Meningkatkan Kepercayaan Diri Dengan Belajar Table Manner

Terlihat jelas bahwa ekonomi dan dunia bisnis saat ini sangat berkembang pesat. Hal tersebut dapat dilihat dari proses negosiasi yang bertempat tidak hanya di kantor atau perusahaan. Seringkali pertemuan bisnis dilakukan sambil makan bersama sehingga hubungan dan interaksi sosial semakin erat terjalin. Satu survei independen yang diadakan di Amerika menyatakan 49% pengusaha berkata bahwa tata cara makan seseorang seringkali menjadi faktor penentu dalam  penentuan menandatangani suatu kontrak, menawarkan pekerjaan atau promosi jabatan.

Table manner atau etiket makan seringkali dikatikan dengan cara makan ala barat. Namun tidak hanya demikian. Di beberapa Negara lain seperti Cina, Jepang dan Indonesia pun terdapat etiket makan masing-masing. Memahami tata makan atau etiket makan yang baik akan mempermudah kita dalam bergaul khususnya dengan kalangan internasional.

Pada tanggal, 28 Mei 2015, mahasiswa semester 2 Akademi Pariwisata (AKPAR) Pertiwi mengadakan pelatihan Table Manner di The Papandayan Hotel, Bandung. Peserta berjumlah 48 orang, didampingi Direktur AKPAR Pertiwi, Ibu Rina Ekawati; Wadir 3, Farrah dan 3 orang dosen lainnya.

Acara diikuti dengan tour keliling hotel. Pihak hotel sekilas sejarah berdiri dan ciri khas hotel, serta memperlihatkan semua fasilitas hotel seperti café, bakery, restaurant, kolam renang, dan memperlihatkan jenis-jenis kamar yang dimiliki.

Meski masing-masing budaya memiliki standar table manner yang berbeda-beda, pada pelatihan kali ini table manner standar Eropa yang paling umum yang di perkenalkan. Dengan media bantuan video dan pejelasann langsung dari pemateri, mahasiswa mempelajari latar belakang dan pentingnya table manner, etika umum selama jamuan, tata cara penggunaan alat makan, menu dalam jamuan formal, tata cara makan dan minum.

Mahasiswa kemudian bersama-sama langsung mempraktikan table manner dengan menu Fruit Salad, Cream of Corn Soup, Beef Barbeque Steak, dan ditutup dengan Strawberry Cream Cake. Dalam selingan prakik, salah satu Chef The Papandayan Hotel memperlihatkan secara langsung proses memasak Beef Barbeque Steak dan memberi kesempatan mahasiswa untuk bertanya seputar masakan yang disediakan hotel dan tentang table manner sendiri.

Mempelajari table manner tentu sudah menjadi kewajiban bagi calon praktisi dunia perhotelan dan pariwisata. Dengan menunjukan tata karma dan sopan santun di meja makan sebenarnya bukan berarti langsung menunjukan kualitas diri atau intelektualitas seseorang.  Namun karena dianggap penting dalam menyiapkan calon praktisi-praktisi yang berkompeten, saat ini sudah banyak program perguruan tinggi yang mewajibkan praktik table manner seperti Ilmu Komunikasi, Hubungan Masyarakat (Public Relations) , Hubungan Internasional, Administrasi Negara, dan Manajemen Bisnis.

Table manner merupakan salah satu media berkomunikasi secara formal dan memang seringkali dikatikan dengan kemewahan. Menguasai table maner merupakan bentuk citra diri, bahkan profesionalisme seseorang. Pemahaman yang baik seputar table manner bahkan dapat berpengaruh kepada kesuksesan karir atau bisnis seseorang. Kita tidak saja kita mempelajari cara menghormati dan membuat nyaman baik tamu ataupun tuan rumah , namun juga secara tidak langsung meningkatkan kepercayaan diri dalam pergaulan.

Dengan berbekal ilmu etiket di meja makan, Anda bisa mengubah rasa minder menjadi kepercayaan diri yang tinggi sebab Anda tahu bagaimana seharusnya bersikap dan menjaga profesionalisme di segala situasi. Artinya, dalam kondisi apa pun, jamuan makan bersama teman, kolega, klien, atau bahkan undangan kenegaraan, Anda tetap tampil percaya diri. 

Lebih Kompak di Study Tour AKPAR Pertiwi

Study tour selalu diadakan untuk setiap angkatan mahasiswa di AKPAR Pertiwi. Pada study tour mahasiswa angkatan tahun 2013 acara study tour diadakan sehari sebelum pelatihan table manner di Bandung.

Mahasiswa yang menghadiri berjumlah 48 orang, terdiri dari mahasiswa kelas regular pagi dan mahasiswa regular malam. Wadir 3 AKPAR, Ibu Farrah menyatakan bahwa harapan dari acara study tour selain untuk menikmati hiburan sejenak, mahasiswa dari kelas yang berbeda, yang belum atau jarang sekali bertemu agar dapat mengenali satu sama lain.

Acara study tour kali ini dimulai dengan aktifitas outbound di Kawasan Wisata Cikole. Host Kawasan Wisata Cikole mempersiapkan beberapa group games yang tidak hanya menghibur, namun juga melatih kerjasama, kekompakan, leadership. Personal challenge adventure yang seperti flying fox dan berjalan diatas titian tali yang pastinya memicu adrenalin, bertujuan agar peserta dapat melawan rasa takut. Lokasi di hutan Pinus yang terbuka serta cuaca yang cerah membuat aktifitas menjadi lebih menyegarkan. Mahasiswa diharapkan dapat menjadi lebih akrab meski dari kelas yang berbeda.

Setelah lelah mengikuti serangkaian acara outbound, perjalanan dilanjutkan ke tempat penginapan Villa Setiabudi, kemudian dilanjutkan kembali perjalanan ke Jakarta.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *