Tim Penyunting

TIM PENYUNTING

 Jurnal PESONA HOSPITALITY

 
Ketua Penyunting
Rina Ekawati
 
 
Penyunting Pelaksana
 
Nanik Kartika
 
R. Taufik H
 
 
 
Anggota Tim Penyunting
 
 
Yani Lestari
 
Linda Agustiany
 
 
MANAJEMEN LPPM PERTIWI
 
 
(dari kiri ke kanan: Linda Agustiany, Ekawati, Rina Ekawati, Yani Lestari)
 
 
 
 

Jurnal Vol 5 No 2 Juli 2012

Jurnal Pesona Volume 5, No.2 – Juli 2012
 
ISSN: 2086-9037
 
 
 
PENTINGNYA KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI PETUGAS CONCIERGE TERHADAP KELANCARAN OPERASIONAL
 
DI HOTEL INNA GARUDA YOGYA
 
 
 
Ekawati
 
Jonathan
 
Akademi Pariwisata Pertiwi
 
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
 
 
Abstrac
 
The development of tourism in Indonesia that growing has big influence on the hospitality sector that is engaged infrastructure services. The purpose of this paper is how the influence of ability communication of an officer concierge against operational in concierge section. The methodused inthisresearchisdescriptivequantitativemethod, by telling, analyze and solverealproblemsin the world ofhospitalityas aresultofthe actualdata obtained. Todeterminethe relationshipof communicationvariablesandoperationalvariables, thePearsoncorrelation analysis(Sarwono, 2005)with acorrelation valueisbetween0-1. Resultsofthis analysisshowsthat theabilityto communicatehasa verysignificantimpacton the smoothoperationandhasa positive relation andverystrong.
 
 
 
Key Word: Communication, Concierge, operational, hotel
 
 
 
Abstrak
 
Perkembangan pariwisata di Indonesia yang terus meningkat berpengaruh besar terhadap sektor perhotelan yang bergerak di bidang jasa prasarana. Tujuan dari penulisan ini adalah pengaruh kemampuan berkomunikasi seorang petugas concierg terhadap kelancaran operasional di concierge section. Metode penulisan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif kuantitatif, yaitu dengan menuturkan, menganalisa dan memecahkan masalah yang nyata dalam dunia perhotelan sebagai hasil dari data yang didapatkan sebenarnya. Untuk mengetahui keeratan hubungan variable komunikasi dan variable operasional, maka digunakan analisa korelasi Pearson (Sarwono, 2005) dengan nilai korelasi adalah antara 0 – 1. Hasil dari analisis menunjukkan  bahwa kemampuan berkomunikasi memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap kelancaran operasional dan memiliki hubungan yang positif dan sangat kuat. 
 
 
 
Kata Kunci: Komunikasi, Concierge, operasional, hotel
 
 
 
MASALAH DAN SOLUSI DALAM PENGELOLAAN SUPPLY LINEN TERHADAP PRODUKTIVITAS ROOM ATTENDANT DI HOTEL GRAND MILLENIUM KUALA LUMPUR
 
 
 
Nanik Kartika
 
Wendri
 
Akademi Pariwisata Pertiwi
 
Jl. Dewi Sartika Kav 2& 3 Cililitan, Jakarta Timur
 
 
 
Abstract
 
The aim of this study isto(1) To knowthe effortsthatcan be donetoovercomethe obstaclesin the management oflinenand(2) Toprovidea solution to theproblemsexistingin the managementwhattolinenroomattendant. This study is aqualitative researchapproachusingdescriptions throughinterviews, observationandLibraryStudiesMethods(Literature Review). Based on theresults ofthe studyshowedthat theresults ofthe interview, the obstacles encounteredin the management oflinenatHotelGrandMillenniumKualaLumpurincludethe number ofworkersin thelinensectionstill lacking, manywhose conditionlinenOutOfOrder, laundrymachinedamageas well asa lack of goodwaterandcausedulllinenandchemicalspeciesthat are lessgood.
 
 
 
Key words: Housekeeping, room-boy, room-maid, laundry, linen, productivity
 
 
 
Abstrak
 
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala dalam pengelolaan linen dan (2) Untuk memberikan solusi atas kendala apa yang ada dalam pengelolan linen untuk room attendant. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskripsi melalui pendekatan wawancara, observasi dan Metode Studi Pustaka (Literature Review). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil interview, kendala yang dihadapi dalam pengelolaan linen di Hotel Grand Millenium Kuala Lumpur diantaranya jumlah tenaga di linen section masih kurang, banyaknya linen yang kondisinya Out Of Order, kerusakan mesin laundry serta air yang kurang bagus dan menyebabkan linen kusam serta jenis chemical yang kurang baik.
 
 
 
Kata Kunci: Housekeeping, room-boy, room-maid, laundry, linen, produktivitas
 
 
 
PENGARUH MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA DI HOTEL SARI PAN PACIFIC JAKARTA
 
 
 
Rina Ekawati
 
Mareta Devi Nur’aini
 
Akademi Pariwisata Pertiwi
 
Jl. Dewi Sartika Kav 2& 3 Cililitan, Jakarta Timur
 
 
 
Abstract
 
The aims of this study is to (1) analyze the relationship of motivation on employee performance in Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, (2) to analyze the relationship satisfaction on employee performance in Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, and (3) to analyze the relationship between motivation and job satisfaction on employee performance at Sari Pan Pacific Jakarta. This research is quantitative research using diskrptif with data collection techniques. The results showed that (1) Motivation positive and significant impact on the performance of employees, (2) satisfaction is positive and significant impact on the performance of employees, and (3) Motivation and Job Satisfaction on Employee Performance and significant positive effect on employee performance.
 
 
 
Key words: Motivation, satisfaction, and perfomance
 
 
 
Abstrak
 
Penelitian ini bertujuan untuk ­( 1 ) Menganalisis hubungan motivasi terhadap kinerja karyawan di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, ( 2 ) Menganalisis hubungan kepuasan terhadap kinerja karyawan di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, dan ( 3 ) Menganalisis hubungan antara motivasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode diskrptif dengan teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, (2) Kepuasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dan (3) Motivasi dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
 
 
 
Kata Kunci: Motivasi, Kepuasan, dan Kinerja
 
 
 
PROGRAM PEMBERDAYAAN WANITA PEMBATIK DI DESA KEBON, KECAMATAN BAYAT, KABUPATEN KLATEN, PROPINSI JAWA TENGAH SEBAGAI DESA WISATA BATIK
 
 
 
Achmad Akasyah Alhabsyi
 
Rima Nouvidya Kesuma
 
Akademi Pariwisata Pertiwi
 
Jl. Dewi Sartika Kav. 2 & 3 Cililitan Jakarta Timur
 
 
 
Abstract
 
Batik as a cultural heritage has become an icon of a proud nation of Indonesia. Batik usage across generations has helped small and medium businesses to create and innovate in order to maintain its existence as well as the economy is expected to be a positive impact on the economic development of the people, which in turn can provide benefits to the artisans and batik producers. Including empowering women how to do batik in villages producing batik.
 
Program also received support from the International Institute not only promote batik as a village local products, but also evokes other sectors namely tourism sector. To see the extent to which women’s empowerment program batik in a village that has the potential to become a tourism village then conducted research with the aim to determine the potential of women in the village of batik Kebun, knowing the strategy of empowering women in the village Kebun and determine the contribution of women to the development of batik village tourism Kebun . Where the final outcome of this study is expected to be a useful reference for the development of Batik Village Kebun and Kebun Indah in particular, as well as an inspiration to all Indonesian women to continue working and efficient and contribute to the economic progress of the nation. Implementation of research activities conducted in the Village Kebun, District Bayat, Klaten regency, Central Java, during the three months between June and August 2012
 
 
 
Key words: Batik, economi
 
 
 
Abstrak
 
Batik sebagai warisan budaya telah menjadi ikon yang membanggakan bangsa Indonesia. Pemakaian batik yang lintas generasi telah membantu usaha kecil menengah untuk berkreasi dan berinovasi dalam rangka mempertahankan eksistensinya sekaligus diharapkan secara ekonomi dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi rakyat yang pada akhirnya dapat memberi keuntungan bagi para pengrajin dan produsen batik.Berbagai cara dilakukan termasuk memberdayakan wanita pembatik di desa-desa penghasil batik.
 
Program yang juga mendapatkan bantuan dari Lembaga Internasional bukan hanya memajukan batik sebagai produk lokal sebuah desa, tetapi juga membangkitkan sektor lain yaitu sektor Pariwisata. Untuk melihat sejauh mana program pemberdayaan wanita pembatik di sebuah desa yang memiliki potensi untuk menjadi Desa Wisata maka penelitian dilakukan dengan tujuan  untuk mengetahui potensi wanita pembatik di Desa Kebon, mengetahui strategi pemberdayaan wanita di Desa Kebon dan mengetahui kontribusi wanita pembatik terhadap perkembangan pariwisata di Desa Kebon. Dimana hasil akhir penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan yang bermanfaat bagi perkembangan Desa Kebon dan Batik Kebon Indah khususnya, serta menjadi inspirasi bagi seluruh wanita Indonesia untuk terus berkarya dan berdaya guna serta berkontribusi pada kemajuan perekonomian bangsa. Pelaksanaan kegiatan penelitian dilakukan di Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah, selama tiga bulan antara bulan Juni sampai Agustus 2012.
 
 
 
Kata Kunci: Batik dan ekonomi
 
 
 
PERANAN CHEF DE PARTIE DALAM MENINGKATKAN KUALITAS MAKANAN PANAS DI FIESTA KITCHEN SARI PAN PACIFIC HOTEL JAKARTA
 
 
 
R.Taufik Hidayat
 
Rollys Fernando
 
Akademi Pariwisata Pertiwi
 
Jl. Dewi Sartika Kav. 2 & 3 Cililitan Jakarta Timur
 
 
 
Abstract
 
The aim of this study isto (1) expand and add work experience in the field of hospitality, especially in the kitchen for the benefit of the author. (2) Want to know how much role to play especially in the kitchen preparing food in the kitchen hot in Sari Pan Pacific Hotel Jakarta (3) by writing this final report the authors know the duties and responsibilities that are given at the time of entering the industry, in order to become a good human resources and competence for the industry (4) knowing the direct professional chefs working in the kitchen to play in making and serving food satisfactory heat (5) As one of the requirements to complete a degree education Associate Expert on Earth Tourism Academy. This study is a qualitative study using a descriptive method approach through observation, library research and interviews. The results showed that: (1) perananan a Chef De Partie it is essential for the smooth operations of the kitchen. In addition, his responsibilities is wide, not limited to supervise other kitchen staff and operations but also help other kitchen staff when conditions are crowded kitchen orders (2) Role of a Chef De Partie very influential in improving the quality of food. It is characterized by Chef De Partie who supervise food ranging from foodstuffs coming from suppliers, storing food in storage until the use and processing of foodstuffs.
 
 
Keywords: Roles, Quality
 
 
 
Abstrak
 
Penelitian ini bertujuan untuk (1)Memperluas dan menambah pengalaman kerja di bidang perhotelan, khususnya di kitchen yang bermanfaat bagi  penulis.(2)Ingin mengetahui seberapa jauh peranan kitchen khususnya di main kitchen dalam mengolah makanan panas di Sari Pan Pacific Hotel Jakarta(3)Dengan menulis laporan tugas akhir ini penulis mengetahui tugas dan tanggung jawab yang diberikan pada saat memasuki dunia industri, guna menjadi sumber daya manusia yang baik dan berkompeten untuk industri(4)Mengetahui secara langsung profesional kerja para juru masak di main kitchen dalam membuat serta menyajikan makanan panas yang memuaskan(5)Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan mendapatkan gelar Ahli Madya di Akademi Pariwisata Pertiwi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif dengan melalui pendekatan observasi, penelitian perpustakaan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perananan seorang Chef De Partie sangatlah penting bagi kelancaran operasional kitchen. Selain itu, tanggung jawabnya pun sangat luas, tidak sebatas mengawasi para staff kitchen lain dan operasionalnya tetapi juga membantu staff kitchen lain disaat keadaan kitchen sedang ramai orderan (2)Peranan seorang Chef De Partie sangat berpengaruh dalam meningkatkan kualitas makanan. Ini ditandai dengan Chef De Partie lah yang melakukan pengawasan bahan makanan mulai dari datangnya bahan makanan dari suplier, penyimpanan bahan makanan di tempat penyimpanan sampai penggunaan dan pengolahan bahan makanan.
 
