Kampus Perrtiwi Menjadi Sentral Gerakan Anti Narkoba Untuk BEM/Senat Sekolah Tinggi Maupun Akademi Pariwisata di Wilayah DKI Jakarta

Penyuluhan Gerakan anti narkobaSenin (09/09/13) Kampus Pertiwi Cilitan menjadi sentral penyuluhan sekaligus pengkaderan gerakan anti narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia. Acara ini diikuti oleh pengurus BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan Senat di Sekolah Tinggi maupun Akademi Pariwisata di wilayah DKI Jakarta.
 
Selain dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta direktur Akademi Pariwisata Pertiwi. Beberapa perwakilan BEM/Senat yang hadir dalam acara pengkaderan ini antara lain dari Akademi Pariwisata Jakarta, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, dan beberapa Akademi Pariwisata lainnya yang berlokasi di Jakarta.
 
Sasaraan dari advokasi dan pembentukan kader anti narkoba dari mahasiswa kepariwisataan karena penyebaran narkoba disinyalir banyak dilakukan pada tempat-tempat hiburan dan dan tempat-tempat wisata tertentu. Oleh sebab itu, BNN mensosialisasikan kepada para calon tenaga profesional di bidang kepariwisataan agar kedepannya mereka dapat melakukan pencegahan serta dapat berkordinasi dengan baik bersama BNN dalam menghentikan peredaran narkoba di lingkungan mereka\”, begitu kata Dr. Victor Pudjiani, Sp.B. FICS. DFM direktur advokasi BNN dalam penyampaian materi pertama.
 
Acara yang digelar selama dua hari ini, pada hari pertama diisi oleh Dr. Victor Pudjiani, Sp.B. FICS. DFM yang menjelaskan mengenai segala macam jenis narkoba dan penyalahgunaannya. kemudian pada sesi kedua diisi oleh Drs. Ali Johardi, SH (Kepala BNNP DKI Jakarta) yang menjelaskan mengenai penyalahgunaan narkoba dalam perspektif hukum, serta trend peredaran gelap narkoba.
Gerakan Anti Narkoba Akpar Pertiwi
Pada hari ke-2 materi yang disampaikan lebih mengarah kepada bagaimana memotivasi para mahasiswa untuk mencegah diri sendiri dan orang-orang terdekat di lingkungan sekitarnya. Materi pertama disampaikan oleh Ibu Ayu Gunawan Sastrosusilo yang memotivasi dengan membangun kapasitas diri para mahasiswa dalam pencegahan dan penyalahgunaan narkoba. Pada sesi kedua diisi materi mengenai \”Pendidikan Sebaya Dalam Pencegahan dan Penyalaghunaan Narkoba\” Yang disampaikan oleh Dr. Aisah Dahlan yang merupakan ketua Yayasan Sahabat Rekan Sebaya.
 
Melalui acara ini BNN mengharapkan agar para mahasiswa yang merupakan garda pembangunan memiliki andil yang sangat penting dalam kemajuan bangsa. Dalam hal ini adalah menyuarakan mengenai bahaya narkoba yang akan mengakibatkan kehancuran bangsa. Setelah acara ini paling tidak para mahasiswa menjadi corong aktif dalam menyuarakan gerakan anti narkoba di kampus maupun di lingkungan sekitarnya. (em)
 
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *