Demo Pembuatan Minuman Standar Hotel Berbintang

Demo Pastry & bakery Pembuatan minuman berstandar hotel bintang lima

Sebagai implementasi dari salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian pada Masyarakat, maka Akademi Pariwisata Pertiwi melakukan Pengabdian pada Masyarakat korban banjir di Cililitan kecil, Jakarta timur sekitar wilayah kampus AKPAR Pertiwi.

Sekitar 80 Kepala Keluarga terkena dampak musibah banjir dengan ketinggian ± 2 meter pada bulan Januari–Februari 2014 yang diungsikan ke posko Pertiwi Group (hasil wawancara pada warga tanggal 11 Feb 2014).

Kegiatan yang dilakukan AKPAR Pertiwi adalah demo pembuatan minuman standar hotel berbintang yang dinilai sangat mudah untuk diaplikasikan di rumah saat mengadakan kegiatan besar seperti arisan dan perayaan hari – hari besar agama, selain itu bahan pembuatan minuman ini mudah untuk di dapatkan dan dilengkapi dengan praktek napkin folding.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini langsung dipimpin oleh dosen AKPAR Pertiwi dan mahasiswa AKPAR Pertiwi semester 2 dan semester 4 di lingkungan kampus Pertiwi Cililitan, Jakarta Timur. Antusiasme masyarakat sangat besar terlihat dari keikutsertaan mereka dalam kegiatan demo pembuatan minuman ini serta perhatian mereka terhadap para dosen dan mahasiswa ketika memberikan demo pembuatan minuman.

Pelaksanaan demo pembuatan minuman dan praktek napkin folding ini dapat membuka wawasan kepada warga untuk pengolahan minuman standar hotel berbintang yang dapat diterapkan di rumah masing-masing, terjadinya tanya jawab antara warga dan mahasiswa yang memimpin demo masak dan pembuatan napkin folding dan masyarakat pun banyak yang langsung mencoba untuk membuat minuman dan merakit napkin dengan didampingi mahasiswa AKPAR Pertiwi.

Dari hasil kuesioner yang telah diisi oleh para peserta, seluruh peserta mengatakan mendapatkan banyak manfaat yang didapat melalui adanya acara ini, dan mengharapkan untuk kedepannya agar mereka dapat diikutsertakan kembali jika suatu saat diadakan kembali acara seperti ini.

DemoPembuatan Minuman Berstandar Hotel Berbintang AKPAR Pertiwi

Kiranya pengabdian masyarakat ini dapat terus digalakkan dan ditingkatkan pelaksanaannya sehingga dapat tercipta hubungan kerjasama yang bersifat simbiosis mutualisme antara masyarakat dan pihak akademisi Akademi Pariwisata Pertiwi.

Kunjungan Gubernur DKI Jakarta ke Posko Banjir Kampus Pertiwi

 

 

Posko Banjir STBA Pertiwi CililitanJumat (31/1/2014), Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bersama sang istri dan dua anaknya berkunjung ke tempat pengungsian korban banjir di STBA Pertiwi, Jalan Dewi Sartika, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jokowi langsung blusukan ke ke belakang titik pengungsi. Dari situ Jokowi melihat rumah-rumah warga yang beberapa waktu lalu diterjang banjir luapan Sungai Ciliwung.

Iriana dan dua anaknya yang ditinggalkan Jokowi meninjau lokasi banjir ikut turun dari mobil dan berbincang dengan beberapa ibu korban pengungsi yang berada di Aula pengungsian gedung STBA Pertiwi. Ibu-ibu itu tak mengenal Iriana. Mereka hanya menjawab pertanyaan Iriana dengan seadanya.

Dilansir dari Kompas Online, Sekitar lima menit kemudian, Jokowi datang melewati kumpulan ibu-ibu itu. Ia tak menyadari sang istri berada di tengah-tengah pengungsi. Jokowi baru tersadar setelah salah satu wartawan melontarkan canda kepadanya, “Pak pengungsi ini enggak disapa?” Jokowi pun terkejut melihat sang istri berbaur di tengah pengungsi. “Loh, kok di sini? Kenalin Bu, ini Ibu Jokowi, istri saya,” ujar Jokowi.

Sontak ibu-ibu yang mengobrol dengannya tadi terkejut. “Loh, ini istrinya Pak Jokowi toh. Aduh, maaf ya Bu, enggak kenalin,” ujar ibu-ibu itu bergantian bersalaman dan berfoto bersama.

Iriana Jokowi

Setelah menyalami warga, jokowi diajak Lurah Cililitan Wawa Kartiwa untuk melihat kondisi lapangan wilayah yang terdampak banjir dari atas kampus STBA Pertiwi. Nampak rumah-rumah yang masih kotor dan ditinggal penghuninya akibat banjir.

Lurah Cililitan tersebut juga menjelaskan bahwa STBA Pertiwi termasuk salah satu posko terbesar di wilayah tersebut yang menampung korban banjir mencapai 250 jiwa. Mereka berasal dari wilayah RW 07 yang terkena dampak luapan Kali Ciliwung. Dari 16 RT di RW 07, hanya RT 05 dan 010 yang tidak terkena banjir.

Setelah menengok pengungsi di STBA Pertiwi, Jokowi kemudian mendistribusikan bantuan ke pengungsi lainnya di belakang STBA dan Gang Arus, Cililitan Kecil, Kramat Jati, Jakarta Timur.