 
 
Kata Kunci: Peranan, Kualitas
 
 
 

Jurnal Vol.5 No.1 Januari 2012

Jurnal Pesona Volume 5, No.1 – Januari 2012
ISSN: 2086-9037
 
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN DAN KUALITAS PRODUK  TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA MATAHARI DEPT.STORE CIREBON
 
Inda Gumilang
Dosen STIE Pertiwi Bekasi
 
Abstract
Factors including quality of service and quality products jointly significant impact on customer satisfaction in the sun Dept. Store Cirebon at 51.70% and the balance of 48.30% influenced by other factors. It can be seen on the results of calculations in which the value off can count equal to 51.945 while the table with degrees offreedom f= k vl and v2 = (n-k-1), (100-2 -1) = 97 and with 95% confidence level (a = 0.05) obtained f table is 2.47. Thus the value off greater than f count table (51.945> 2.47) so that Ho ditolakBerdasarkan effect of all these factors have significant influence on customer satisfaction on customer Dept. sun. Store in the city ofCirebon in a row that the quality of service (XI) ofO. 728 or 72.80% and the variable quality of products (X2)for 0042 or 4.20 
 
Keywords: Customer Satisfaction
 
Abstrak
Faktor termasuk kualitas pelayanan dan kualitas produk secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan di matahari Dept Store Cirebon pada 51,70% dan sisanya sebesar 48.30% dipengaruhi oleh faktor lain. Hal ini dapat dilihat pada hasil perhitungan di mana nilai off bisa hitung sebesar 51,945 sedangkan meja dengan derajat offreedom f = k vl dan v2 = (nk-1), (100-2 -1) = 97 dan 95 dengan tingkat kepercayaan% (a = 0,05) diperoleh tabel f 2.47. Dengan demikian nilai off lebih besar dari f table hitung (51,945> 2,47) sehingga efek Ho ditolakBerdasarkan dari semua faktor ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada pelanggan Dept berjemur. Toko di ofCirebon kota berturut-turut bahwa kualitas layanan (XI) OFO. 728 atau 72.80% dan variabel kualitas produk (X2) untuk 0042 atau 4.20
 
Kata Kunci: Kepuasan pelanggan
 
 
PENGARUH DARI PERCEIVED VALUE YAITU HEDONIC VALUE DAN UTILITARIAN VALUE TERHADAP CUSTOMER SATISFACTION DAN BEHAVIOURAL INTENTION PADA JASA RETAIL PUSAT PERBELANJAAN (SHOPPING CENTRE)
 
Rinaldizizar
Universitas Trisakti
 
Abstract
The background of this research was to prove that there is an impact of hedonic value and utilitarian value to the customer behavioural and perceived value with the additional variabel which is demographics factor and applied to retail business like shopping center. 
 
Keywords: Perceived value,   hedonic  value,   utilitarian   value,   customer satisfaction, behavioural intention.
 
Abstrak
Latar belakang penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa ada dampak nilai hedonik dan nilai utilitarian terhadap perilaku pelanggan dan nilai yang dirasakan dengan variabel tambahan yang merupakan faktor demografi dan diterapkan untuk bisnis ritel seperti pusat perbelanjaan.
 
Kata Kunci: nilai yang dirasakan, nilai hedonis, nilai utilitarian, kepuasan pelanggan, niat perilaku.
 
 
PENGARUH KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT TRISAKTI JAKARTA
 
Dianingtyas Mira
Universitas Trisakti
 
Abstract 
Service is very important in a service business, even more noteworthy than the product business. The data was collected using purposive sampling method based on convenience sampling to obtain information quickly, cheaply and easily (Herman, 2006). The purpose of this study was to examine the influence of patient emotions (positive and negative) and service quality on patient satisfaction in the Dental Hospital Trisakti so the results can not be generalized to a hospital or other service industries. The results showed that there is a positive effect on patient
 
Key words: Patient satisfaction
 
Abstrak
Pelayanan merupakan hal yang sangat penting dalam bisnis jasa, bahkan perlu mendapatkan perhatian yang lebih dibandingkan dengan bisnis produk. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling berdasarkan convenience sampling untuk mendapatkan informasi dengan cepat, murah dan mudah (Hermawan, 2006). Tujuan dari penelitian ini adalah menguji pengaruh patient emotions (positive dan negative) dan service quality terhadap patient satisfaction pada Rumah Sakit Gigi dan Mulut Trisakti Jakarta sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasikan pada rumah sakit atau industri jasa lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif terhadap pasien.
 
Kata kunci: kepuasan pasien
 
 
 
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SEORANG COOK WASHOKU DI RESTORAN JEPANG SAKURA  HOTEL HILL SIDE JAKARTA
 
Sytha Kristihandini
Iswanto
Akademi Pariwisata Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
The scope of each hotel kitchen is very different as in the Hill Side Jakarta hotel that has specificity within the scope of the kitchen there are parts like sushi kitchen (cold kitchen), room service kitchen, washoku kitchen (hot kitchen). Results of this study indicate that the lack of cooperation / communication between employees at the Washoku Kitchen kitchen or other parts, equipment used sometimes often not according to function, and lack of a system of first in first out (FIFO) on the materials used for the manufacture of product.
 
Key words: duties and responsibilities
 
Abstrak
Ruang lingkup kitchen setiap hotel sangat berbeda seperti yang ada di hotel Hill Side Jakarta yang mempunyai kekhususan dalam ruang lingkup kitchen terdapat bagian-bagian seperti sushi kitchen (cold kitchen), room service kitchen, washoku kitchen (hot kitchen). Hasil dari penulisan ini menunjukkan bahwa kurangnya kerjasama / komunikasi antara karyawan Kitchen di bagian Washoku  ataupun bagian kitchen lainnya, peralatan yang digunakan kadang seringkali tidak sesuai dengan fungsinya, dan kurang adanya sistem first in first out (FIFO) pada bahan–bahan yang digunakan untuk pembuatan produk.
 
Kata Kunci: tugas dan tanggung jawab
 
?
HUBUNGAN PELAKSANAAN STANDARD OPERATING PROCEDURE TERHADAP KINERJA CLEANING ATTENDANT DI PLAZA INDONESIA JAKARTA
 
Rina Ekawati
Eva Susanti
Akademi Pariwisata Pertiwi 
Jl. Dewi Sartika, Kav 2&3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
At the beginning Mall serves as a shopping center, but nowadays Mall better known as the fulfillment place of the demand global consumption so that become a public place which is often visited by the visitors from different class or social strata. In this case the manager provides facilities to visitors, who can provide convenience and satisfaction to customer in order to coming back; it can be apart from the influence of the cleanliness mall itself. Housekeeping Department and Cleaning Attendant are part of Housekeeping as worker staffs who work using Standard Operating Procedure that established to produce effective and efficient performance. Research variable consist of two variable, the first is the independent variable (independent), Standard Operating Procedure, the second variable is the variable bound (Dependent) is Performance.
 
Key words: the use of standard operating procedures and performance cleaning attendant.
 
Abstrak
Pada awalnya Mall berperan sebagai pusat perbelanjaan, tetapi pada masa sekarang ini Mall lebih dikenal sebagai tempat pemenuhan tuntutan konsumsi global hingga menjadi ruang publik yang kerap kali dikunjungi oleh para pengunjung dari berbagai kelas/strata sosial. Dalam hal ini pengelola memberikan fasilitas-fasilitas kepada pengunjung yang dapat memberikan kenyamanan dan kepuasan kepada customernya agar dapat berkunjung kembali, hal ini tidak terlepas dari pengaruh kebersihan mall itu sendiri. Departemen Housekeeping atau Tata graham dan Cleaning Attendant adalah bagian dari Tata Graha sebagai staff tenaga kerja yang bekerja menggunakan Standard Operating Procedure yang telah ditetapkan sehingga menghasilkan kinerja yang efektif dan efisien. Variable penelitian terdiri dari 2 variable, yang pertama adalah variable bebas (independent) yaitu Standard Operasional Procedure, variable yang kedua adalah variable terikat ( Dependent ) yaitu Kinerja.
 
Kata kunci: Penggunaan prosedur operasi standar dan Kinerja Kehadiran Kebersihan.
 
 

Jurnal Vol.4 No.2 Juli 2011

Jurnal Pesona Volume 4, No.2 – Juli 2011
ISSN: 2086-9037
 
MOTIVASI PENGUNJUNG UNTUK BERKUNJUNG KE TAMAN MARGASATWA RAGUNAN DI JAKARTA
 
Honi Chiquita
Universitas Sahid
 
Abstract
Ragunan Park is the object and natural tourist attraction that is engaged in the conservation of fauna that has a unique and distinct advantage compared to other attractions. This research aims to determine the motivation of tourists to visit the Wildlife Areas ragunan Jakarta. As for some of their motivations for visiting the park Ragunan anyone want a hobby, there is a reason the price of admission is very affordable, because pcndidikan reasons, but not least also mcnyatakan that Ragunan Park kebersihanya less attention, the facilities are not quite complete. Based on the results of field research shows the majority of visitors that visit is for recreation by (70%), observation of (18%), for research by (8%), and for the conservation of (4%). But most of them feel less towards environmental cleanliness contained garbage that littered the area around the cages of animals, and also the smell of manure is not good. So that tourists will be reluctant to make a return. For it with their demands to satisfy the needs of tourists who can be expected from the pcngelola Park Ragunan can improve the environment in the area Ragunan Park to keep it clean and make tourists comfortable and want to visit again in the future.
 
Key words: motivation and Ragunan wildlife Park
 
Abstrak
Taman Margasatwa Ragunan merupakan obyek dan daya tarik wisata alam yang bergerak di bidang konservasi fauna yang mempunyai keunikan dan keunggulan tersendiri dibandingkan dengan obyek wisata lainnya. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui motivasi wisatawan untuk berkunjung ke Taman Margasatwa ragunan DKI Jakarta. Adapun beberapa motivasi mereka untuk mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan ada yang ingin menyalurkan hobi, ada yang karena alasan harga tiket masuk yang sangat terjangkau, karena alasan pcndidikan, tapi tidak sedikit juga yang mcnyatakan bahwa Taman Margasatwa Ragunan kurang memperhatikan kebersihanya, fasilitas yang tidak cukup lengkap. Berdasarkan hasil penelitian lapangan menunjukkan mayoritas pengunjung yang berkunjung adalah untuk berekreasi sebesar (70%), observasi sebesar (18%), untuk riset sebesar (8%), dan untuk konservasi sebesar (4%). Namun kebanyakan dari mereka merasa kurang terhadap kebersihan lingkungan yang tcrdapat sampah-sampah yang berserakan disekitar area kandang-kandang hewan, dan juga bau dari kotoran hewan yang tidak sedap. Sehingga membuat wisatawan akan enggan kembali. Untuk itu dengan adanya tuntutan pemenuhan kebutuhan untuk memuaskan wisatawan yang dapat diharapkan dari pihak pcngelola Taman Margasatwa Ragunan dapat memperbaiki keadaan lingkungan di area Taman Margasatwa Ragunan agar selalu bersih dan membuat wisatawan nyaman dan ingin berkunjung kembali di lain waktu.
Kata Kunci: Motivasi dan Taman wisata Ragunan
Jurnal Pesona Volume 4, No.2 – Juli 2011
 
 
 
ANALISA POTENSI PARIWISATA PULAU PRAMUKA DALAM RANGKA PENINGKATAN KEPARIWISATAAN DI SUKU DINAS PARIWISATA KABUPATEN ADMINISTRASI KEPULAUAN SERIBU
 
Riski Pujiruvianto
Universitas Sahid
 
Abstract
Pramuka Island is part of administrative district of Pramuka Island that located between Jakarta bay and Java ocean that most of its territory is an area of 6997.50 km2 of marine waters and has 110 islands. Geographically located between 106 ° 20’00 “E – 106 ° 57’00” E and S ^ O’OO “LS – S ^ OO” LS and has great potential for marine tourism such as the Mangrove Forest, Coral Reef and Seagrass very interesting that under the authority of the District Tourism dept of Pramuka Islands. The problem is how to run the product development strategy dept Seribu Islands Tourism District Administration for the potential in the Pramuka island region. Pramuka Island given potential as a marine tourism object. Methods of data collection by observation Tourism dept to Seribu Islands District Administration, as well as distributing questionnaires / questionnaires about infrastructure, transportation and facility / accommodation listed marine tourism dept of Seribu Islands Tourism District. The magnitude of the potential of marine tourism attractions in the Pramuka Island are not supported with a range of information to the public (potential tourists) and also not supported by facilities /accommodations, transportation, facilities and infrastructure. All of the potential that exists in the Pramuka Island should be utilized as much as possible with a planning strategy that is competitive with existing marine tourism area in Indonesia in particular and also the adjustment of the budget funds available in Government of Seribu Islands regency in Jakarta.
The author suggested to the Government of DKI Seribu Islands District Administration. Especially Jakarta Tourism Sub-Department Administrative District Seribu Islands in order to extend the range of information about the potential of marine tourism attractions in Pramuka Island eg through advertisements in print and electronic media, provide alternative means of transportation. Sea transport can not operate on night so the air becomes an alternative means of transportation. Based on the analysis,authors suggest building a runway at Long Island and the acceleration of infrastructure supporting tourism in the dock and on the island of Muara Angke Scouting itself as one of the terminals on the island as access for tourists to visit in addition to tourist islands, and that the government should review the planning Based on the existing funds available.
 
Keywords: potential and pramuka island
 
Abstrak
Pulau Pramuka merupakan bagian wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu yang terletak diantara teluk Jakarta dan laut Jawa yang sebagian besar wilayahnya merupakan perairan laut seluas 6.997,50 km2 dan memiliki 110 pulau. Secara geografis terletak pada posisi 106°20’00” BT – 106°57’00” BT dan S^O’OO” LS – S^OO” LS dan memiliki potensi wisata bahari yang besar seperti Hutan Mangrove, Terumbu Karang dan Padang Lamun yang sangat menarik yang berada di bawah wewenang Suku Dinas Pariwisata Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Permasalahannya adalah bagaimana strategi pengembangan produk yang dijalankan Suku Dinas Pariwisata Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu terhadap potensi-potensi yang ada di Pulau Pramuka mengingat kawasan Pulau Pramuka sangat potensial sebagai obyek wisata bahari. Metode pengumpulan data dengan cara observasi ke Suku Dinas Pariwisata Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, serta penyebaran angket / kuesioner tentang sarana dan prasarana, transportasi dan fasilitas / akomodasi wisata bahari yang terdaftar di Suku Dinas Pariwisata Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Besarnya potensi daya tank wisata bahari yang ada di Pulau Pramuka tidak didukung dengan jangkauan informasi kepada masyarakat (calon wisatawan) dan juga tidak ditunjang dengan fasilitas / akomodasi, transportasi, sarana dan prasarana yang memadai. Semua potensi yang ada di Pulau Pramuka ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin dengan perencanaan strategi yang kompetitif dengan kawasan wisata bahari yang ada di Indonesia khusuanya dan juga dengan penyesuaian anggaran dana yang tersedia di Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu DKI Jakarta. Penulis menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu DKI Jakarta  khususnya Suku Dinas Pariwisata Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu supaya memeperluas jangkauan informasi tentang potensi daya tank wisata bahari di Pulau Pramuka misalnya melalui iklan di media cetak maupun media elektronik, menyediakan alat transportasi alternatif. Transportasi laut tidak dapat beroperasi pada malam hari sehingga alat transportasi udara menjadi alternatif. Berdasarkan analisis, penulis menyarankan membangun landasan pacu di Pulau Panjang dan  melakukan percepatan sarana dan prasarana pendukung pariwisata di dermaga Muara Angke dan di Pulau Pramuka itu sendiri seperti terminal di salah satu pulau sebagai akses bagi wisatawan untuk mengunjungi selain pulau-pulau wisata, dan agar pemerintah menkaji kembali perencanaan yang ada berdasakan dana yang tersedia.
 
Kata Kunci: potensi dan pulau pramuka
 
 
 
 
PENGARUH INVESTASI DAN TENAGA KERJA TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO DI PROVINSI BALI
 
Emilya Tri Handayani
Universitas Sahid
 
Abstract
Bali province is an area that is quite strategic in making investments that could increase regional revenue. As many provinces attract foreign tourists who definitely need the social and cultural conditions, growth and quality of the population, and the advancement of enabling technologies. This research looks at a diversion of investment and employment to regional gross domestic product from 1995 to 2005. This study uses multiple linear regression analysis using the F test and t test. Therefore the effect of investment on employment, these two variables has a redirector to increase the gross regional domestic product in particular the province of Bali. Average domestic investment in Bali from 1995 to 2005 amounting Rp.886.861, 1 million per year with an average annual growth rate of 5.87 percent. Average FDI amounting Rp.252.041 Bali Province, 8 million per year with an average growth rate of 2.9 per year, while the total domestic and foreign investment by an average of Rp. 1,138,902.9 million per year and an average growth rate of -0.41 percent per year. Average labor bakerja in Bali province from 1995 to 2005 amounted to 1,760,838 people per year with a growth rate of 5.56 percent per year. The average GDP in the province of Bali from 1995 to 2005 amounted to Rp.7.578.973 million per year with a growth rate of 2.36 percent per year. The calculation in Appendix II with SPSS data, obtained by the calculation as follows: =6193588- 0,713 X, + 1,248X2 This equation is switch investment to GDP showed negative Xi of – .713 and diversion X2 Labor to GDP showed positive at 1.248. Test results together (F test) showed a switch between Investment and Employment to GDP with an F sig <a = 5% or 0.05. Partial (t test) showed that the diversion of investment to GDP with a = 5% and the diversion of labor to GDP with a = 5%.
Based on the analysis results obtained correlation coefficient (r) = -0.649 means that the relationship between investment in a very weak GDP and Employment Correlation Coefficient (r) = 0.946 means that the relationship between labor with GDP very closely.
 
Keywords: investment, employment, and gross regional.
 
Abstrak
Propinsi Bali merupakan daerah yang cukup strategis dalam melakukan investasi yang dapat meningkatkan pendapatan regional. Sebagai propinsi yang banyak menarik wisatawan mancanegara pasti memerlukan keadaan sosial dan kebudayaan, pertumbuhan dan kualitas penduduk, dan kemajuan teknologi yang kondusif. Penelitian ini melihat pengalih investasi dan tenaga kerja terhadap produk domestik regional bruto dari tahun 1995 sampai dengan tahun 2005. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan menggunakan uji F dan uji t. Oleh karena itu investasi berpengaruh terhadap penyerpaan tenaga kerja, kedua variabel ini mempunyai penganih untuk meningkatkan produk domestik regional bruto khususnya propinsi Bali. Rata-rata investasi PMDN di Propinsi Bali dari tahun 1995 sampai dengan tahun 2005 sebesar Rp.886.861,1 juta per tahun dengan rata-rata tingkat pertumbuhan 5,87 persen pertahunnya. Rata-rata investasi PMA Propinsi Bali sebesar Rp.252.041,8 juta per tahun dengan rata-rata tingkat pertumbuhan 2.9 per tahunnya, sedangkan total investasi PMDN dan PMA dengan rata-rata sebesar Rp. 1.138.902,9 juta per tahun dan rata-rata tingkat pertumbuhan -0,41 persen per tahun. Rata-rata tenaga kerja yang bekerja di propinsi Bali dari tahun 1995 sampai dengan 2005 sebesar 1.760.838 jiwa per tahun dengan tingkat pertumbuhan sebesar 5,56 persen per tahun. Rata-rata PDRB di propinsi Bali dari tahun 1995 sampai dengan 2005 sebesar Rp.7.578.973 juta per tahun dengan tingkat pertumbuhan sebesar 2,36 persen per tahun. Hasil pernitungan pada Lampiran II dengan data SPSS, diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:Y =6193588- 0,713 X, + 1,248X2 Persamaan ini adalah menunjukkan penganih Investasi terhadap PDRB Xi negatif sebesar – 0,713 dan pengalih Tenaga Kerja terhadap PDRB X2 menunjukkan positif sebesar 1,248. Hasil uji secara bersama-sama (uji F) menunjukkan adanya pengalih antara Investasi dan Tenaga Kerja terhadap PDRB dengan nilai F sig < a = 5% atau 0,05. Secara parsial (uji t) menunjukkan bahwa adanya penganih investasi terhadap PDRB dengan a = 5% dan adanya pengalih tenaga kerja terhadap PDRB dengan a=5%. Berdasarkan hasil analisis di peroleh Koefisien Korelasi (r) = -0,649 artinya keeratan hubungan antara Investasi dengan PDRB sangat lemah dan Koefisien Korelasi Tenaga Kerja ( r) = 0,946 artinya keeratan hubungan antara tenaga kerja dengan PDRB sangat erat.
 
Kata Kunci: investasi, tenaga kerja, dan regional bruto.
 
 
 
 
APLIKASI KOMPUTERISASI PADA DEPARTEMEN HOUSEKEEPING, FOOD, AND BEVERAGE, DAN FRONT OFFICE UNTUK PENGOLAHAN DATA ADMINISTRASI TAMU DI HOTEL NOVOTEL SOLO.
 
 Nanik Kartika
Dosen Tetap Akademi Pariwisata Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
The background of this research is about the management of the hospitality industry in managing and conducting activities of a hotel requires some information that is relevant and credible in determining the policy of the hotel which is considered as a step in making the right decisions in a fast time. The information required is the hotel management information on all activities undertaken by the hotel such as information about the guests, including information about the average of guest whose staying at the hotel, frequency of arrival, the percentage of room occupancy, and guest history, as well as information about the use of the services offered by the hotel, and pay charged to guests. Therefore, in order to meet the information needs in accordance with technological advances, the use of computerized systems need to be applied in the world such as the hospitality business because it will help speed up the work and improve the effectiveness and efficiency. But this does not mean that the principles of manual work is fundamental to the implementation of the work being done in some departments of the hotel to be irrelevant to continue to be studied and assessed in the implementation work. Documenting the administration in hospitality reservation require a precision setting mechanism and arranged so that data can be packaged and well fenced. With rapid technological and convenience offered in it, both agencies are now private and public use of technology in the data processing facility that processed manually converted into a pattern that simplifies the process of computerization and data entering saved searches in the database. The database was created with the aim that more optimal work processes and can be performed accurately and precisely with the bit error rate. In managing this data, the hotel must have a system of processing and data management are good and orderly, which will be useful to smooth the data storage and can provide security to the data. The foregoing can provide facilities for every hotel owners to provide and provide maximum service to residential. Keyword: Computerized, Microsoft Visual Basic 6.0, Novotel Hotel – Solo
 
Key words: computerized, microsoft Visual Basic 6.0, Novotel Hotel – Solo
 
Abstrak
Latar belakang penelitian ini adalah tentang pengelolaan industri perhotelan dalam mengelola dan melaksanakan kegiatan dari sebuah hotel membutuhkan beberapa informasi yang relevan dan kredibel dalam menentukan kebijakan hotel yang dianggap sebagai langkah dalam membuat keputusan yang tepat secara cepat waktu. Informasi yang diperlukan adalah informasi manajemen hotel pada semua kegiatan yang dilakukan oleh hotel seperti informasi tentang tamu, termasuk informasi tentang rata-rata tamu yang tinggal di hotel, frekuensi kedatangan, persentase hunian kamar, dan sejarah tamu, seperti serta informasi tentang penggunaan layanan yang ditawarkan oleh hotel, dan membayar biaya untuk tamu. Oleh karena itu, dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi sesuai dengan kemajuan teknologi, penggunaan sistem komputerisasi perlu diterapkan di dunia seperti bisnis perhotelan karena akan membantu mempercepat pekerjaan dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi. Tapi ini tidak berarti bahwa prinsip-prinsip pekerjaan manual adalah dasar pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan di beberapa departemen hotel menjadi tidak relevan untuk terus dikaji dan dinilai dalam pelaksanaan pekerjaan. Mendokumentasikan administrasi di hospitality pemesanan memerlukan mekanisme pengaturan presisi dan diatur sedemikian rupa sehingga data dapat dikemas dan baik dipagari. Dengan teknologi yang cepat dan kemudahan yang ditawarkan di dalamnya, kedua lembaga kini pribadi dan kepentingan umum teknologi di fasilitas pengolahan data yang diolah secara manual diubah menjadi pola yang menyederhanakan proses komputerisasi dan data memasuki pencarian tersimpan dalam database. Database ini dibuat dengan tujuan agar proses kerja lebih optimal dan dapat dilakukan secara akurat dan tepat dengan tingkat kesalahan bit. Dalam mengelola data ini, hotel harus memiliki sistem pengolahan dan manajemen data yang baik dan teratur, yang akan berguna untuk kelancaran penyimpanan data dan dapat memberikan keamanan data. Hal tersebut dapat menyediakan fasilitas bagi setiap pemilik hotel untuk menyediakan dan memberikan pelayanan yang maksimal untuk perumahan. 
 
Kata kunci: Komputerisasi, Microsoft Visual Basic 6.0, Novotel Hotel – Solo
 
 
?
PENGARUH KNOWLEDGE MANAGEMENT TERHADAP KINERJA KARYAWAN
 
Rina Ekawati
Akademi Tetap Pariwisata Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
At the era of the global competition, knowledge management hopefully could provide sufficiently significant contributions to human resources, particularly among the hospitality world. This research is aimed at measuring the influence of knowledge management on the performance of the employees using case studies on the front office department at the Kartika Plaza Hotel. The outcome of this research reveals that knowledge management indirectly affects the employee’s performance, personal knowledge significantly affects job procedure, and the most dominant element of influencing the employee’s performance is technology.
 
Keywords: knowledge management, working performance, Surabaya Plaza Hotel
 
Abstrak
Pada era persaingan global saat ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang baik bagi sumber daya manusia khususnya pada dunia perhotelan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh manajemen pengetahuan terhadap kinerja karyawan dengan studi kasus pada departemen front office di Kartika Plaza Hotel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara tidak langsung mempengaruhi kinerja karyawan, pengetahuan pribadi secara signifikan terhadap job procedure, dan faktor yang paling dominan mempengaruhi kinerja karyawan adalah teknologi.
 
Kata Kunci: pengetahuan manajemen, prestasi kerja, Hotel Surabaya Plaza
 

Jurnal Vol.4 No.1 Januari 2011

Jurnal Pesona Volume 4, No.1 – Januari 2011
ISSN: 2086-9037
 
ANALISIS EFEKTIFITAS PENGGUNAAN SITUS WEB DALAM PELAKSANAAN PROMOSI PADA DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN PROVINSI DKI JAKARTA
 
Soraya Fadhilah
Universitas Sahid Jakarta
 
Abstract
Tourism has an important role in opening new jobs and investment, changing land use and economic structures, as well as contribute positively to the economy of a country. The purpose of this study was to determine the level of tourist visits Jakarta before and after use of the website and know the difference before and after the use of the website in promotion of the implementation of the Culture and Tourism Office of Jakarta Province. The method used is the methods of literature, the research done by reading the literature, materials – materials lecture material, books – books as well as data – the data from the internet relating to the problem. The results of this study indicate that the data is based on web visitors, most tourists who come to Jakarta not access the web site www.jakarta-tourism.cp.id to search for information.
 
Key words: website and promotion 
 
Abstrak
Pariwisata memiliki peran penting dalam membuka lapangan kerja baru dan investasi, mengubah penggunaan lahan dan struktur ekonomi, serta memberikan sumbangan yang positif terhadap perekonomian suatu negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kunjungan wisatawan DKI Jakarta sebelum dan setelah penggunaan situs web serta mengetahui perbedaan sebelum dan setelah penggunaan situs web dalam pelaksanaan promosi pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Metode penelitian yang dgunakan adalah metode kepustakaan, yaitu penelitian dilakukan dengan membaca literatur -literatur, bahan – bahan materi perkuliahan, buku – buku serta data – data dari internet yang berhubungan dengan masalah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan data pengunjung web, sebagian besar wisatawan yang datang ke Jakarta tidak mengakses situs web www.jakarta-tourism.cp.id untuk mencari informasi.
 
