Surat Keterangan Pendamping Ijazah Akademi Pariwisata Pertiwi

Pendidikan selama 3 tahun yang ditempuh oleh mahasiswa program diploma Akademi Pariwisata Pertiwi menghasilkan lulusan yang memenuhi standar keahlian yang dibutuhkan oleh dunia pariwisata dan perhotelan.

Peserta didik Akademi Pariwisata Pertiwi dibekali kemampuan dalam bidang teori pelaksanaan disertai dengan praktek-praktek dalam dunia nyata, serta diberikan kemampuan soft skill agar terus dapat mengembangkan kemampuan dirinya dan memiliki kemampuan menjalih hubungan sosial yang baik.

Surat keterangan pendamping ijazah Akademi Pariwisata Pertiwi yang akan disertakan kepada lulusannya, dimaksudkan untuk membantu para mahasiswa dalam meyakinkan kemampuannya yang telah tersertifikasi melalui proses pendidikan dan pelatihan baik dalam proses akademik, praktek, maupun seminar atau loka karya yang diadakan oleh AKPAR Pertiwi.

Profil lulusan AKPAR Pertiwi setelah menyelesaikan pendidikan Program Diploma 3- tahun, lulusan mampu:

1. Menjadi sumber daya manusia profesional dibidang pariwisata dan perhotelan.
2. Melmahami tugas-tugas pengawasan. pengetahuan keterampilan master dalam bidang Front Office, Housekeeping, Food & Beverage Produk, Makanan & Minuman, Pastry & Bakery.
3. memiliki usaha di bidang katering, Pastry, binatu dan restoran
4. Memahami konsep dasar dari pariwisata dan operasi bisnis perhotelan
5. Menerapkan prosedur dan etika pelayanan yang berlaku umum di bidang perhotelan
6. Menggunakan sistem informasi perhotelan
7. Menerapkan konsep dasar pemasaran dan pembukuan perhotelan.
8. Melaksanakan pengendalian biaya makanan dan minuman
9. Memahami konsep kewirausahaan dan peluang bisnis
10. Menerapkan prinsip-prinsip dasar manajemen
11. Menyusun laporan tertulis secara komprehensif terkait dengan pekerjaan
12. Bertanggung jawab untuk pekerjaan di bidang keahlian secara independen dengan penekanan pada
keselamatan dan keamanan kerja
13. Mengambil keputusan yang tepat dalam melakukan tanggung jawab pekerjaan
14. Mengembangkan dan memelihara jaringan dengan rekan-rekan, baik di dalam dan di luar negeri
15. Berkomunikasi secara aktif baik dalam bahasa Indonesia dan Inggris
16. Memiliki kompetensi khusus sesuai dengan pilihan konsentrasi bekerja di industri perhotelan lingkungan global, yang didukung oleh pengetahuan, keterampilan dan sikap profesional dan etika sesuai dengan standar internasional.
17. mengelola produk dan layanan di bisnis perhotelan, restoran dan katering.
18. Lanjutkan pendidikan pariwisata ke tingkat yang lebih tinggi.

Orasi Ilmiah dalam Wisuda AKPAR PERTIWI “Personal SWOT Analysis”

Orasi Ilmiah dalam Wisuda AKPAR PERTIWI

Personal SWOT Analysis

Dr. Freddy Rangkuti MSc

 

Pada acara wisuda bersama Perguruan Tinggi Pertiwi (13/05/15), yang berlokasi di Gedung Smesco, Jakarta. Hadir sebagai pengiri orasi ilmiah Dr. Freddy Rangkuti MSc, tema yang beliau sampaikan ialah “Personal SWOT Analysis” Dimana 

Personal SWOT analisis merupakan suatu cara untuk mengevaluasi diri sendiri, sehingga kita dapat merencanakan kehidupan kita dengan lebih baik. Prinsipnya adalah “kerjakan pekerjaan yang paling kita sukai dan impikan, maka kita akan menikmati kehidupan ini sepanjang hidup tanpa bekerja”. Loh.. kok bisa? Tentu saja bisa, karena apapun pekerjaan yang kita kerjakan dengan suka hati, penuh kecintaan dan semangat, maka perkerjaan tersebut menjadi seperti permainan. Kita tidak lagi bekerja, kita hanya bermain dengan permainan kesukaan kita. Terlebih lagi pekerjaan tersebut mendorong kita untuk mencapai kemuliaan yang lebih hakiki yaitu kehidupan di akherat. Inilah pekerjaan yang kita sukai dan impikan.

Pada kesempatan ini saya akan menjelaskan bagaimana caranya agar kita dapat menemukan pekerjaan yang kita impikan, yaitu dengan menggunakan metode Personal SWOT Analysis.

Tahapan dalam analisis SWOT
1. Tetapkan tujuan
Contohnya adalah:
a. Mencari pekerjaan setelah lulus
b. Mencari pekerjaan lain
c. Mencari posisi yang lebih tinggi
d. Merencanakan karir lima tahun mendatang

2. Buat strategi untuk mencapai tujuan tersebut
Contohnya adalah:
a. Melakukan strategi agresif dan proaktif
b. Melakukan strategi peningkatan kompetensi dan optimalisasi keahlian sesuai dengan kebutuhan dunia kerja
c. Mencari solusi terhadap permasalahan yang ada
d. Melakukan perbaikan internal
3. Implementasikan strategi ke dalam bentuk Action Plan
Contohnya adalah:
a. Menjadwalkan kegiatan untuk peningkatan pribadi
b. Menentukan target waktu
c. Menentukan target pencapaian
d. Membuat ukuran keberhasilan
4. Laksanakan Action Plan tersebut secara konsisten

Ada lima langkah agar memiliki mental juara:

  1. Langkah pertama: Percayalah pada diri sendiri. Percayalah bahwa kita bisa meraih sukses
  2. Langkah kedua: Berfikirlah sukses. Jangan berfikir gagal. Selalu berfikir. “Saya adalah sama dengan yang paling baik” Berfikir sukses menentukan jenis pikiran kita dan membuatnya mampu membikin rencana – rencana yang menghasilkan sukses.
  3. Langkah ketiga: Selalu tanamkan dalam benak kita, bahwa “kita lebih baik dari yang kita sangka”. Orang – orang yang sukses bukan superman. Sukses tidak memerlukan super intelek. Sukses bukanlah hal yang misterius. Sukses juga bukan nasib baik. Orang – orang yang sukses adalah orang – orang biasa, yang telah memperkembangkan kepercayaan kepada diri sendiri dan kepada apa yang dilakukannya yaitu keyakinan “Pasti Bisa”.
  4. Langkah keempat: Lipat gandakan kepercayaan kita. Ukuran sukses kita sama dengan ukuran kepercayaan kita. Asyikilah tujuan – tujuan kecil, maka kita akan mendapat hasil yang kecil. Asyikilah tujuan – tujuan yang besar, maka kita akan mendapat hasil yang besar. Perhatikan kenyataan ini. Gagasan besar dan rencana besar sering lebih mudah, dan yang jelas tidak lebih sukar daripada rencana – rencana kecil.
  5. Langkah Kelima: Saat ini juga STOP MENCARI ALASAN. Orang gagal selalu mencari alasan terhadap kegagalan yang terjadi. Orang sukses berhenti untuk mencari – cari alasan. Rahasia sang juara adalah kemampuan mereka menolak menyerah pada kekalahan, mereka selalu bangkit setiap kali jatuh dan mencoba kembali dengan cara yang berbeda. Tetap semangat merupakan jalan tol menuju kesuksesan. Jangan mudah menyerah, karena sesudah kesulitan itu ada kemudahan dan kita harus yakin bahwa Tuhan tidak akan membebani seseorang itu sesuai dengan kesanggupannya. Gelorakan terus semangat dalam diri kita untuk terus berusaha, apalagi pada saat kita mengalami kesulitan. Bagi orang yang pertama kali mengalami kegagalan, pasti merasa bahwa gagal adalah hal yang paling menakutkan.Pikiran tersebut harus segera dihilangkan dari benak kita, karena semakin kita memikirkan kegagalan, maka kita akan semakin terpuruk dan tidak berani untuk bangkit kembali. Sebaliknya semakin cepat kita menghilangkan pikiran kegagalan, maka akan semakin cepat kita untuk meraih kesuksesan. Usaha yang kita lakukan adalah berjuang untuk mengubah keadaan dan Tuhan sangat suka dengan orang – orang yang bersemangat untuk memperbaiki keadaan, karena: Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang mengubah keadaannya.

Download Pemaparan Orasi Ilmiah 

Meningkatkan Kepercayaan Diri Dengan Belajar Table Manner

Terlihat jelas bahwa ekonomi dan dunia bisnis saat ini sangat berkembang pesat. Hal tersebut dapat dilihat dari proses negosiasi yang bertempat tidak hanya di kantor atau perusahaan. Seringkali pertemuan bisnis dilakukan sambil makan bersama sehingga hubungan dan interaksi sosial semakin erat terjalin. Satu survei independen yang diadakan di Amerika menyatakan 49% pengusaha berkata bahwa tata cara makan seseorang seringkali menjadi faktor penentu dalam  penentuan menandatangani suatu kontrak, menawarkan pekerjaan atau promosi jabatan.

Table manner atau etiket makan seringkali dikatikan dengan cara makan ala barat. Namun tidak hanya demikian. Di beberapa Negara lain seperti Cina, Jepang dan Indonesia pun terdapat etiket makan masing-masing. Memahami tata makan atau etiket makan yang baik akan mempermudah kita dalam bergaul khususnya dengan kalangan internasional.

