Wisuda Bersama Perguruan Tinggi Pertiwi Tahun Akademik 2012/2013

Wisuda Bersama Perguruan Tinggi Pertiwi Di SME Tower

Wisuda merupakan sebuah momentum bersejarah bagi setiap mahasiswa/i setelah menimba ilmu dan melewati berbagai fase pembelajaran di bangku kuliah, diharapkan seorang mahasiswa/i mampu menjadikan gelar kesarjanaannya sebagai bekal dalam menapaki kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Harus disadari bahwa wisuda bukanlah akhir perjuangan bagi seorang insan pembelajar, tapi justru merupakan titik awal untuk memasuki gerbang kehidupan yang sesungguhnya, seperti yang disampaikan Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Pertiwi Global, Bapak DR. H. Suharsono, M.Pd, MM dalam sambutannya di acara wisuda bersama program sarjana dan Diploma Yayasan Pendidikan Pertiwi Global pada hari Rabu, 24 April 2013.

Perhelatan akbar yang bertempat di gedung SME Tower Jakarta ini merupakan acara wisuda bersama program Sarjana dan Diploma dari 3 (tiga) Perguruan Tinggi Yayasan Pendidikan Pertiwi Global, yakni; Akademi Pariwisata (AKPAR) Pertiwi, Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Pertiwi dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pertiwi.

Rapat terbuka senat Perguruan Tinggi Pertiwi dalam acara wisuda ke-5 program Sarjana dan diploma tahun akademik 2012/2013 ini melantik 282 wisudawan dan wisudawati.  Acara dihadiri Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Pertiwi Global, Bapak DR. H. Suharsono, M.Pd, MM, Senat Akademika Perguruan Tinggi Pertiwi, Pimpinan Perguruan Tinggi di wilayah Kopetis III dan IV, Manajemen Pertiwi Global, para orang tua wisudawan/wisudawati, tamu undangan dan hadir pula DR.Ir. Akbar Tandjung yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan orasi ilmiah dengan tema “Membangun Sumber Daya Manusia yang Memiliki Etos Kerja dan Jiwa Kepemimpinan yang Unggul. “

Pesan Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Pertiwi Global, Bapak DR. H. Suharsono, M.Pd, MM kepada wisudawan dan wisudawati untuk senantiasa bekerja keras dalam mencapai cita-cita “ Lulusan pertiwi harus selalu memegang teguh nilai-nilai yang diterapkan selama menempuh pendidikan di Pertiwi, nilai-nilai tersebut ialah Sukses Pelanggan, Profesionalisme, Budaya Berprestasi, Kerjasama Tim, Budaya pembelajar serta Kreativitas dan Inovasi” ujar Ketua.

Dalam orasi ilmiahnya Bapak DR. Ir. Akbar Tandjung menyampaikan “Wisudawan dan wisudawati Pertiwi harus mampu menerapkan ilmu dan berprilaku profesional di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, karena tantangan sesungguhnya ada di tengah dinamika kehidupan bangsa dan negara oleh karena itu diperlukan sumber daya manusia yang memiliki etos kerja dan jiwa kepemimpinan yang unggul untuk menjawab kompleksitas kehidupan bermasyarakat dan bernegara.”

 Pelantikan Siswa Terbaik Perguruan Tinggi Pertiwi

Dari 282 wisudawan dan wisudawati yang dilantik oleh Ketua Yayasan Pendidikan Pertiwi Global, Ibu Hj. Tuty Indrayani , S.E., MBA., empat belas diantaranya merupakan wisudawan dan wisudawati terbaik yakni Sapta, Ahli Pratama dengan IPK 3,57, Gunawan Supriyadi, Ahli Madya dengan IPK 3,49. Ahmad Irfan, Ahli Madya dengan IPK 3,62, Riana Andriyani, S.S.dengan IPK 3,36, Nia Maesyaroh, S.S., dengan IPK 3,33. Eka Tri Susanti, Ahli Madya dengan IPK 3,44. Yanti Apriyanti, S.E.dengan IPK 3,48. Udin Toharudin, S.E. dengan IPK 3,48. Dedeh Marlina, S.E. dengan IPK 3,63. Evi Lasmeria, S.E. dengan IPK 3,52. Enggar Wahyuni, S.E.dengan IPK 3,84. Dian Wahyuni, S.E. dengan IPK 3,54. Lela Elvira, S.E.dengan IPK 3,35. Nurhasanah, S.E.dengan IPK3,22.

Pelantikan para wisudawan dan wisudawati berjalan dengan lancar dan hikmad, acara ditutup dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama.
Liputan Suara Karya Dalam Acara Wisuda Bersama Perguruan Tinggi Pertiwi

Acara Wisuda Bersama Perguruan Tinggi Pertiwi Diliput Oleh Media Televisi Nasional TVRI dan beberapa media cetak nasional. (M/Y)

 
—–oOo—–

Konsinyering Keunggulan Produk Dan Keunggulan Daya Tarik Pariwisata Dalam Rangka Pengembangan Pencitraan di Indonesia

Konsinyering Keunggulan Pariwisata Indonesia Bersama Akpar Pertiwi dan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Rabu (30/01/13) Akademi Pariwisata Pertiwi mengadakan seminar kepariwisataan, dengan mengangkat tema “Konsinyering Keunggulan Produk dan Keunggulan Daya Tarik Pariwisata Dalam Rangka Pengembangan Pencitraan di Indonesia” Seminar ini, di bawakan lansung oleh Ibu Terta Tianiafi selaku asisten mentri pariwisata Indonesia. Pada seminar ini dijelaskan perkembangan industri pariwisata Indonesia di mata Internasional dan berbagai macam keragaman pariwisata Indonesia yang memiliki potensi untuk berkembang.

Di awal sesi pembicara menanyakan kepada para peserta seminar, kenapa kalian memilih untuk masuk ke dalam dunia pariwisata? Para peserta yang merupakan mahasiswa akademi pariwisata ada yang menjawab kalau Ia memilih dunia pariwisata karena menyukai kegiatan traveling.

Ibu Terta sedikit menjelaskan bahwa dunia industri pariwisata bukan sekedar jalan-jalan semata, melainkan bagaimana cara kita untuk membangun setiap objek di berbagai daerah untuk menghasilkan income bagi para industri pariwisata itu sendiri. Beliau juga memberi motivasi kepada peserta seminar agar tidak berendah diri karena nantinya akan menjadi lulusan pariwisata, tetapi justru harus bangga menjadi lulusan pariwisata karena pariwisata ini memberikan dampak positif untuk suatu negara.

Konsinyering yang merupakan pengumpulan/proses mengumpulkan pegawai di suatu tempat (hotel, penginapan, ruang rapat lainnya) untuk menggarap pekerjaan secara intensif yang sifatnya mendesak. Indonesia adalah Negara yang mempunyai berbagai macam ke anekaragaman dari budaya, wisata, sosial, hingga tempat tempat untuk di kunjungi oleh para wisatawan asing. Namun, kita juga mengetahui bahwa banyak objek-objek wisata di Indonesia yang sekarang sudah semakin rusak karena tidak terkelola dengan baik.

Oleh karena itulah kementrian pariwisata melakukan konsinyering untuk menggali keunggulan produk dan keunggulan daya tarik pariwisata yang akan dipromosikan kepada dunia internasional sebagai langkah pengembangan pencitraan pariwisata Indonesia di mata dunia.

Langkah yang dilakukan oleh kementrian pariwisata antara lain melakukan gerakan 16:7:16 yang berarti 16 destinasi utama yang difokuskan untuk di tata atau dipasarkan ke luar negri dan 7 pariwisata tematik serta 16 pasar. tempat tempat yang akan diprogam meliputi Danau Toba, Kota Tua, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo – Semeru, Kintamani, Menjongan, Gunung Rinjani, Pulau Komodo, Ende D Kelimutu, Tanjung Puting, Tanah Toraja, Pulau Bunaken, Wakatobi, dan Raja Ampat. Progam ini adalah kesepakatan antara pariwisata indonesia dan luar negri untuk mendapat perhatian khusus serta menjual dan memperkenalkan 16 tempat tersebut ke mata dunia untuk dapat di kunjungi oleh wisatawan asing.