Kata Kunci: situs web dan promosi
 
 
 
PENGARUH PELAKSANAAN STANDARD OPERATIONAL PROCEDURES (S.O.P) TERHADAP PENINGKATAN KINERJA SEORANG ROOM BOY DI HOTEL INNA GARUDA YOGYAKARTA
 
Homsah Umrianingsih
Dosen Tetap Akademi Pariwisata Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
The background of this research is the implementation of standard operating procedures to improve performance is the standard guide for all employees in carrying out their duties and obligations as the hotel is involved in, then management should be based on organizational form that leads to facilitate the activities of the department responsible for the availability of the hotel. In addition to assign each task of each department within the framework established good cooperation between departments of the other departments, as well as their employees. With the SOP is expected to officers / employees to maintain a level of consistency and performance oj employee personnel / or teams within an organization or work unit. SOPs can also be clear about the role and functions of each position in the organization, clarify the flow of tasks, authority and responsibilities of officials / employees concerned to protect the unit organizational / work and officers from administrative errors. In conducting its operations, the role and functions of the employee’s position is significant. Therefore we need a standard operating procedure as a reference work in earnest to become a human resource professional, reliable so as to realize the vision and mission, corporate objectives / hotel. The objective of hypothesis in this study is that there is Influence on the implementation of the SOP to increase the performance of a room boy’s. The method of design in this study with a questionnaire for the survey which was applied to the hospitality services industry at Inna’s Garuda Hotel – Yogyakarta, which aims to test and analyze the hypotheses. The variable used independent variable, namely the implementation of the SOP with the seven-item statement and the dependent variable is performance of a room boy’s with eight-item statement. The questionnaire is aimed the hotel guest’s with a number as many as 14 people from 84 people on 7 floors, and on each floor is taken 2 people staying in two rooms. Methods of data analysis in this research is simple regression that assisted with the software SPSS version 15. The results oj this study is that there is influence the implementation of the SOP on the performance of room boy’s at the Hotel Inna Garuda – Yogyakarta.
 
Keywords: Implementation of SOP, Performance of Room Boy’s, Inna’s Garuda Hotel Yogyakarta.
 
Abstrak
Latar belakang penelitian ini adalah pelaksanaan prosedur operasi standar untuk meningkatkan kinerja adalah panduan standar untuk semua karyawan dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai hotel yang terlibat dalam mereka, maka manajemen harus didasarkan pada bentuk organisasi yang mengarah untuk memfasilitasi kegiatan dari departemen yang bertanggung jawab atas ketersediaan hotel. Selain menetapkan setiap tugas masing-masing departemen dalam kerangka membentuk kerjasama yang baik antar departemen dari departemen lain, serta karyawan mereka. Dengan SOP ini diharapkan petugas / karyawan untuk mempertahankan tingkat konsistensi dan kinerja pegawai oj personil / atau tim dalam organisasi atau unit kerja. SOP juga bisa menjadi jelas tentang peran dan fungsi masing-masing posisi dalam organisasi, memperjelas aliran tugas, wewenang dan tanggung jawab pejabat / karyawan yang bersangkutan untuk melindungi unit / organisasi kerja dan petugas dari kesalahan administrasi. Dalam menjalankan operasinya, peran dan fungsi posisi karyawan adalah signifikan. Oleh karena itu kita memerlukan prosedur operasi standar sebagai acuan kerja sungguh-sungguh untuk menjadi sumber daya manusia yang profesional, handal sehingga dapat mewujudkan visi dan misi, tujuan perusahaan / hotel. Tujuan dari hipotesis dalam penelitian ini adalah bahwa ada Pengaruh pada pelaksanaan SOP untuk meningkatkan kinerja anak ruangan. Metode desain dalam penelitian ini dengan kuesioner untuk survei yang diaplikasikan pada industri jasa perhotelan di Inna Garuda Hotel – Yogyakarta, yang bertujuan untuk menguji dan menganalisis hipotesis. Variabel yang digunakan variabel bebas, yaitu pelaksanaan SOP dengan pernyataan tujuh-item dan variabel terikat adalah kinerja room boy ini dengan pernyataan delapan-item. Kuesioner ditujukan tamu hotel ini dengan sejumlah sebanyak 14 orang dari 84 orang pada 7 lantai, dan di setiap lantai diambil 2 orang yang tinggal di dua kamar. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah regresi sederhana yang dibantu dengan software SPSS versi 15. Hasil oj penelitian ini adalah bahwa ada mempengaruhi pelaksanaan SOP pada kinerja room boy ini di Hotel Inna Garuda – Yogyakarta. 
 
Kata Kunci: Pelaksanaan SOP, Kinerja room boy,Inna Garuda Hotel di Yogyakarta
 
?
 
PENGARUH KEPUASAN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN DI HOTEL SAHID JAYA JAKARTA
 
Maryatun
Gunawan Supriyadi
Akademi Pariwisata (AKPAR) Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2&3, Cililitan, Jakarta Timur 13640, Telp. 021 8090 474
 
Abstract
The role of management as the management of human resources is required. This is the way to improving the employee productivity. Labor productivity may decrease, the possibility of unfair competition, jealousy among employees. Research variable consists of two variables. The first variable is the independent variables, namely job satisfaction. The second variable is the dependent variable, namely job productivity. Based on the research, the results shows that jobs satisfaction have an effect on productivity. It means that job satisfaction has a significant relationship with productivity.
 
Keywords: job satisfaction, productivity, achievement, and the employees themselves 
 
Abstrak
Peranan manajemen sebagai pengelolaan sumber daya manusia diperlukan. Hal ini merupakan suatu cara meningkatkan suatu produktivitas kerja karyawan. Produktivitas kerja ini dapat menurun, kemungkinan adanya persaingan yang tidak sehat, kecemburuan sosial antara para karyawannya. Variabel penelitian terdiri dari dua variabel. Variable pertama adalah variabel bebas, yaitu kepuasan kerja. Variabel kedua adalah variabel tergantung, yaitu produktivitas kerja. Bedasarkan hasil penelitian menunjukkan kepuasan kerja memiliki pengaruh terhadap produktivitas. Artinya kepuasan kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan produktivitas.
 
Kata kunci: Kepuasan kerja, produktivitas, pencapaian dan karyawan itu sendiri
 
 
 
?
PENGARUH SERVICESCAPE TERHADAP CUSTOMER LOYALTY
 
Syta Kristihandini
Dosen Tetap Akademi Pariwisata Pertiwi
 
Abstract
The background of this research was to conduct a profound study of servicescape dimensions that is ambient conditions, design factors and social factors which has a positive effect to customer loyalty on hair and beauty salon. It could not be apart from the fact that the servicescape is the most important factor from tangible dimension which has physical shape that can be seen directly and can influence customer’s decision in using a service.  Thus, servicescape is a part of physical evidence, can have a profound effect on the customer experience. The objectives of this research was: (a) the positive effect of music to customer loyalty, (b) the positive effect of aroma to customer loyalty, (c) the positive effect of cleanliness to customer loyalty, (d) the positive effect of implicit communicators to customer loyalty, (e) the positive effect of furnishings to customer loyalty, (f) the positive effect of colors to customer loyalty, (g) the positive effect of customer orientation to customer loyalty, (h) the positive effect of credibility to customer loyalty, ft) the positive effect of competence to customer loyalty, (j) the positive effect of physical attractiveness to customer loyalty. The design of this research applies a survey toward unit of analysis on hair and beauty salon by interview the customers for testing hypotheses. Meanwhile the required data consist of ten variables: music, aroma, cleanliness, implicit communicators, furnishings, colors, customer orientation, credibility, competence and physical attractiveness as independent variables and customer loyalty as dependent variable. The aggregate numbers of customer being respondent of the study are 130. Data analysis used in this research was consists of Multiple Regression Analysis by SPSS 15 as software. The result of this research conclude that variables of credibility, competence and physical attractiveness had a positive effect to customer loyalty, whereas the other variables music, aroma, cleanliness, implicit communicators, furnishings, colors, and customer orientation found had no positive effect to customer loyalty.
 
Keywords: Servicescape (ambient conditions, design factors, and social factors), customer loyalty, hair and beauty salon
 
Abstrak
Latar belakang penelitian ini adalah untuk melakukan studi mendalam dimensi servicescape yang kondisi ambien, faktor desain dan faktor sosial yang memiliki efek positif terhadap loyalitas pelanggan pada rambut dan salon kecantikan. Itu tidak bisa terlepas dari kenyataan bahwa servicescape adalah faktor yang paling penting dari dimensi berwujud yang memiliki bentuk fisik yang dapat dilihat secara langsung dan dapat mempengaruhi keputusan pelanggan dalam menggunakan layanan. Dengan demikian, servicescape merupakan bagian dari bukti fisik, dapat memiliki efek mendalam pada pengalaman pelanggan. Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) pengaruh positif musik terhadap loyalitas pelanggan, (b) efek positif aroma terhadap loyalitas pelanggan, (c) efek positif kebersihan terhadap loyalitas pelanggan, (d) pengaruh positif komunikator implisit untuk loyalitas pelanggan, (e) efek positif perabot untuk loyalitas pelanggan, (f) efek positif warna untuk loyalitas pelanggan, (g) efek positif orientasi pelanggan terhadap loyalitas pelanggan, (h) pengaruh positif kredibilitas terhadap loyalitas pelanggan, ft) pengaruh positif kompetensi terhadap loyalitas pelanggan, (j) efek positif daya tarik fisik terhadap loyalitas pelanggan. Rancangan penelitian ini menggunakan survei terhadap unit analisis pada rambut dan salon kecantikan dengan wawancara pelanggan untuk menguji hipotesis. Sementara itu data yang dibutuhkan terdiri dari sepuluh variabel: musik, aroma, kebersihan, komunikator implisit, perabot, warna, orientasi pelanggan, kredibilitas, kompetensi dan daya tarik fisik sebagai variabel independen dan loyalitas pelanggan sebagai variabel dependen. Angka-angka agregat pelanggan menjadi responden dari penelitian ini adalah 130. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari Analisis Regresi dengan SPSS 15 sebagai perangkat lunak. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa variabel kredibilitas, kompetensi dan daya tarik fisik memiliki efek positif terhadap loyalitas pelanggan, sedangkan variabel musik lainnya, aroma, kebersihan, komunikator implisit, perabot, warna, dan orientasi pelanggan yang ditemukan telah tidak berpengaruh positif terhadap pelanggan loyalitas.
 
Kata kunci: servicescape (kondisi ambien, faktor desain, dan faktor sosial), loyalitas, rambut dan salon kecantikan pelanggan. 
 
 
 
?
PENERAPAN HYGIENE DAN SANITASI DALAM PENGOLAHAN BAHAN MAKANAN DI COFFEE SHOP HOTEL INNA GARUDA, YOGYAKARTA
 
Zulkifli
NAM Center Hotel
 
Abstract
The background of this study were discussed food safety hygiene and sanitation in the hospitality industry. Hygiene and sanitation has close relations and cannot be separated from each other. Hygiene and sanitation of public health aimed at preventing the occurrence of disease in humans. Application of the hygiene and sanitation is one of the aspects that need to be taken into account the implementation to achieve the maximum level of health in the hotel. Hygiene focuses on cleaning and hygiene for individuals / individual, concentrated in the area of sanitation, hygiene and health efforts to create an environment in the area, the cqffe shop in hotel Inna Garuda. Personal hygiene / individuals include hair, nose, mouth, ears, hands, form (form) and shoes. Although environmental kitchen sanitation includes tools and food, ceilings, walls, floors, ventilation, lighting, storage cabinets and bunkers, while the implementation of hygiene is essential for all those involved in the management of food especially Inna Garuda Hotel kitchen If the hotel pay attention to hygiene and sanitation especially in the management of food, health and safety of employees and guests can be achieved optimally. 
 
Keyword: food safety, hygiene and sanitation, hygiene personality, coofee shop hotel industry, Inna’s Garuda Hotel – Yogyakarta.
 
Abstrak
Latar belakang penelitian ini dibahas kebersihan keamanan pangan dan sanitasi di industri perhotelan. Higiene dan sanitasi memiliki hubungan erat dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Higiene dan sanitasi kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit pada manusia. Penerapan higiene dan sanitasi merupakan salah satu aspek yang perlu diperhitungkan implementasi untuk mencapai tingkat maksimum kesehatan di hotel. Anak berfokus pada pembersihan dan kebersihan bagi individu / perorangan, terkonsentrasi di bidang sanitasi, kebersihan dan kesehatan upaya untuk menciptakan lingkungan di daerah tersebut, toko cqffe di Hotel Inna Garuda. Kebersihan / individu pribadi termasuk rambut, hidung, mulut, telinga, tangan, bentuk (form) dan sepatu. Meskipun sanitasi lingkungan termasuk alat dapur dan makanan, langit-langit, dinding, lantai, ventilasi, pencahayaan, lemari penyimpanan dan bunker, sedangkan pelaksanaan kebersihan sangat penting bagi semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan pangan khususnya Inna Garuda Hotel kitchen Jika hotel memperhatikan kebersihan dan sanitasi khususnya dalam pengelolaan pangan, kesehatan dan keselamatan karyawan dan tamu dapat dicapai secara optimal.
 
Kata Kunci: keamanan pangan, kebersihan dan sanitasi, kepribadian kebersihan, coofee toko industri hotel, Inna Garuda Hotel – Yogyakarta.
 

Jurnal Vol.3 No.2 Januari 2010

Jurnal Pesona Volume 3, No.2 – Januari 2010
ISSN: 2086-9037
 
ANALISIS PROMOSI SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MENGEMBANGKAN PARIWISATA INDONESIA
 
Kusuma Iriansah
Universitas Sahid
 
Abstract
Indonesia, which has so many tourism objects in reality can not make it as a valuable asset that can increase financial income countries. In efforts by the government is pleased to be in imposing visa On arrival, to introduce other areas in Indonesia as a tourist destination and also provide services on line travel and tourist information Indonesia. In this study, the authors chose the title of Campaign Analysis As One Of Efforts To Develop Tourism of Indonesia, motivated by current conditions in the sector Indonesian tourism especially during the period 2000 to 2005.
 
