukan kegaitan liburan bersama ke salah satu di Kepulauan Seribu, yakni Pulau Tidung. Kegiatan ini diberi nama Field Trip to Tidung Island yang diselenggarakan 15-16 Juli 2017. Adapun sebagai pendamping, Wadir III Bidang Kemahasiswaan Akpar Pertiwi, yakni Bapak Muhammad Heykal S.ST., M.Par didampingi oleh Bapak Jodi, sebagai salah satu dosen favorit di Akpar Pertiwi, ikut menemani para mahasiswa.

Sebagai Ketua Panitia, terpilihlah Muhammad Idris Leo Pahardi dan diwaliki oleh Fatur Rahman yang berasal dari kelas yang sama, yakni kelas pagi. Keduanya dan dibantu oleh panitia yang lain mempersiapkan segala sesuatunya demi kelancaran dan keberhasilan acara Field Trip tersebut, mulai dari peralatan yang harus dibawa, briefing ketika snorkeling, pembagian kamar, hingga acara malam keakraban.

Dengan persiapan selama kurang lebih 2 bulan, akhirnya waktu yang ditunggu pun tiba. Perjalanan dimulai dari Kampus, semua mahasiswa berkumpul pada pukul 04.00 pagi. Lalu pergi menuju Pelabuhan Muara Angke sehabis Shalat Subuh menggunakan kendaraan dari Bus TNI AL. Tepat pada pukul 05.45 tiba di Pelabuhan Muara Angke dan ternyata keadaan disana, sudah sangat amat ramai sekali. Banyak nelayan dan juga wisatawan lokal dengan berkelompok-kelompok.

Pukul 06.00 pagi, loket pun dibuka, salah satu perwakilan membeli tiket. Tak lama kemudian, tiket di dapat dan menaiki Kapal Laut. Semuanya diwajibkan untuk menggunakan rompi air untuk keselamatan. Dalam 1 kapal, terdapat 225 penumpang dan terisi penuh. Perjalanan menuju Pulau Tidung memakan waktu hingga 2,5 jam. Perjalanan agak terlambat dari jadwal, dikarenakan ada inspeksi dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengenai keselamatan dan kelayakan kapal. Walhasil, pukul 08.30 WIB, Kapal baru diizinkan berangkat. Seluruh mahasiswa mengambil posisi yang nyaman, ada yang di dalam sambal tiduran dan ada yang di pinggir kapal. Selama diperjalanan, ada mahasiswa yang tidur, melamun, bernyanyi hingga bercanda riang dengan wisatawan yang lain. Dan tak lupa, berfoto-foto juga agenda yang tak mungkin dilupakan.

Tak terasa, Kapal pun tiba di Pulau Tidung. Tour Guide yang akan menemani selama berada di Pulau Tidung, sudah siap menyambut kedatangan mahasiswa. Tour guide mengarahkan menuju penginapan sejauh 200 meter. Perjalanan di laut memang membuat mahasiswa lemas hingga membuatnya lapar, maka makan siang yang sudah siap di penginapan, pun langsung dilahap tanpa aba-aba. Hehehehe….

Agenda pada siang itu adalah agenda yang paling ditunggu, yakni snorkling. Bermain dengan ikan yang cantik serta menikmati terumbu karang, tentu pengalaman pertama yang tak akan terlupakan. Dengan dibantu oleh 4 orang tour guide professional yang bisa menyelam, para mahasiswa terlihat bersemangat. Walaupun sebelumnya ada yang khawatir karena tak bisa berenang. Snorkling dilakukan diantara Pulau Tidung dengan Pulau Payung. Laut yang jernih, gelombang yang tenang, cuaca yang cerah, membuat 3 jam snorkling jadi tak terasa.

Sehabis snorkling, destinasi selanjutnya adalah Jembatan Cinta. Sebuah destinasi yang sangat ikonik disana. Konon katanya, apabila kita berani untuk meloncat dari jembatan cinta ke laut, maka kita akan dipertemukan dengan jodoh. Ciiiieeeeee…. Karenanya, mahasiswa yang jomblo, langsung meloncat dengan modal nekat. Padahal ketinggian jembatan dengan air laut, bisa mencapai 4 meter. Demi jodoh katanya. Hehehe….Yang tak berani, ada yang bermain banana boat, bermain pasir dan makan bakso dipinggir pantai. Tak terasa, matahari pun sudah terbenam, saatnya kembali ke penginapan dan persiapan acara malam keakraban.

Tepat pada pukul 20.00 WIB, setelah melaksanakan ibadah shalat Isya berjamaah, seluruh mahasiswa berkumpul menuju pesisir pantai. Disana akan dilakukan kegaitan barbeque, bermain games, tuker kado hingga penerbangan lampion. Sambil menikmati angina yang sejuk, ditambah desiran ombak, kegiatan berjalan dengan meriah. Games pilih jujur atau lakukan membuat suasana meriah dan riuh. Tukar kado dilakukan dengan berbagai hadiah yang unik, ada yang mendapatkan topi, kaca mata bahkan ada pula yang memberikan sandal. Terakhir, acara ditutup dengan penerbangan lampion setelah dituliskan harapan di dalamnya.

Keesokan harinya, seluruh mahasiswa menikmati sunset di pinggir pantai. Sambil menikmati makan pagi dan berolahraga tentunya, sambal mencari oleh-oleh juga. Suasana dengan warga dan wisatawan sekitar juga penuh keakraban. Sekembalinya menikmati suasana pagi, akhirnya tiba waktunya untuk bersiap-siap pulang. Liburan ini memang hanya sebentar, tetapi tetap saja once in a life time!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *