Dialog Terbuka “Peran Pemilih Pemula Pada Pesta Demokrasi 2014”

Pesta demokrasi rakyat sudah di depan mata, mahasiswa sebagai pemilih muda perlu mendapatkan edukasi dan sosialisasi agar tidak salah menggunakan hak piilihnya. Metode pendekatan yang digunakan untuk pemilih muda harus dapat mengarahkan pemula sebagai subjek yang akan mendukung dalam proses demokrasi.

Tidak dapat dipungkiri adanya stigma bahwa politik itu berat dan complicated di mata pemilih pemula, oleh karenanya perlu dilakukan dialog dalam forum-forum pemuda dan sosialisasi dengan menggunakan media komunikasi yang familiar di kalangan pemuda, karena harus disadari bahwa dari kelompok-kelompok pemuda yang dinamis dan komunikatif informasi akan bergerak lebih cepat dan luas.

Radio Talk Show Bersama Amien Rais

Mendukung hal tersebut Kampus Pertiwi Cililitan menyenggarakan dialog terbuka yang berlangsung secara live bertempat di ruang auditorium Pertiwi, pada Sabtu, 22 Juni 2013 acara ini di pandu oleh Misty Malik, menghadirkan Bapak Prof. DR. H. Amin Rais, Dwiki Dharmawan, Didin Bagito dan perwakilan dari KPUD Prov DKI Jakarta, dan di tayangkan on air oleh 103.4 Radio Jakarta.

Seminar Amin Rais

Dalam dialog terbuka ini Bapak Prof. DR. H. Amin Rais membuka cara pandang para pemuda, khususnya mahasiswa Pertiwi dan para pendengar 103.4 Radio Jakarta, bahwa salah satu bentuk demokrasi adalah dengan adanya pemilihan umum yang bertujuan untuk menyalurkan keinginan rakyat, karena tanpa demokrasi pemerintahan akan berjalan secara otoriter. Peran pemuda sebagai penerus bangsa dalam pesta demokrasi dapat diwujudkan dengan berpartisipasi dalam pesta demokrasi dengan penuh rasa tanggung jawab dan menggunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya. 

amien rais 2014foto amien rais 2014foto amien rais

Begitu juga ditegaskan oleh Bapak Reformasi Indonesia, Partai Politik yang ikut dalam pesta demokrasi harus dapat menampung keinginan rakyat serta memiliki moralitas yang tinggi. Sosok wakil rakyat yang bisa memenuhi kriteria untuk dipilih diantaranya memenuhi 3 (tiga) hal: Mampu memegang amanat, Jujur dan tahan uji. Karena ketika wakil rakyat dipilih oleh rakyatnya maka tanggung jawab dan kesetiaannya tidak lagi terhadap partainya namun sepenuhnya kepada bangsanya.

Berdasarkan data yang dimiliki KPUD Prov DKI Jakarta, 20% pemilih berasal dari kalangan pemuda yang berusia 17-23 tahun, oleh karena itu KPU memiliki website yang mudah di akses dan efektif dalam mengkomunikasikan dan mensosialisikan para calon wakil rakyat dikalangan pemuda, web ini juga dapat digunakan untuk membuka peluang terciptanya dialog antara pemilih dengan calon yang akan dipilih.

Sebagai calon wakil rakyat Dwiki Dharmawan dan Didin Bagiito juga mendorong para pemuda untuk menggunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi 2014 mendatang. Pemuda sebagai kaum intelektual harus menjadi Pemilih yang cerdas untuk memilih calon yang tepat. (M/Y)

—–oOo—–