Keywords: promotion and tourism
 
Abstrak
Indonesia yang memiliki begitu banyak obyek pariwisata pada kenyataannya tidak dapat menjadikannyasebagai asset berharga yang dapat menambah pemasukan keuangan negara.Upaya-upaya yang dilakukakan oleh pemerintah adalah dalam memberlakukan visa On arrival,untuk lebih memperkenalkan daerah-daerah lain di Indonesia sebagai daerah tujuan wisata dan jugamemberikan pelayanan on line informasi perjalanan dan wisata Indonesia.Pada penelitian ini penulis memilih judul Analisis Promosi Sebagai Salah Satu Upaya UntukMengembangkan Pariwisata Indonesia, dilatar belakangi oleh kondisi yang sedang terjadi pada sektor
pariwisata Indonesia khususnya pada kurun waktu tahun 2000 hingga 2005.
 
Kata kunci: promosi dan pariwisata
 
 
?
ANALISA HARAPAN DAN PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP DIMENSI WEBSITE HOTEL BINTANG LIMA
DI JAKARTA
 
Agung Ghita Subakti
Dosen Manajemen Perhotelan, Akademi Pariwisata Bogor Hotel Institute
 
Abstract
Internet and website is an important tool for business marketing without any geographical or time constraints. Therefore, hotel website providers have to be able to meet customers’ expectations. This research attempts to compare the expectation and perception of customers toward the dimension of website of Jive stars hotels in Jakarta, which are facilities information, reservation information, contact information, website management and surrounding area information. The result shows that there are a significant gap between the expectation and the perception of customers.
 
Keywords: expectation, perception, customers, website, five stars hotel.
 
Abstrak
Internet dan website merupakan sarana pemasaran tanpa batasan geografis dan waktu. Oleh karena itu, penyedia website harus mampu memenuhi harapan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan harapan dan persepsi konsumen terhadap dimensi website hotel bintang Jive di Jakarta, yang merupakan sarana informasi, informasi reservasi, informasi kontak, manajemen website dan informasi area sekeliling. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat gap antara harapan dan persepsi pelanggan.
 
Kata kunci: harapan, persepsi, konsumen, website, hotel bintang lima.
 
 
 
?
PENERAPAN HYGIENE DAN SANITASI DALAM PENGOLAHAN BAHAN MAKANAN DI COFFEE SHOPHOTEL INNA GARUDA – YOGYAKARTA
 
Eddy Zarkasih
Dosen Tetap Akademi Pariwisata Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
The background of the study is to discuss the food safety hygiene and sanitation in the hospitality industry. Hygiene and sanitation are intimately connected and can not be separated from one another. Hygiene and sanitation is a public health efforts aimed at preventing the occurrence of disease in humans. Application of hygiene and sanitation is an aspect that must be considered to achieve the health status of implementation to the fullest in a hotel. Hygiene focuses on hygiene and cleanliness of the individual / individuals, while sanitation focuses on efforts to create clean and healthy environment in this particular kitchen coffee shop in Hotel Inna Garuda. Personal hygiene / individual includes hair, nose, mouth, ears, hands, employee uniforms (uniform) and shoes. While the kitchen includes environmental sanitation equipment and groceries, ceilings, walls, floors, ventilation, lighting, cabinets and storage bins, while the implementation of hygiene and sanitation is essential in every person involved in the management of food especially the kitchen Hotel Inna Garuda. If the hotel attention to hygiene and sanitation especially in the management of food, then the health and safety of both employees and guests can reach its full potential.
 
Keywords: food safety, hygiene and sanitation, hygiene personality, shop coofee hotel industry.
 
Abstrak
Latar belakang dari penelitian ini membahas mengenai food safety hygiene and sanitation dalam industri perhotelan. Hygiene dan sanitasi mempunyai hubungan yang erat dan tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Hygiene dan sanitasi merupakan usaha kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit pada manusia. Penerapan hygiene dan sanitasi merupakan aspek yang harus diperhatikan pelaksanaannya untuk mencapai derajat kesehatan secara maksimal dalam sebuah hotel. Hygiene menitik beratkan pada kebersihan dan kebersihan individu/perorangan, sedangkan sanitasi menitik beratkan pada upaya menciptakan kebersihan dan kesehatan lingkungan dalam hal ini lingkungan dapur coffee shop khususnya di Hotel Inna Garuda. Hygiene perorangan / individu meliputi rambut, hidung, mulut, telinga, tangan, seragam karyawan (uniform) dan sepatu. Sedangkan sanitasi lingkungan dapur meliputi alat dan bahan makanan, langit-langit, dinding, lantai, ventilasi, pencahayaan, lemari penyimpanan dan tempat sampah, sedangkan pelaksanaan hygiene dan sanitasi ini mutlak dilakukan setiap orang yang terlibat dalam pengelolaan makanan terutamanya dapur Hotel Inna Garuda. Jika hotel memperhatikan hygiene dan sanitasi khususnya dalam pengelolaan makanan, maka derajat kesehatan dan keamanan baik karyawan dan tamu dapat tercapai secara maksimal.
 
Kata kunci: food safety, hygiene and sanitation, hygiene personality, coofee shop hotel industry.
 
 
 
PENGARUH PERANAN SUPERVISOR DALAM MELAKUKAN PENGAWASAN TERHADAP KINERJA SEORANG PRAMUSAJI  PADA BAR / LOUNGE 
DI HOTEL NIKKO – JAKARTA
 
Syta Kristihandini
Dosen Tetap Akademi Pariwisata Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
The background of this research work is about oversight of an employee who is one of the determinants of one’s accomplishments in the company where she worked. In other words if there is a good employee supervision it is most likely too good corporate performance “. The term “to control” is defined as an act of control (control). Last phase of the process associated with the management oversight function. Oversight function to measure performance today, with performance standards. Oversight function performed on an ongoing basis, and even deals with organizing and leading functions, monitoring more closely related to the functions of planning-planning. Corrective action monitoring, almost always requires the reformulation of plans. The result is that the observer process management, assume the functions of planning and control as a part of a continuous cycle of planning control will be activities. Important role as a supervisor is a unit coordinator. Formulation of the hypothesis of this study is only one part ie supervision of a Supervisor affect the performance of a waitress in the bar / lounge at Hotel Nikko Jakarta. The design method in this study with a questionnaire survey that was applied to the hospitality service industry is Hotel Nikko Jakarta – which aims to test and analyze the hypothesis. Variables used are the independent variables (free), namely the role of supervision of a Supervisor or commonly called the four dimensions of supervision (supervision techniques, principles of supervision, routine supervision and supervision models), and the dependent variable (dependent) the performance of a waitress with five dimensions ( assessment, identification, planning, implementation and evaluation). The questionnaire is aimed at employees of the hotel with a total of 30 respondents. Methods of data analysis in the study is a simple regression that assisted with SPSS software version 15. Results from this study is that the role of supervision of a Supervisor or referred to supervsisi affect the performance of a waitress in the bar / lounge at the Hotel Nikko – Jakarta.
 
Keywords: Supervisor (supervision), Performance Waiters, Bar / Lounge
 
Abstrak
Latar belakang dari penelitian ini adalah mengenai pengawasan kerja dari seorang karyawan yang merupakan salah satu faktor penentu prestasi seseorang di perusahaan tempatnya bekerja.Dengan kata lain bila terdapat pengawasan karyawan yang baik maka kemungkinan besar prestasi perusahaan juga baik”. Istilah “to control” diartikan orang sebagai tindakan mengendalikan (mengontrol). Fase terakhir dari proses manajemen berhubungan dengan fungsi pengawasan. Fungsi Pengawasan mengukur performa dewasa ini, dengan standar-standar performa.Fungsi pengawasan dilaksanakan secara berkelanjutan, dan sekalipun berkaitan dengan fungsi pengorganisasian dan memimpin, pengawasan lebih erat berkaitan dengan fungsi perencanaan-perencanaan.Tindakan korektif pengawasan, hampir selalu mengharuskan adanya perumusan kembali rencana-rencana. Akibatnya adalah bahwa para pengamat proses manajemen, menganggap fungsi-fungsi perencanaan dan pengawasan sebagai suatu bagian dari suatu siklus berkelanjutan akan aktifitas perencanaan pengawasan. Peran penting seorang supervisor adalah sebagai koordinator unit kerja. Perumusan hipotesis dari penelitian ini hanya ada satu yaitu peranan pengawasan seorang Supervisor berpengaruh terhadap kinerja seorang pramusaji pada bar / lounge di Hotel Nikko Jakarta. Rancangan metode pada penelitian ini dengan survei kuesioner yang diaplikasikan pada industri jasa perhotelan yaitu Hotel Nikko – Jakarta yang bertujuan untuk menguji dan menganalisa hipotesis yang diajukan.Variabel yang digunakan adalah variabel independent (bebas) yaitu peranan pengawasan seorang Supervisor atau biasa disebut supervisi dengan empat dimensi (tehnik supervisi, prinsip supervisi, kegiatan rutin supervisi dan model supervisi), dan variabel dependent (bergantung) yaitu kinerja seorang pramusaji dengan lima dimensi (pengkajian, identifikasi, perencanaan, implementasi dan evaluasi). Kuesioner ditujukan pada karyawan hotel dengan jumlah sebanyak 30 responden. Metode analisa data pada penelitian adalah regresi sederhana yang dibantu dengan software SPSS versi 15. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa peranan pengawasan seorang Supervisor atau biasa disebut dengan supervsisi berpengaruh terhadap kinerja seorang pramusaji pada bar / lounge di Hotel Nikko – Jakarta.
 
Kata Kunci: Supervisor (supervisi), Kinerja Pramusaji, Bar/ Lounge
 
 
?
THE EFFECTS OF MARKET ORIENTATION OF LEARNING ORIENTATION AND INNOVATIVENESS DM ORDER TO ACHIEVE COMPETITIVE ADVANTAGES AT 4&5 STARS HOTELS IN JAKARTA
 
Rina Ekawati
Dosen Tetap Akademi Pariwisata Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
The background of this research is to determine how is the effect of market orientation onlearning orientation and innovativeness in order to achieve competitive advantages especially in 4& 5 stars hotels in Jakarta.The objective of this research is to identify the interrelationship between market orientation,learning orientation and innovativeness as well as competitive advantages.The design of this research applies to hotel industry with the target of respondents are the seniormanager of the hotels in Jakarta which are registered in Indonesia Association of Hotel &Restaurant (PHRI) Directory Book 2005-2006 2nd edition. Data analysis used in this study is a statistical descriptive analysis and structural equation modeling (SEM). The aim of the analysis is to identify influence of independent variable whichis marketing orientation to the dependent variables namely learning orientation andinnovativeness. Further more the influence of learning orientation to innovativeness as well asthe influence of innovativeness to competitive advantages is also observed.The result of the study indicates the existence of influence of market orientation on the learningorientation and also the influence of innovativeness on the competitive advantages. But on thecontrary, the study was/ailed to detect the influence of market orientation and learning orientationon innovativeness. Using these findings, it is suggested to the management of hotels to boostmarket orientation in order to improve the learning orientation within the organization. It is alsostrongly suggested to appreciate innovations because it can help the hotels to survive in the tightcompetition during this rough time.
 
Keywords: effect, market orientation, learning orientation, innovativeness, and competitive advantages
 
Abstrak
Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh orientasi pasar orientasi dan inovasi pembelajaran dalam rangka mencapai keunggulan kompetitif terutama di 4 & 5 hotel bintang di Jakarta.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keterkaitan antara orientasi pasar, orientasi dan inovasi serta keunggulan kompetitif belajar. Rancangan penelitian ini berlaku untuk industri hotel dengan target responden adalah manajer senior di Jakarta yang terdaftar di Indonesia Asosiasi Hotel & Restaurant (PHRI) Buku Direktori 2005-2006 edisi 2. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif dan pemodelan persamaan struktural (SEM).Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh variabel independen yang orientasi pemasaran untuk variabel dependen yaitu orientasi pembelajaran dan inovasi.Selanjutnya pengaruh orientasi pembelajaran terhadap inovasi serta pengaruh inovasi untuk keunggulan kompetitif juga diamati.Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh orientasi pasar pada orientasi belajar dan juga pengaruh inovasi pada keunggulan kompetitif.Namun sebaliknya, penelitian ini untuk mendeteksi pengaruh orientasi pasar dan orientasi pembelajaran pada inovasi.Menggunakan temuan ini, disarankan kepada manajemen hotel untuk meningkatkan orientasi pasar dalam rangka meningkatkan orientasi belajar dalam organisasi.Hal ini juga sangat disarankan untuk menghargai inovasi karena dapat membantu hotel untuk bertahan dalam persaingan yang ketat selama masa sulit.
 
Kata kunci: akibat, orientasi pasar, orientasi pembelajaran, inovasi, dan keunggulan kompetitif
 

Jurnal Vol.3 No.1 Januari 2010

Jurnal Pesona Volume 3, No.1 – Januari 2010
ISSN: 2086-9037
 
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN
 
Inda Gumilang
Dosen STIE Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
This research was aimed to know the relation between job satisfaction, reward, and year of service with the work productivity. Hypothesis raised shall be as follows: There is a relation between job satisfaction, reward, and year of service with the work productivity. Research’s instrument used is job satisfaction questionnaire. This research uses the technique of purposive random sampling in election of subject research. The subject of this research is 82 employees of Hotel Bidakara Jakarta. The data were analyzed using regression analysis. The result of data analysis shows: There is a relation between job satisfactions with the work productivity. The increase of job satisfaction followed by the increase of work productivity (r = 0,252; p = 0,011.) 
 
Keywords: Job satisfaction, work productivity, performance
 
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja, penghargaan, dan tahun pelayanan dengan produktivitas kerja. Hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut: Ada hubungan antara kepuasan kerja, penghargaan, dan tahun pelayanan dengan produktivitas kerja. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner kepuasan kerja. Penelitian ini menggunakan teknik purposive random sampling dalam pemilihan subjek penelitian. Subyek penelitian ini adalah 82 karyawan dari Hotel Bidakara Jakarta. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi. Hasil analisis data menunjukkan: Ada hubungan antara kepuasan kerja dengan produktivitas kerja. Peningkatan kepuasan kerja diikuti dengan peningkatan produktivitas kerja (r = 0.252, p = 0,011).
 