Pada tanggal, 28 Mei 2015, mahasiswa semester 2 Akademi Pariwisata (AKPAR) Pertiwi mengadakan pelatihan Table Manner di The Papandayan Hotel, Bandung. Peserta berjumlah 48 orang, didampingi Direktur AKPAR Pertiwi, Ibu Rina Ekawati; Wadir 3, Farrah dan 3 orang dosen lainnya.

Acara diikuti dengan tour keliling hotel. Pihak hotel sekilas sejarah berdiri dan ciri khas hotel, serta memperlihatkan semua fasilitas hotel seperti café, bakery, restaurant, kolam renang, dan memperlihatkan jenis-jenis kamar yang dimiliki.

Meski masing-masing budaya memiliki standar table manner yang berbeda-beda, pada pelatihan kali ini table manner standar Eropa yang paling umum yang di perkenalkan. Dengan media bantuan video dan pejelasann langsung dari pemateri, mahasiswa mempelajari latar belakang dan pentingnya table manner, etika umum selama jamuan, tata cara penggunaan alat makan, menu dalam jamuan formal, tata cara makan dan minum.

Mahasiswa kemudian bersama-sama langsung mempraktikan table manner dengan menu Fruit Salad, Cream of Corn Soup, Beef Barbeque Steak, dan ditutup dengan Strawberry Cream Cake. Dalam selingan prakik, salah satu Chef The Papandayan Hotel memperlihatkan secara langsung proses memasak Beef Barbeque Steak dan memberi kesempatan mahasiswa untuk bertanya seputar masakan yang disediakan hotel dan tentang table manner sendiri.

Mempelajari table manner tentu sudah menjadi kewajiban bagi calon praktisi dunia perhotelan dan pariwisata. Dengan menunjukan tata karma dan sopan santun di meja makan sebenarnya bukan berarti langsung menunjukan kualitas diri atau intelektualitas seseorang.  Namun karena dianggap penting dalam menyiapkan calon praktisi-praktisi yang berkompeten, saat ini sudah banyak program perguruan tinggi yang mewajibkan praktik table manner seperti Ilmu Komunikasi, Hubungan Masyarakat (Public Relations) , Hubungan Internasional, Administrasi Negara, dan Manajemen Bisnis.

Table manner merupakan salah satu media berkomunikasi secara formal dan memang seringkali dikatikan dengan kemewahan. Menguasai table maner merupakan bentuk citra diri, bahkan profesionalisme seseorang. Pemahaman yang baik seputar table manner bahkan dapat berpengaruh kepada kesuksesan karir atau bisnis seseorang. Kita tidak saja kita mempelajari cara menghormati dan membuat nyaman baik tamu ataupun tuan rumah , namun juga secara tidak langsung meningkatkan kepercayaan diri dalam pergaulan.

Dengan berbekal ilmu etiket di meja makan, Anda bisa mengubah rasa minder menjadi kepercayaan diri yang tinggi sebab Anda tahu bagaimana seharusnya bersikap dan menjaga profesionalisme di segala situasi. Artinya, dalam kondisi apa pun, jamuan makan bersama teman, kolega, klien, atau bahkan undangan kenegaraan, Anda tetap tampil percaya diri. 

Lebih Kompak di Study Tour AKPAR Pertiwi

Study tour selalu diadakan untuk setiap angkatan mahasiswa di AKPAR Pertiwi. Pada study tour mahasiswa angkatan tahun 2013 acara study tour diadakan sehari sebelum pelatihan table manner di Bandung.

Mahasiswa yang menghadiri berjumlah 48 orang, terdiri dari mahasiswa kelas regular pagi dan mahasiswa regular malam. Wadir 3 AKPAR, Ibu Farrah menyatakan bahwa harapan dari acara study tour selain untuk menikmati hiburan sejenak, mahasiswa dari kelas yang berbeda, yang belum atau jarang sekali bertemu agar dapat mengenali satu sama lain.

Acara study tour kali ini dimulai dengan aktifitas outbound di Kawasan Wisata Cikole. Host Kawasan Wisata Cikole mempersiapkan beberapa group games yang tidak hanya menghibur, namun juga melatih kerjasama, kekompakan, leadership. Personal challenge adventure yang seperti flying fox dan berjalan diatas titian tali yang pastinya memicu adrenalin, bertujuan agar peserta dapat melawan rasa takut. Lokasi di hutan Pinus yang terbuka serta cuaca yang cerah membuat aktifitas menjadi lebih menyegarkan. Mahasiswa diharapkan dapat menjadi lebih akrab meski dari kelas yang berbeda.

Setelah lelah mengikuti serangkaian acara outbound, perjalanan dilanjutkan ke tempat penginapan Villa Setiabudi, kemudian dilanjutkan kembali perjalanan ke Jakarta.