Berdasarkan hasil quick count yang di lakukan oleh kementrian pariwisata, sektor kepariwisataan tahun 2012 memiliki dapak positif terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Antara lain 8,37% atau sekitar 9,28 juta orang dari total angkatan kerja dan Rp. 104,5 trilyun untuk upah gaji tenaga pariwisata.

Sangat  mengejutkan bukan? Oleh karena itu Ibu Terta Tianiafi selaku pembicara seminar yang mewakili Kementrian Pariwisata Indonesia mengatakan kepada para mahasiswa dan mahasiswi pariwisata untuk berbangga hati menjadi lulusan pariwisata, karena dapat membantu perputaran roda perekonomian pada suatu daerah pariwisata dan meningkatkan perolehan devisa negara dari kunjungan wisatawan asing.

Keunggulan Pariwisata Indonesia 2013-2014 Oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Seminar ini diakhiri dengan mengisi kuesioner dan bernyanyi lagu daerah bersama-sama. Civitas Akademi Pariwisata Pertiwi sangat senang dengan diadakannya seminar seperti ini, karena mereka merasa memperoleh manfaat dan membuka carkrawala tentang dunia pariwisata domestik di mata internasional. Para mahasiswa mengharapkan agar seminar-seminar mengenai dunia kepariwisataan diadakan lagi untuk meng-update informasi mengenai perkembangan dunia pariwisata Indonesia.

Download materi Seminar:

Sosialisasi E-Journal Bagi Mahasiswa AKPAR Pertiwi

Sosialisasi E journal

Di era teknologi informasi dewasa ini, para mahasiswa/i dimudahkan dalam mencari referensi ilmiah.  Terutama dalam hal melakukan sebuah kegiatan penelitian, menjadi penting bagi peneliti untuk memiliki referensi yang beragam dan berasal dari berbagai sumber.  Karena saat ini penelitian dipandang bukan hanya sebagai sebuah tuntutan untuk menyelesaikan studi tapi juga merupakan gerbang pembuka ilmu pengetahuan yang baru.

E-journal merupakan terbitan serial seperti bentuk tercetak tetapi dalam bentuk elektronik yang biasanya terdiri dari 3 (tiga) format yaitu, text, text dan grafik, serta full image (dalam bentuk PDF)-Tresnawan. Kelebihan yang dimiliki E-journal adalah memudahkan pencarian artikel dari satu jurnal atau lebih secara tepat dan cepat dan  juga informasi yang diakses lebih mendunia.

Di Indonesia penerbitan E-journal masih terhitung minim jumlahnya, dibandingkan di negara-negara lain, padahal hal ini sangat penting mengingat hampir semua perguruan tinggi di Indonesia mewajibkan para mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir untuk  mencantumkan beberapa referensi dari jurnal ilmiah.

Sosialisasi E journal akademi pariwisata

Melihat fenomena tersebut maka Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Pertiwi (LPPMP) Pertiwi mengadakan kegiatan sosialisasi E-journal khususnya bagi mahasiswa Akademi Pariwisata (AKPAR) Pertiwi, di mana user name dan password-nya diberikan oleh Kopertis wilayah III Jakarta.  Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan 2 (dua) kali, yakni pada tanggal 21 Maret 2013 pukul 13.00–15.00 WIB. dan tanggal 12 April pukul 10.45-11.30 WIB.   

Konten dari sebuah E-journal biasanya berupa artikel ilmiah ( hasil penelitian atau bukan hasil penelitian), Review Buku/ karya ilmiah dan Proseding conference. Journal ilmiah diseleksi secara ketat terutama untuk  jurnal internasional.  Jurnal  memiliki  cakupan  materi  yang  luas namun sangat padat, maksimal 20 halaman, namun setiap kalimatnya bernilai ilmu pengetahuan. (M/Y)