Kata kunci: kepuasan kerja, produktivitas kerja, kinerja
 
 
 
?
PENGARUH SERVICESCAPE TERHADAP PLEASURE-FEELING, PERCEIVED SERVICE QUALITY DAN REVISIT INTENTION DARI PELANGGAN TERHADAP INDUSTRIJASA RESTORAN
 
Eliza Simanjuntak 
Dosen Akademi Pariwisata Bogor Hotel Institute
 
Abstract
The background of this research is the increasing of awareness in Restaurant Service specially to provide service value as best as they could in order to create satisfied customer. The objectives of this research is to investigate the impact of servicescape to the pleasure feeling, perceived service Quality to the revisit intention of customer in Restaurant Industry. A theoretical framework was developed to test the relationship among the study construct The design of this research applies to restaurant and the questionnaires were spreaded away to 200 respondents or guests by using purposive sampling. The result of this research conclude that servicescape in retaurant significantly affect pleasure feeling, as well as it affect perceived service quality and also revisit intention from customers of restaurant industry.
 
Keywords: Servicescapes, Pleasure feeling Perceived Service Quality.Revisit Intention
 
Abstrak
Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya kesadaran pelayanan khususRestoran untuk memberikan layanan nilai sebaik mereka bisa dalam rangka menciptakan pelanggan yang puas.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki dampak dari ruang pelayanan untuk kesenangan perasaan, persepsi Kualitas pelayanan kepada kembali niat pelanggan dalam Industri Restoran.Sebuah kerangka teori dikembangkan untuk menguji hubungan antara studi membangun Rancangan penelitian ini berlaku untuk restoran dan kuesioner disebarkan ke 200 responden atau tamu dengan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ruang pelayanan signifikan mempengaruhi perasaan kenikmatan, serta hal itu mempengaruhi persepsi kualitas pelayanan dan juga kembali niat dari pelanggan industri restoran.
 
Kata kunci: Ruang Pelayanan, Kesenangan perasaan, kualitas pelayanan yang diterima, Niat berkunjung kembali.
 
 
?
PENGARUH PELAKSANAAN STANDARD OPERATIONAL PROCEDURES (S.O.P) TERHADAP PENINGKATAN KINERJA SEORANG ROOM BOY DI HOTEL INNA GARUDA YOGYAKARTA
 
Homsah Umrianingsih
Dosen Akademi Pariwisata Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
The background of this research is on the implementation of standard operating procedures to guide performance improvement which is the standard for all employees in carrying out their duties and obligations. In running the company’s operations, position and role of employees has a very important function. It is therefore necessary standards operating procedures as a reference work in earnest to become a human resources professional, reliable so as to realize the vision and mission, corporate objectives / hotel. Through SOP can also be clear roles and functions of each position in the organization, workflow tasks, powers and responsibilities of the officers / officials more clearly related, administrative errors of the organization / unit, and officers can be minimized. Formulation of the hypothesis of this study is the effect of the implementation of the SOP are to increase the performance of a room boy. The design method in this study with a questionnaire survey that was applied to the hospitality service industry is Hotel Inna Garuda – Yogyakarta which aims to test and analyze the hypothesis. Variables used are the independent variables (free), namely the implementation of the seven-item statement SOP and the dependent variable (dependent) is the performance of a room boy with eight item statement. The questionnaire is aimed at employees of the hotel housekeeping division is the room boy with a total of 14 people from 84 people in 7 floors, and on each floor is taken 2 people staying in 2 rooms. Methods of data analysis in the study is a simple regression that assisted with SPSS software version 15. Results from this study is that there are significant implementation of SOPs on the performance of a room boy in Hotel Inna Garuda – Yogyakarta.
 
Key word: SOP dan Room Boy
 
Abstrak
Latar belakang dari penelitian ini adalah mengenai pelaksanaan standar operasional prosedur terhadap peningkatan kinerja yang merupakan panduan standar bagi seluruh karyawan dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Dalam menjalankan operasional perusahaan, peran pegawai memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat penting. Oleh karena itu diperlukan standar-standar operasional prosedur sebagai acuan kerja secara sungguh-sungguh untuk menjadi sumber daya manusia yang profesional, handal sehingga dapat mewujudkan visi dan misi, tujuan perusahaan / hotel. Melalui SOP pula dapat diketahui dengan jelas peran dan fungsi tiap-tiap posisi dalam organisasi, alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari petugas / pegawai terkait semakin jelas, kesalahan administrasi dari organisasi / unit kerja dan petugas dapat diminimalisir. Perumusan hipotesis dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pelaksanaan SOP terhadap peningkatan kinerja seorang room boy. Rancangan metode pada penelitian ini dengan survei kuesioner yang diaplikasikan pada industri jasa perhotelan yaitu Hotel Inna Garuda – Yogyakarta yang bertujuan untuk menguji dan menganalisa hipotesis yang diajukan. Variabel yang digunakan adalah variabel independent (bebas) yaitu pelaksanaan SOP dengan tujuh item pernyataan dan variabel dependent (bergantung) yaitu kinerja seorangroom boy dengan delapan item pernyataan. Kuesioner ditujukan pada karyawan hotel dari divisi housekeeping yaitu para room boy dengan jumlah sebanyak 14 orang dari 84 orang  dalam 7 lantai, dan pada setiap lantai diambil 2 orang yang menginap di 2 kamar. Metode analisa data pada penelitian adalah regresi sederhana yang dibantu dengan software SPSS versi 15. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa terdapat pengaruh pelaksanaan SOP terhadap kinerja seorang room boydi Hotel Inna Garuda – Yogyakarta.
 
Kata kunci: SOP dan Pelayanan kamar
 
 
 
PENGARUH KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN SEORANG PRAMUSAJI DI OLIVE TREE RESTORAN HOTEL NIKKO JAKARTA
 
Feti Rachmawati
Dosen Akademi Pariwisata Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
The background of this research is the effective communication in order to improve the delivery of quality services to the guests who come to visit the restaurant. Services provided by the hotel is not only a place to stay but is also concerned with providing food and beverage service which is a basic requirement for the guests. Division which has an important role and is responsible for providing food and drink are planning division hidang food and beverage (food and beverage service). The design method in this study with a questionnaire survey that was applied to the hospitality service industry is Hotel Nikko Jakarta – which aims to test and analyze the hypothesis. Variables used are the independent variables (independent) is effective communication with the four dimensions (effective communication, verbal communication, non-verbal communication, and communication purposes) and the dependent variable (dependent) that five dimensions of service quality with 0. The questionnaire addressed to the guests who come to the hotel and visit the Olive Tree restaurant with a number of respondents as many as 30 people. Methods of data analysis in the study is a simple regression that assisted with SPSS software version 15. Results from this study is that the first hypothesis is no effect between effective communication with service quality in the Olive Tree restaurant as perceived by guests, while the second hypothesis that the magnitude of the closeness of the relationship (correlation) between effective communication with service quality in the Olive Tree restaurant is perceived by guests at 0,911 or 91.1%, which indicates a very strong correlation closeness. This means that if the effective communication can be increased by 1% then the quality of service will increase by 1%, and will run as well as direction. Meaning if the waitresses can communicate effectively with guests, the quality of service obtained by the better guests.
 
Keywords: effective, tangible, responsiveness, reliability, empathy, and assurance.
 
Abstrak
Latar belakang dari penelitian ini adalah mengenai komunikasi efektif  agar dapat meningkatkan pemberian kualitas pelayanan kepada para tamu yang datang berkunjung ke restoran. Pelayanan yang diberikan oleh pihak hotel tidak hanya tempat untuk menginap tapi juga berkaitan dengan memberikan pelayanan makanan dan minuman yang merupakan kebutuhan pokok untuk para tamu. Divisi yang mempunyai peranan penting dan bertanggung jawab untuk menyediakan makanan dan minuman adalah divisi tata hidang makanan dan minuman (food and beverage service).
Rancangan metode pada penelitian ini dengan survei kuesioner yang diaplikasikan pada industri jasa perhotelan yaitu Hotel Nikko – Jakarta yang bertujuan untuk menguji dan menganalisa hipotesis yang diajukan. Variabel yang digunakan adalah variabel independent (bebas) yaitu komunikasi efektif dengan empat dimensi (komunikasi efektif, komunikasi verbal, komunikasi non verbal, dan tujuan komunikasi) dan variabel dependent (bergantung) yaitu kualitas pelayanan dengan lima dimensi 0. Kuesioner ditujukan pada para tamu yang datang ke hotel dan berkunjung ke restoran Olive Tree dengan jumlah reponden sebanyak 30 orang. Metode analisa data pada penelitian adalah regresi sederhana yang dibantu dengan software SPSS versi 15. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa hipotesa pertama ada pengaruh antara komunikasi efektif dengan kualitas pelayanan di Olive Tree restoran menurut persepsi tamu, sedangkan hipotesa kedua bahwa besarnya hubungan keeratan (korelasi) antara komunikasi efektif dengan kualitas pelayanan di Olive Tree restoran menurut persepsi tamu adalah sebesar 0,911 atau 91,1% yang menunjukkan korelasi keeratan yang sangat kuat. Hal ini berarti bahwa jika komunikasi yang effektif dapat meningkat sebesar 1% maka kualitas pelayanan pun akan meningkat sebesar 1%, dan akan berjalan seiring serta searah. Artinya jika para pramusaji dapat berkomunikasi secara effektif dengan para tamu, maka kualitas pelayanan yang didapat oleh tamu akan semakin baik.
 
Kata kunci: effective,tangible, responsiveness, reliability, emphaty, dan assurance.
 
 
?
HUBUNGAN TECHNICAL SERVICE QUALITY DAN FUNCTIONAL SERVICEQUALITY TERHADAP CUSTOMER LOYALTY DAN CUSTOMER TRUST UNTUKMENINGKATKAN REPURCHASE INTENTION
 
Cindy Henriette Posumah, S.ST
Dosen Akademi Pariwisata Bogor Hotel Institute
 
 
Abstract
The background of this research is to add more knowledge for Bank Industry specially to upgrade repurchase intention of the customer by providing the best technical service quality and functional service quality to win the customer loyalty and customer trust.The objectives of this research is to investigate the impact of of technical service quality and functionalservice quality towin the customer loyalty and customer trust toimprove repurchase intention.The design of this research applies to restaurant and the questionnaires were spreaded away to 180respondents or guests by using purposive sampling.The result of this research conclude that providing better technical service quality and functionalservice quality will improve repurchase intention by gaining customer loyalty and customer trust.
 
Keywords: Technical Service Quality, Functional Service Quality, Customer Loyalty, Customer Trust, Repurchase Intention
 
Abstrak
Latar belakang penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan lebih untuk Industri Bank khusus untuk meng-upgrade pembelian kembali niat pelanggan dengan memberikan kualitas terbaik pelayanan teknis dan layanan fungsional kualitas untuk mendapatkan loyalitas pelanggan dan kepercayaan pelanggan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki dampak dari kualitas pelayanan teknis dan kualitas pelayanan fungsional di loyalitas pelanggan dan kepercayaan pelanggan untuk meningkatkan niat pembelian kembali.Rancangan penelitian ini berlaku untuk restoran dan kuesioner disebarkan ke 180 responden atau tamu dengan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa memberikan kualitas pelayanan teknis yang lebih baik dan kualitas layanan fungsional akan meningkatkan niat pembelian kembali dengan mendapatkan loyalitas pelanggan dan kepercayaan pelanggan.
 
Kata kunci: Kualitas Pelayanan Teknis, Kualitas Pelayanan Fungsional, Loyalitas Pelanggan, Kepercayaan Pelanggan, Pembelian Kembali.
 

Jurnal Vol.2 No.2 Juli 2009

Jurnal Pesona Volume 2, No.2 – Juli 2009
ISSN: 2086-9037
 
PENGEMBANGAN PARIWISATA DI PULAU PRAMUKA
 
Rina Ekawati
Dosen Tetap Akademi Pariwisata Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
The success of an object is basically dependent on tourism management and good management of the state or private parties. Development of tourism itself can be influenced by the number of tourists who will come. To ensure that no development of any tourist place, it’s good to do research on the advantages possessed by each tourist spot of the Indonesian nation, one of which is the island’s scout. This research will discuss the management of tourism development on the Pulau Pramuka.
 
Keywords: management, tourism, and Pramuka Island
 
Abstrak
Keberhasilan suatu obyek pariwisata pada dasarnya bergantung pada pengelolaan dan manajemen yang baik dari pihak negara atau swasta. Berkembangnya obyek wisata itu sendiri dapat dipengaruhi oleh jumlah kunjungan wisatawan yang akan datang. Untuk memastikan bahwa ada pengembangan dari tiap-tiap tempat wisata, ada baiknya dilakukan penelitian atas kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh tiap tempat wisata yang dimiliki bangsa Indonesia, salah satunya adalah pulau pramuka ini. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai pengelolaan pengembangan pariwisata di Pulau Pramuka. 
 
Kata kunci: pengelolaan, pariwisata, dan Pulau Pramuka
 
 
 
?
PENGARUH KNOWLEDGE MANAGEMENT TERHADAP KINERJA KARYAWAN
 
Nuraeni K Wardani
Dosen Tetap Akademi Pariwisata Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
Atthe era of the global competition, knowledge management hopefully could provide sufficiently significant contributions to human resources, particularly among the hospitality world. This research is aimed at measuring the influence of knowledge management on the performance of the employees using case studies on the front office department at the Kartika Plaza Hotel. The outcome of this research reveals that knowledge management indirectly affects the employee’s performance, personal knowledge significantly affects job procedure, and the most dominant element of influencing the employee’s performance is technology.
 
