Pertiwi Food Festival

Acara Pertiwi Food Festival yang bertema “ no CREATIVITY without EAT “ ini diselenggarakan atas dasar kesadaran mahasiswa/i dalam turut serta mendukung perkembangan industri kuliner di Indonesia. Dari berbagai kegiatan yang kami selenggarakan, maka Akademi Pariwisata Pertiwi dapat lebih dikenal dan diminati oleh masyarakat luas khususnya siswa/i SMA, SMK, MA di Jabodetabek yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan mampu memberikan manfaat positif serta memotivasi setiap pengunjung untuk dapat menjadi bagian dalam meningkatkan kreatifitas di bidang kuliner.
 
Jangan Lewatkan, Sabtu 19 Maret 2016 di Kampus Pertiwi Cililitan.
Jl. Dewi Sartika Kav. 2-3 Cililitan, Jakarta Timur.
 Sabtu 19 Maret 2016
Pukul 09.00 WIB-s.d. 19.00 WIB
 

Making Sweet Bread and Black Forest


 

Selasa, 9 Maret 2016. Mahasiswa Akademi Pariwisata Pertiwi (AKPAR) melakukan praktikum mata kuliah pastry and bakery. Praktikumklai ini adalah membuat sweet bread dan black forest di bawah bimbingan Bapak Heru. Bapak Heru sebelumnya adalah alumni dari AKPAR  yang saat ini bekerja di sebuah resort di kawasan Ancol, Jakarta.

Pembuatan sweet breat di awali dengan membuat adonan yang merupakan semua campuran bahan selain garam dan diakhiri dengan pembakaran di dalam oven. Sedangkan pembuatan black forest dilakukan dengan pembuatan sponge dan cream secara terpisah dan menggabungkan keduanya.

Proses pembuatan sweet bread dan blackforest bisa dinikmati sambil menuangkan kreatifitas dalam pembuatan garnishdan platting. Selain itu kesulitan dan pembuatan adonan yang memakan waktu 90 menit hilang setelah melihat hasil pastry yang memuaskan.

 

Ternyata BISA membuatnya….

Seminar Pendidikan Karakter

Selasa, 22 februari 2016 Akademi Pariwisata Pertiwi (AKPAR) mengadakan kuliah umum pendidikan karakter. Kuliah umum ini dilaksanakan ?sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan pendidikan karakter yang merupakan visi besar AKPAR di awal masa perkuliahan semester Genap 2015/2016 dan dihadiri oleh 112 mahasiswa AKPAR yang aktif kuliah. Diawali dangan perkenalan lebih jauh dengan struktural AKPAR dan pemaparans ekilas tentang program-program AKPAR di tahu 2016 ini.?

 

Materi tentang keutamaan ilmu dan penghormatan kepada guru dibawakan oleh  Dr. Suesilowati SE., M. Pd. Beliau adalah tenaga ahli di  DPR RI dan dosen AKPAR. Beiau menekankan bahwa dalam kehidupan sehari-hari Ilmu amatlah penting untuk memperbaiki kehidupan. Ilmu laksana cahaya penerang kegelapan hidup manusia. Ilmu dan skill akan memberikan manfaat jika diamalkan dan disebarkan kepada orang lain. Dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya.  Ilmu menghidupkan hati dan menerangi pandangan yang gelap serta menguatkan yang lemah.Sesungguhmya adab yang mulia adalah salah satu faktor penentu kebahagiaan dan keberhasilan seseorang dalam menuntut ilmu. Adapun adab dalam menuntut ilmu antara lain adalah:

  1. Diawali dengan niat yang benar, yaitu untuk menghilangkan kebodohan dari dirinya sendiri dan orang lain.
  2. Menghormati guru. Diantara adab atau etika seorang penuntut ilmu adalah menghormati sang pembagi/pemberi ilmu dengan cara memelihara kehormatan mereka dan berhati-hati jangan sampai berbuat buruk kepada mereka atau merendahkan kemampuan mereka.
  3. Sabar dalam menuntut ilmu. Menuntut ilmu adalah sebuah proses dan membutuhkan waktu untuk menyerap dan memahaminya.

Materi berikutnya disampaikan seorang alumni AKPAR yaitu Bapak Maksum Aksan Damanik. Saat ini berprofesi sebagai Room Division Manager di Hotel Mercure Serpong Alam Sutera yang memiliki 171 kamar sebuah restaurant dan 102 karyawan hotel. Beliau berbagi pengalamannya yang banyak dan telah malang melintang ke berbagai hotel di tanah air kepada adik-adik mahasiwa AKPAR terkait kompetensi, kualitas serta karakter SDM yang tangguh dan dibutuhkan di industri perhotelan.
Pembicara ketiga adalah Bapak Ansari Jamal A.Md. S.Pd.I, M.M. Beliau juga seorang alumni yang saat ini menjadi tenaga pengajar di almamaternya, yaitu AKPAR. Berdasarkan pengalaman dalam berkarir, beliau menekankan bahwa kegiatan organisasi saat menjadi mahasiswa menjadi bekal dalam meraih sukses dan menempa diri untuk berkarya. Baginya duduk di bangku kuliah tidak hanya belajar di kelas dan meraih nilai, namun mengembangkan diri melalui organisasi senat? dan kegiatan kemahasiswaan juga akan mematangkan karakter.

Disaat jeda, para peserta kuliah umum sempat dihibur oleh Ihromi Al Aziz, seorang mahasiwa semester 4 AKPAR yang mempertunjukan  wushu. Sebelum mendalami wushu secara serius, Ihromi sempat menekuni Karate selama 5 tahun dan saat ini telah menjadi pengajar wushu. Sambil menjalankan kuliah di malam hari, setiap harinya Ihromi menunjukan kebolehannya di salah satu areal taman bermain terbesar yang berada di teluk Jakarta. Selain itu ditampilkan hiburan mahasiswa menyanyi sambil bermain gitar akustik, dan stand up comedy yang seru dan menggelitik perut dari mahasiswa AKPAR.? 

?

Sesi terakhir ditutup oleh pendiri Yayasan Pendidikan Pertiwi Global (YPPG) yaitu Bapak Dr. Suharsono, M. P.d, M.M. Pak Suharsono dengan semangat menceritakan perjalanan Pertiwi yang dimulai dari sebuah ruang kelas kecil di Tanah Abang hingga saat ini memiliki 5 (lima) lokasi Kampus di Cililitan, Bekasi, Cikarang, Karawang dan Tangerang, dimana AKPAR merupakan salah satu unit perguruan tinggi yang bernaung di bawah YPPG. Beliau berbagi bahwa hal ini terjadi karena besar dan kuatnya impian serta upaya yang fokus dalam mewujudkan impian tersebut. Pak Suharsono tidak hanya berbagi cerita, namun juga menukarkan semangat kepada 112 mahasiswa AKPAR yang hadir di acara ini agar memiliki mental yang kuat dan memiliki karakter yang bagus. Baik ketika masih belajar di dalam kampus maupun nantinya setelah lulus dari bangku kuliah. Karakter merupakan elemen penting dalam penilaian terhadap diri seseorang.