Keywords: knowledge management, working performance, Surabaya Plaza Hotel
 
Abstrak
Pada era persaingan global saat ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang baik bagi sumber daya manusia khususnya pada dunia pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh manajemen pengetahuan terhadap kinerja karyawan dengan studi kasus pada departemen front office di Kartika Plaza Hotel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara tidak langsung mempengaruhi kinerja karyawan, pengetahuan pribadi secara signifikan terhadap job procedure, dan faktor yang paling dominan mempengaruhi kinerja karyawan adalah teknologi.
 
Kata kunci: manajemen pengetahuan, prestasi kerja, Surabaya Plaza Hotel.
 
 
?
TRANSAKSI PEMESANAN, PENJUALAN, PEMBAYARAN DAN RETURN PADASARANA PANCA KARYA NUSA BRANCH SERANG
 
Meindro Waskito
Dosen STIE Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
PT. Sarana Panca Karya Nusa is a company which run in public, printing and also education physic applience. PT. Sarana Panca Karya Nusa a branch and distributor almost in all region in Indonesia, branch of Serang there are sub units, one of them is a administration which does input output data, start from ordering, distribution, finance, archives and make report per – mount. After the writer doing Job Application Practice (PKN) for a month and analyzed about system there, the writer took one job administration that is ordering, sale, payment and return the book. In this department still uses spread sheet, so that serang branch feel difficult to manage and control the order and sale book and also making of valid report to head officer. This matter also have an big effect to fluency of the book distribution proccess from head office to branch office and from supplier to customer because still done semi computerized. on that account, if the record of Ordering and Expenditure of Book data still done with semi computerized and does not use application based on databases, hence would require long time. In order for the ordering, sale, payment and return of book runs fluently and the information is valid, hence needs the existence of trouble shouting alternative for controling ordering and sale of book that is able to be considered by making information system that has trouble system solution, where a speed and accurate problem in managing data and making report will be more accurate also ordering and sale of book process will be able to be controled better.
 
Keywords: Job Application Practice
 
Abstrak
PT. Sarana Panca Karya Nusa adalah perusahaan yang terkemuka, percetakan dan juga alat peraga pendidikan. PT. Sarana Panca Karya Nusa sebuah cabang dan distributor hampir dalam semua wilayah di Indonesia, cabang Serang adalah sub unit, salah satu dari mereka adalah administrasi yang tidak data yang input output, mulai dari pemesanan, distribusi, keuangan, arsip dan membuat laporan per – bulan . Setelah penulis melakukan Praktek Lamaran Kerja (PKN) dalam waktu sebulan dan dianalisis tentang sistem di sana, penulis mengambil satu pekerjaan administrasi yang memesan, penjualan, pembayaran dan mengembalikan buku. Di departemen ini masih menggunakan lembar menyebar, sehingga cabang Serang merasa sulit untuk mengelola dan mengendalikan ketertiban dan buku penjualan dan juga membuat laporan yang valid kepada petugas kepala. Hal ini juga memiliki efek besar terhadap kelancaran proses distribusi buku dari kantor pusat ke kantor cabang dan dari pemasok kepada pelanggan karena masih dilakukan setengah komputerisasi. pada akun itu, jika catatan Pemesanan dan Pengeluaran data Book masih dilakukan dengan semi komputerisasi dan tidak menggunakan aplikasi berbasis database, maka akan membutuhkan waktu yang lama. Dalam rangka untuk pemesanan, penjualan, pembayaran dan pengembalian buku berjalan lancar dan informasi yang valid, maka perlu adanya kesulitan, alternatif untuk mengendalikan pemesanan dan penjualan buku yang mampu dipertimbangkan dengan membuat sistem informasi yang memiliki masalah sistem solusi, di mana masalah kecepatan dan akurat dalam mengelola data dan pembuatan laporan akan lebih akurat juga pemesanan dan penjualan buku proses akan dapat dikontrol lebih baik.
 
Kata kunci: Praktek Lamaran Kerja
 
 
 
 
?
UPAYA MENCAPAI LOYALITAS KONSUMEN DALAM PERSPEKTIF SUMBER DAYA MANUSIA
 
Tiurida Lily Anita
Dosen Akademi Pariwisata Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
Service is a very unique area because its differences. In this area human elements is extremiy important because its role in achieving company’ main goal which is to gain more loyal consumer since loyal consumer will lead to greater competitive advantange. This research aim to describe and find out the effect of human elements on customer loyalty through customer satisfaction and trust. We use path analysis to test the research model and the result suggestthat employee reliability is the most important variable among human elements in gaining customer loyalty through customer satisfaction and trust. It also suggest the important role of customer’ trust to customer satisfaction. In order to gain loyal consumer from human resources management perspective, service organization needs to develop its intellectual capital.
 
Key words: Service, Consumer Loyalty, Human Resources.
 
Abstrak
Jasa adalah bidang yang sangat unik karena perbedaannya. Dalam bidang jasa, elemen manusia sangat penting karena perannya dalam upaya mencapai tujuan utama perusahaan yaitu untuk memperoleh konsumen yang lebih loyal karena konsumen yang loyal akan mengarah kepada keunggulan kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menemukan pengaruh elemen manusia terhadap kesetiaan konsumen melalui kepuasan konsumen dan kepercayaan.Kami menggunakan analisis jalur untuk menguji model penelitian dan hasilnya menunjukkan bahwa kehandalan karyawan merupakan variabel yang paling penting dalam upaya memperoleh konsumen yang setia melalui kepuasan dan kepercayaan.Hal ini juga menyarankan peran kepercayaan konsumen terhadap kepuasan pelanggan.Dalam rangka untuk memperoleh konsumen yang loyal perspektif manajemen sumber daya manusia, perusahaan perlu mengembangkan modal intelektualnya.
 
Kata kunci: Layanan, Loyalitas Konsumen, Sumber Daya Manusia.
 
 
 
?
HUBUNGAN ANGKUTAN OJEK DENGAN KEPUASAN PENUMPANG DI SEKITAR HOTEL HORIZON, BEKASI
 
Achmad Akasyah Alhabsyi 
Dosen Akademi Pariwisata Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
Ojek transport is one of the motorcycle road transport and road longer needed its presence, especially in the big cities like Jakarta, Bekasi and surrounding areas. Its presence alone helps the motorcycle to the destination that wants or facilitate activities. Therefore for taxi service users – should really pay attention to quality of service and behavior, so that people who use the services completely – completely satisfied with the service provided by a motorcycle taxi to the passengers . This study aimed to determine the extent of the relationship where taxi transport to customer satisfaction, so as a motorcycle can find services  what services should be provided so that passengers are satisfied. Implementation of research activities carried out around the Hotel Horizon, Bekasi between June to mid-August 2003.
 
Key words: transportation, satisfaction
 
Abstrak
Angkutan ojek merupakan salah satu angkutan jalan raya dan darat yang semakin lama sangat dibutuhkan kehadirannya, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bekasi dan sekitarnya.Kehadirannya sendiri membantu masyarakat sampai ke tujuan yang ingin diinginkannya atau memperlancar kegiatan. Oleh karena itu bagi penyedia jasa ojek harus benar-benar memperhatikan kualitas pelayanan dan perilakunya, sehingga orang yang menggunakan jasa benar-benar – benar merasa puas dengan layanan yang diberikan  oleh pengemudi ojek kepada penumpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan keberadaan angkutan ojek dengan kepuasan pelanggan, sehingga pengemudi ojek  dapat mengetahui pelayanan – pelayanan apa saja yang harus diberikanagar penumpang  merasa puas. Pelaksanaan kegiatan penelitian yang dilakukan di sekitar Hotel Horizon, Bekasi antara Juni sampai pertengahan Agustus 2003.
 
Kata kunci: transportasi, kepuasan
 

Jurnal Vol.2 No.1 Januari 2009

Jurnal Pesona Volume 2, No.1 – Januari 2009
ISSN: 2086-9037
 
ANALISIS PENILA1AN KONSUMEN TERHADAP EKUITAS MEREK COFFEE SHOPS DI JAKARTA
 
Rina Ekawati
Dosen Tetap Akademi Pariwisata Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
This research aims to examine brand equity of four coffee shops in Jakarta, they are Excelso, DOME, Starbucks dan Coffee Bean & Tea Leaf Brand equity is measured based on variables developed by Aaker, namely brand awareness, brand association, perceived quality and brand loyalty. The resultshows that Starbucks achieves the highest top of mind of brand awareness, has the best brand association in consumers’ image, and has the strongest brand loyalty; while Excelso has the best perceived quality. 
 
Keywords: brand awareness, brand association, perceived quality, brand loyalty, coffee Shop
 
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur ekuitas merek empat toko kopi di Jakarta, mereka adalah Excelso, DOME, Starbucks Dan Coffee Bean & Tea Leaf Ekuitas merek diukur berdasarkan variabel dari Aaker yaitu kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas dan loyalitas merek. Hasilnya menunjukkan bahwa Starbucks mencapai puncak tertinggi pikiran kesadaran merek, memiliki asosiasi merek terbaik di citra konsumen, dan memiliki loyalitas merek terkuat, sedangkan Excelso memiliki kualitas terbaik yang dirasakan.
 
Kata kunci: kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, loyalitas merek, Toko Kopi
 
 
 
 
DAMPAK KEGAGALAN KONSUMEN (CUSTOMER FAILURE) TERHADAP KONSUMEN LAINNYA
 
Nanik Kartika
Dosen Tetap Akademi Pariwisata Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
This research aims to examine the impact of the customer failure to other customer and its effect to the firm responsibilities to service its customer. This research will discuss about the controllability of attributions, stability attributions and perceived employee effort to do the service recovery expectations to get customer satisfaction.
 
Keywords: Service Failures, Controllability Attributions, Stability Attributions, Firm Responsibility, Recovery Expectations, Perceived employee effort, and customer satisfaction
 
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak dari kegagalan pelanggan untuk pelanggan lain dan pengaruhnya terhadap tanggung jawab perusahaan untuk melayani pelanggan. Penelitian ini akan membahas tentang pengendalian dari atribusi, atribusi stabilitas dan usaha karyawan yang dirasakan untuk melakukan harapan pemulihan layanan untuk mendapatkan kepuasan pelanggan.
 
Kata kunci: Layanan Kegagalan, Pengendalian Atribusi, Stabilitas Atribusi, Tanggung Jawab Perusahaan, Harapan Pemulihan, usaha karyawan Persepsi, dan kepuasan pelanggan
 
 
?
PENGARUH KINERJA KARYAWAN TERHADAP KEPUASAN, KEPERCAYAAN, DAN KESETIAAN PELANGGAN
 
Arif Nugroho
Dosen Tetap STIE Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
The reason for customers that may be more loyal to a service’s brand is the recognition of their need by the service producers or sellers. Therefore, a customers may show greater brand loyalty in order to cultivate a satisfying relationship with the seller. The research will identify perceived service quality, consumer satisfaction, and trust that affect consumer loyalty. Researcher used structural equation model with the AMOS 4.01 program to calculate the effect of each variable. A model will be developed to describe these relationships. 
 
Keywords: perceived service quality, consumer satisfaction, trust, loyalty.
 
Abstrak
Alasan bagi pelanggan yang mungkin lebih loyal terhadap merek layanan adalah pengakuan dari kebutuhan mereka oleh pihak penyedia jasa atau penjual. Oleh karena itu, pelanggan dapat menunjukkan loyalitas merek yang lebih besar dalam rangka  membangun hubungan yang memuaskan dengan penjual. Penelitian ini akan mengidentifikasi persepsi  kualitas layanan, kepuasan konsumen, dan kepercayaan yang mempengaruhi  loyalitas konsumen. Peneliti  menggunakan struktural equation model dengan bantuan program AMOS 4.01 untuk menghitung besarnya pengaruh masing-masing variabel. Sebuah model akan dikembangkan untuk menggambarkan hubungan ini.
 
Kata kunci: persepsi kualitas layanan, kepuasan konsumen, kepercayaan, loyalitas.
 
 
 
?
PENGARUH SERVICE ORIENTATION TERHADAP ORGANIZATION PERFORMANCE, COMMITMENT, ESPRITD’CORPS DAN JOB SATISFACTION
 
Agus Pramono
Universitas Trisakti Jakarta
 
Abstract
The background of this research was several factors could influence organizational performance and one the ways is service orientation. Service orientation defined as an organization-wide embracement of a basic set of relatively enduring organizational policies, practices and procedures intended to support and reward service-giving behaviors that create and deliver “service excellence.”The objective of this research was Economic Faculty of Trisakti University have only few administration staff compared to the student’s and lecturers number. The given situation, thus, the issue of service orientation could be more relevant to be observed. With the object of this research is the administration staff located on Campus A and F. The result of this research showed an empirical support towards three hypothesis. Service orientation empirically influencing organizational performance with a positive direction, the higher the service orientation degree is, thus, the better the organizational commitment. Service orientation empirically influencing organizational commitment, job satisfaction and esprit de corps with a positive direction. Tlie higher the service orientation degree is, thus, the better the organizational commitment, job satisfaction and esprit de corps also with a positive direction. Organizational commitment, job satisfaction and esprit de corps also influencing organizational performance with a positive direction. The higher the organizational commitment, job satisfaction and esprit de corps are, thus, the better the organizational performance. Implications, limitations and research suggestions will be discussed on the final section of this research.
 
Keywords: service orientation, organization performance, commitment, and job satisfaction
 
Abstrak
Latar belakang penelitian ini adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja organisasi dan salah satu cara adalah orientasi pelayanan. Orientasi pelayanan didefinisikan sebagai embracement organisasi-lebar dari satu set dasar kebijakan yang relatif abadi organisasi, praktek dan prosedur yang dimaksudkan untuk mendukung dan menghargai layanan-memberikan perilaku yang membuat dan memberikan “pelayanan prima.” Tujuan dari penelitian ini adalah Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti memiliki staf administrasi hanya sedikit dibandingkan dengan siswa dan jumlah dosen. Situasi yang diberikan, dengan demikian, masalah orientasi layanan bisa menjadi lebih relevan untuk diamati. Dengan objek penelitian ini adalah staf administrasi berada di Kampus A dan F.
Hasil penelitian ini menunjukkan dukungan empiris terhadap tiga hipotesis. Layanan orientasi empiris mempengaruhi kinerja organisasi dengan arah positif, semakin tinggi tingkat orientasi pelayanan, dengan demikian, semakin baik komitmen organisasi. Layanan orientasi empiris mempengaruhi komitmen organisasi, kepuasan kerja dan semangat kerja dengan arah positif. Tingkat orientasi pelayanan, dengan demikian, semakin baik komitmen, kepuasan kerja organisasi dan esprit de corps juga dengan arah positif. Komitmen organisasi, kepuasan kerja dan esprit de corps juga mempengaruhi kinerja organisasi dengan arah positif. Semakin tinggi komitmen organisasi, kepuasan kerja dan esprit de corps, dengan demikian, semakin baik kinerja organisasi. Implikasi, keterbatasan dan saran penelitian akan dibahas pada bagian akhir dari penelitian ini.
 
Kata Kunci: orientasi pelayanan, kinerja organisasi, komitemen, dan kepuasan kerja.
 
 
 
 
PENGARUH DIMENSI HIERARCHICAL SERVICE QUALITY MODEL YAITU INTERACTION QUALITY, PHYSICALENVIRONMENT QUALITY, DAN OUTCOME QUALITY TERHADAP CUSTOMER SATISFACTION DAN TERHADAPPEMBENTUKAN LOYALTY BEHAVIOURAL DARI KONSUMEN YANG BERUPA WORD OF MOUTH DAN
PURCHASE INTENTION
 
Taufik M Guntur
Dosen Tetap Akademi Pariwisata Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
This research is focusing on the way of interaction Quality, Physical environment and outcome Quality impact to the Word of mouth and Purchase intention of the customer through the customer satisfaction. 
 
Keyword: service quality modal
 
Abstrak
Penelitian ini berfokus pada cara kualitas interaksi, lingkungan fisik dan hasil dampak Kualitas kepada keajaiban mulut dan Pembelian oleh pelanggan melalui kepuasan pelanggan.
 
Kata Kunci: Kualitas pelayanan modal
 

Jurnal Vol.1 No.2 Januari 2008

Jurnal Pesona Volume 1, No.2 – Januari 2008
ISSN: 2086-9037
 
PENGARUH MOTIVASI DAN APATHY TERHADAP FEEDBACK SEEKING ORIENTATION DAN KEPUASAN KERJA DI INDUSTRI JASA PERHOTELAN
 
Tiurida Lily Anita
Dosen Akademi Pariwisata Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
Hotel, as a home away from home place, which has a perishable product with the complex activity from their employees, certainly should have a potential character to keep sustainable in the service industry. To keep it sustainable, the management should have a good relationship with their employees and customers. In this research, a good relationship with the employee can be created by a good motivation, less apathy, and it has an effect with the feedback. This condition can be seen by the employee’s satisfaction. The management can drive a conducive working condition to help generate a good service climate. The research was undertake in a hotel service industry in North Jakarta. The Purpose of this study was to evaluate the Effect of Employees’ motivation and apathy of feedback-seeking orientation and their job satisfaction.
 
Keywords: motivation, apathy, and job satisfaction
 
Abstrak
Hotel, sebagai rumah jauh dari rumah tempat tinggal, yang memiliki produk perishable dengan kegiatan yang kompleks dari karyawan mereka, tentu harus memiliki karakter potensial untuk menjaga berkelanjutan dalam industri jasa. Untuk tetap berkelanjutan, manajemen harus memiliki hubungan yang baik dengan karyawan dan pelanggan. Dalam penelitian ini, hubungan yang baik dengan karyawan dapat dibuat dengan motivasi yang baik, kurang apatis, dan memiliki efek dengan umpan balik. Kondisi ini dapat dilihat dari kepuasan karyawan. Manajemen dapat mendorong kondisi kerja yang kondusif untuk membantu menghasilkan iklim pelayanan yang baik. Penelitian ini melakukan di industri jasa perhotelan di Jakarta Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi Pengaruh motivasi dan apatis orientasi umpan-balik dan kepuasan kerja karyawan.
 
Kata kunci: motivasi, apatis, dan kepuasan kerja
 
 
 
 
 
ANALISA SEGMENTASI KONSUMEN “COMPLAINER” DAN “NON COMPLAINER” BERDASARKAN KARAKTERISTIK KONSUMEN PADA INDUSTRI PENERBANGAN INDONESIA
 
Taufik M Guntur 
Dosen Tetap Akademi Pariwisata Pertiwi
Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur
 
Abstract
The background of this research, knowing that there are a lot of airlines industries in Indonesia especially in Jakarta makes airlines managers must strive to know how to please costumers. Many Dissatisfied clients/passengers prefer to take their complaints or concern to service from the airlines. Its very important to understand where are a service if failing and to improve service quality. The objectives of this research is service complainers and non-complainers on the basis of five personality characteristic (perceived control, Machiavellianism, self efficacy, self-monitoring) and attitude toward complaining. The design of this research applies to Domestic Airlines and the questionare were spreaded away to 200 respondents / passengers from 7 Domestic Airlines in Indonesia, Especially in Jakarta. The result of this research indicate that attitude toward complaining, perceived control and self monitoring were significant discriminating variables between complainers and non-complainers. Other variables tested such as self efficacy and Machiavellianism were not significant.
 
Keywords: characteristic and consumen
 
Abstrak
Latar belakang penelitian ini, mengetahui bahwa ada banyak industri penerbangan di Indonesia khususnya di Jakarta membuat manajer penerbangan harus berusaha untuk mengetahui bagaimana untuk menyenangkan pelanggan. Banyak klien / penumpang yang tidak puas memilih untuk mengambil keluhan atau kekhawatiran mereka untuk layanan dari maskapai penerbangan. Yang sangat penting untuk memahami di mana layanan jika gagal dan untuk meningkatkan kualitas layanan. Tujuan dari penelitian ini adalah pengeluh layanan dan non-pengeluh atas dasar lima karakteristik kepribadian (keluhan, kepribadian dan pemantauan diri) dan sikap terhadap mengeluh. Rancangan penelitian ini berlaku untuk penerbangan domestik dan kuesioner tersebut disebarkan pergi ke 200 responden / penumpang dari 7 Maskapai Domestik di Indonesia, Terutama di Jakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap terhadap keluhan, persepsi pengendalian dan pemantauan diri adalah variabel membedakan signifikan antara pengeluh dan non-pengeluh. Variabel lain seperti diuji efikasi diri dan kepribadian tidak signifikan.
 
Kata kunci: karakteristik dan konsumen
 
 
?
PENGARUH PARTICIPATORY LEADERSHIP TERHADAP PATIENT
SATISFACTION MELALUI CLINICAL QUALITY, PROCESS QUALITY, DAN SERVICE VALUE PADA RUMAH SAKIT
 
Setiawan Wibiksono
Universitas Trisakti
 
Abstract
The Background of this research is managers constantly struggle with where to allocate their resources and efforts in managing the complex service delivery system called a hospital. The broadest sense, their decisions and actions focus on important aspects of health care—clinical or tehnical medical care that emphasizes “what” the patients receive and process performance and service value that emphasize “how “health care services are delivered to patients. The objectives of this research is to investigate the effect of leadership, clinical quality, process quality, and service value on patient satisfaction in hospitals The design of this research applies to two hospitals in Jakarta and the questionnaires 1 .ere spreaded away to 80 respondent/employees by using area sampling.  The result of this research conclude that hospital leadership has more influence on process quality than on clinical quality. Other result are discussed, such as thgt hospital managers must be mindful of the fact that process quality is at least as important as clinical quality in predicting patient satisfaction, and service value plays role as an intervening variable between process quality and patient satisfaction.
 
Keywords: leadership, clinical quality, process quality, service value, and patient satisfaction
 
Abstrak
Latar Belakang penelitian ini adalah manajer terus berjuang dengan mana untuk mengalokasikan sumber daya dan upaya dalam mengelola sistem pelayanan kompleks yang disebut rumah sakit. Dalam arti luas, keputusan dan tindakan mereka fokus pada aspek-aspek penting dari perawatan klinis atau teknikal perawatan medis kesehatan yang menekankan “apa” pasien menerima dan kinerja proses dan nilai layanan yang menekankan “bagaimana” layanan kesehatan diberikan kepada pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan, kualitas klinis, kualitas proses, dan nilai pelayanan terhadap kepuasan pasien di rumah sakit. Rancangan penelitian ini berlaku untuk dua rumah sakit di Jakarta dan kuesioner 1. Disebarkan ke 80 responden / karyawan dengan menggunakan area sampling. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan rumah sakit lebih berpengaruh pada kualitas proses dari pada kualitas klinis. Hasil lain yang dibahas, seperti manajer rumah sakit pikiran harus memperhatikan fakta bahwa kualitas proses setidaknya sama pentingnya dengan kualitas klinis dalam memprediksi kepuasan pasien, dan nilai layanan berperan sebagai variabel intervening antara kualitas proses dan kepuasan pasien.
 
Kata kunci: kepemimpinan, kualitas klinis, kualitas proses, nilai pelayanan, dan kepuasan pasien
?
 
PENGARUH RELATIONSHIP DRIVERS (ECONOMIC, SOCIAL AND RESOURCE) TERHADAP QUALITY RELATIONSHIP (KEPUASAN, KEPERCAYAAN DAN KOMITMEN) BERDASARKAN LONG TERM RELATIONSHIP 
VARIABLE INTERVENING
 
Ellyeus Maria Kristiani
Universitas Trisakti
 
Abstract
The background of this research is managers need to determine what marketing strategy is compatible according to condition of each company so that cancreate a long term relationshipand relationship quality which is satisfaction, trust and customer commitment. There are three relationship drivers (act.social and resource) that effect relationship quality. Every company need toinvestigate which is the compatible relationship driver to applied. The objective of this research is to investigate the relationship quality (satisfaction, trust and commitment) by using long term relationship as intervening variable. The design of this research applies to customer of restaurant in Jakarta which is students, lectures and staffs of Trisakti University and questionares were spreaded away to 100 respondents by using purposive sampling. The result of this research conclude that recognition, shared value and corporate brand reputation has more influance on relationship quality in long term relationship.
 
Keywords: relationship drivers and quality relationship.
 
Abstrak
Latar Belakang penelitian ini adalah manajer perlu menentukan apa strategi pemasaran kompatibel sesuai dengan kondisi masing-masing perusahaan sehingga dapat menciptakan hubungan jangka panjang dan kualitas hubungan yang adalah kepuasan, kepercayaan dan komitmen pelanggan. Ada tiga driver hubungan (kegiatan sosial dan sumber daya) yang mempengaruhi kualitas hubungan. Setiap perusahaan harus menyelidiki yaitu hubungan driver yang kompatibel untuk diterapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas hubungan (kepuasan, kepercayaan dan komitmen) dengan menggunakan hubungan jangka panjang sebagai variabel intervening. Rancangan penelitian ini berlaku untuk pelanggan restoran di Jakarta yang mahasiswa, dosen dan staf Universitas Trisakti dan observasi dengan kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden pergi dengan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pengakuan, nilai bersama dan reputasi merek perusahaan memiliki lebih melihat pengaruh pada kualitas hubungan dalam hubungan jangka panjang.
 
Kata kunci: driver hubungan dan kualitas hubungan.
 
 
?
 
ANTECEDENTS DARI WORD OF MOUTH
COMMUNICATION (WOM)
 
Eka Lestari 
Universitas Trisakti
 
Abstract
The background of this research is the increasimg of awareness in health care by Jndnesian people especially in Jakarta makes hospital manager must strive to provide healthcare value as best as they could in order to create satisfied patient. The objectives of this research is to investigate the effect of health care quality and patient sacrifice in hospital on health care value, health care value on emotional satisfaction,  and emotional satisfaction on word of mouth communication.  A theoretical framework was developed to test the relationship among the study Construct The design of this research applies to_ hospitals and the questionnaires were spreaded away to 90 respondents or patients from 3 hospitals and by using purposive sampling. The result of this research conclude that health care quality and patient sacrifice in hospital significantly affect health care value, health care value significantly affect emotional satisfaction and emotional satisfaction significantly affects word of mouth communication
 
Keywords: health care quality, health care value, patient sacrifice, emotional satisfaction, word of mouth communication
 
Abstrak
Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya kesadaran dalam perawatan kesehatan oleh masyarakat Indonesia khususnya di Jakarta membuat pengelola rumah sakit harus berusaha untuk memberikan nilai kesehatan sebaik mereka bisa dalam rangka menciptakan kepuasan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas kesehatan dan pengorbanan pasien di rumah sakit pada nilai kesehatan, nilai kesehatan terhadap kepuasan emosional, dan kepuasan emosional terhadap komunikasi word of mouth. Sebuah kerangka teori dikembangkan untuk menguji hubungan antara studi Buatlah Rancangan penelitian ini berlaku untuk rumah sakit dan kuesioner disebarkan pergi ke 90 responden atau pasien dari 3 rumah sakit dan dengan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas kesehatan dan pengorbanan pasien di rumah sakit secara signifikan mempengaruhi nilai kesehatan, nilai perawatan kesehatan secara signifikan mempengaruhi kepuasan emosional dan kepuasan emosional secara signifikan mempengaruhi komunikasi word of mouth
 
Kata kunci: kualitas perawatan kesehatan, nilai kesehatan, pengorbanan pasien, kepuasan emosional, komunikasi word of mouth.